Momen Pelantikan Bupati dan Wakil Bupati Terpilih Kabupaten Gunung Mas Periode 2019-2024

Momen Pelantikan Bupati dan Wakil Bupati Terpilih Kabupaten Gunung Mas Periode 2019-2024

Sesuai dengan jadwal yang telah ditetapkan yakni hari selasa, 28 Mei 2019, pukul 09.00. Bupati dan Wakil Bupati Gunung Mas terpilih periode 2019-2024 Jaya S. Monong, SE, M.Si dan Ir. Efrensia L. P Umbing, M.Si resmi dilantik oleh Gubernur Kalimantan Tengah Sugianto Sabran. Pelantikan berlangsung di Istana Isen Mulang, Palangka Raya.

Untuk diketahui bahwa Jaya S. Monong, SE, M.Si dan Ir. Efrensia L. P Umbing, M.Si adalah Bupati dan Wakil Bupati terpilih periode 2019-2024 pada Pilkada Serentak pada 27 Juni 2018 yang lalu.

Adapun susunan acara Pelantikan yakni pembukaan dengan menyanyikan lagu Indonesia Raya, Pembacaan Surat Keputusan Menteri Dalam Negeri RI, Pengambilan Sumpah/Janji Jabatan dan Pelantikan Bupati dan Wakil Bupati Gunung Mas Periode 2019-2024 oleh Gubernur Kalimantan Tengah atas nama Presiden Republik Indonesia, Penandatanganan Berita Acara Pengambilan Sumpah/Janji Jabatan. Pemasangan tanda Pangkat Jabatan dan Penyematan Tanda Jabatan serta Penyerahan Petikan Surat Keputusan Mendagri RI oleh Gubernur Kalimantan Tengah. Penandatanganan Naskah Fakta Integritas oleh Bupati dan Wakil Bupati Gunung Mas.

Adapun momen saat pelantikan dapat dilihat pada gambar

Momen Pengambilan Sumpah/Janji Jabatan dan Pelantikan Bupati dan Wakil Bupati Gunung Mas Periode 2019-2024 oleh Gubernur Kalimantan Tengah atas nama Presiden Republik Indonesia
Momen Pemasangan tanda Pangkat Jabatan dan Penyematan Tanda Jabatan
Momen Penyerahan Petikan Surat Keputusan Mendagri RI oleh Gubernur Kalimantan Tengah
Momen Penandatanganan Naskah Fakta Integritas oleh Bupati dan Wakil Bupati Gunung Mas.

Press release Bidang Pengelolan Informasi Publik

Peresmian RS Pratama Tumbang Talaken Oleh Bupati Gunung Mas

Peresmian RS Pratama Tumbang Talaken Oleh Bupati Gunung Mas

Diskominfo, SP Gumas – Masyarakat sambut baik, terhadap pembangunan rumah sakit Pratama di Tumbang Talaken, yang secara langsung diresmikan oleh Bupati Gunung Mas, Drs.Arton S. Dohong, jum’at (10/5/19).

Dengan dibangunnya RS Pratama Tumbang Talaken, itu menandakan adanya kehadiran Pelayanan pemerintah daerah Gunung Mas di tengah tengah masyarakat, dalam hal pelayanan terhadap kesehatan dan fasilitas medis yang cukup memadai.

Dalam sambutan Bupati Gunung Mas Arton S.Dohong menyampaikan, untuk fasilitas yang sudah dibangun seperti rumah sakit pratama ini, pemerintah daerah mengucurkan jumblah dana yang sangat besar, walaupun ditengah kondisi anggaran yang sangat terbatas, tetap kita programkan pembangunan dari awal sampai selesai, sehingga rumah sakit pratama dapat dibutuhkan oleh banyak orang.

“Jadi inilah yang mendasari pemerintah daerah, menetapkan lokasi rumah sakit Pratama di Tumbang Talaken, sebagai wujud nyata dukungan pemerintah daerah dalam hal pelayanan dan akses kesehatan kepada masyarakat”, ungkapnya.

“Kita patut berbangga dan mensyukuri karena Kabupaten Gunung Mas sudah ada Rumah Sakit Pratama kelas D di Kelurahan Tumbang Talaken, Kecamatan Manuhing,” ujarnya.

“Saya berpesan agar seluruh petugas kesehatan dapat melayani masyarakat dengan ketulusan hati, melaksanakan tugas dengan penuh loyalitas dan disiplin, serta mementingkan pasien diatas kepentingan pribadi kepada masyarakat yang membutuhkan”, tutup Arton S.Dohong.

Turut hadir ketua TP- PKK Gumas Ibu Apristini Arton S.Dohong, unsur FORKOPIMDA, Ketua DPRD H.Gumer, Kepala SOPD, TNI, POLRI, Camat dan masyarakat setempat.

Press Rilis Bidang Pengelolaan Informasi Publik.

Presiden Meninjau Kesiapan Lokasi, Rencana Pemindahan Ibu Kota Negara Di Kabupaten Gunung Mas

Presiden Meninjau Kesiapan Lokasi, Rencana Pemindahan Ibu Kota Negara Di Kabupaten Gunung Mas

Kedatangan Presiden RI, Joko Widodo menuju Kelurahan Tumbang Talaken Kecamatan Manuhing Kabupaten Gunung Mas (Gumas) menggunakan helikopter, didampingi Gubernur Kalteng Sugianto Sabran, Kapolda Kalteng, dan disambut oleh Bupati Gunung Mas Drs. Arton S Dohong, serta masyarakat, Rabu (8/5/2019).

Kedatangan orang nomor satu di Indonesia disambut dengan pantan timpung bahalai, dengan pengalungan kalung lilis lamiang oleh Damang Kecamatan Talaken, Awal Jantriadi.

Di bukit Nyuling Kelurahan Tumbang Talaken, Presiden melihat peta kelurahan batas indikatif administrasi, Didampingi Gubernur Kalteng Sugianto Sabran, Bupati Gunung Mas Arton S Dohong serta Kapolda Kalteng Anang Revandoko.

Tujuan kedatangan Presiden, Meninjau kesiapan lokasi, rencana pemindahan Ibu Kota Negara di Kabupaten Gunung Mas.

Jokowi mengatakan “kunjungan ini hanya meninjau saja, nanti ada tim teknisnya dan akan saya tugaskan tim ahli ke Gunung Mas, untuk meninjau kembali persiapan Ibu Kota Negara,” pungkasnya.

Press Rilis Bidang Pengelolaan Informasi Publik.

Live Streaming Video, dan Live Streaming Radio Dipersiapkan Diskominfosp, Untuk Pelantikan Bupati dan Wakil Bupati Gunung Mas

Live Streaming Video, dan Live Streaming Radio Dipersiapkan Diskominfosp, Untuk Pelantikan Bupati dan Wakil Bupati Gunung Mas

Kuala Kurun, Selasa 7 Mei 2019. Dinas Komunikasi Dan Informatika, Statistik Dan Persandian (DISKOMINFOSP) Kabupaten Gunung Mas mengadakan rapat membahas persiapan DISKOMINFOSP menghadapi acara pelantikan Bupati dan Wakil Bupati terpilih periode 2019-2024, serta hal yang di anggap perlu.

Dalam rapat tersebut Kepala Dinas Komunikasi Dan Informatika, Statistik Dan Persandian Drs. Dihel, M.Si menyampaikan bahwa pada acara tersebut Dinas Kominfosp mengadakan siaran langsung Radio HamauhFM pada frekuensi 98.7 FM, serta live streaming video pada youtube channel Kabupaten Gunung Mas Kab. Gunung Mas, dan live streaming Radio HamauhFm pada website http://radiohamauh.gunungmaskab.go.id .

“diharapkan dari rekan-rekan Radio Hamauh bekerja sama dengan bidang terkait, untuk mempersiapkan peralatan serta dana yang diperlukan pada saat kegiatan. Diharapkan untuk bidang yang menangani juga mempersiapkan foto Bupati dan Wakil Bupati serta desain spanduk dan baliho ucapan selamat dari masing-masing OPD (Organisasi Perangkat Daerah). Untuk saat ini kita masih menunggu kepastian tanggal pelaksanaan kegiatan yang diperkirakan 28 atau 29 Mei nanti, di Istana Isen Mulang Rumah jabatan Gubernur Kalimantan Tengah, Ucap Dihel.

Press Release Bidang Pengeloaan Informasi Publik.

Live Streaming Video, dan Live Streaming Radio Dipersiapkan Diskominfosp, Untuk Pelantikan Bupati dan Wakil Bupati Gunung Mas

PTT Akan Di Evaluasi Setiap 6 bulan Secara Berjenjang

Diskominfo, SP Gumas – Dinas Komunikasi dan Informatika, Statistik dan Persandian (Kominfo, SP) Kabupaten Gunung Mas (Gumas), menggelar rapat kegiatan terkait evaluasi kehadiran dan kinerja Pegawai Harian Tidak Tetap (PTT) sesuai instruksi dari Sekretaris Daerah, rapat bertempat di aula dinas Kominfo, SP selasa (7/5/19) siang.

Rapat dipimpin langsung oleh kepala Dinas Kominfo, SP Drs. Dihel, M.Si yang didampingi Kasi kepegawaiaan Kominfo,SP Sistriana yang dihadiri seluruh PTT Kominfo,SP.

Dalam hal itu ia menyampaikan aturan aturan yang diberlakukan oleh Pemerintah Kabupaten Gunung Mas terkait kepada Pegawai Honorer.

Foto : Drs. Dihel, M.Si saat memberikan arahan pada rapat evaluasi kinerja PTT di ruang rapat Dinas Kominfo, SP Gumas Kuala Kurun, selasa (7/5/19).

“Rapat kita hari ini Sebagai bahan evaluasi bagi PTT dalam hal kedisiplinan dan kinerja yang nantinya akan dilaksanakan setiap enam bulan sekali terhitung dari sekarang, khusus bagi PTT yang kurang disiplin dan keaktifannya dalam bekerja, misalnya apabila dalam kurun waktu 3 hari lebih tanpa keterangan berturut-turut, maka itu akan kita tindak tegas dan memberi teguran lisan atau tertulis yang dilaksanakan secara berjenjang mulai dari atasannya langsung yaitu pejabat yang paling bawah (eselon IV) pada masing-masing bidangnya, sehingga apabila atasan langsungnya tersebut lalai dalam memberikan sangsi kepada bawahannya tersebut, maka akan mendapat sangsi yang sama pula dari pejabat yang lebih tinggi satu tingkat di atasnya dan juga berlaku seterusnya sampai pejabat yang paling atas.

Dan apabila PTT tersebut masih juga belum berubah kelakuannya, Maka untuk enam bulan selanjutnya akan dipertimbangkan untuk diterbitkan SK perpanjangan kontrak PTT, alias diberhentikan dengan tidak hormat, tegas Drs.Dihel, M.Si saat menyampaikan arahannya.

“Saya harap Untuk PTT Kominfo, SP dapat menunjukan keaktifan dan kinerjanya lebih giat lagi, agar semua pekerjaan yang terbebani dapat terselesaikan dengan baik dan tepat waktu” Pungkasnya.

Press Rilis Bidang Pengelolaan Informasi Publik.

Penentuan Frekuensi Jaringan 5G, diperkirakan akhir tahun ini

Penentuan Frekuensi Jaringan 5G, diperkirakan akhir tahun ini

Komersialisasi generasi kelima telekomunikasi seluler atau 5G sudah mulai dilakukan di beberapa negara dan kawasan, misalnya Amerika Utara, Eropa, Korea Selatan, China, Jepang dan Australia. Di Indonesia, untuk tahap awal kebutuhan 5G bukan ditujukan untuk konsumen melainkan untuk kawasan industri.

“Jaringan 5G bergerak berdasarkan kebutuhan ekosistem yang ada. Jadi sekarang yang kita siapkan justru frekuensinya dulu. Supaya nanti saat kita mengumumkan 5G di Indonesia, frekuensi-nya yang world wide platform,” ujar Direktur Jenderal Sumber Daya dan Perangkat Pos dan Informatika, Kementerian Komunikasi dan Informatika, Ismail di Jakarta, Selasa 23 April 2019.

artinya, frekuensi tersebut bukanlah yang khusus dipakai di Indonesia, namun dipakai di seluruh dunia. Dengan demikian akan membuat perangkat menjadi lebih murah. Secara garis besar ada tiga lapisan frekuensi; bandwidth rendah, menengah dan atas. Namun penentuan frekuensi untuk 5G masih menunggu sidang World Radion Communication Conference (WRC) pada Oktober 2019.

“Kami sedang menunggu WRC, setelah itu baru kita tetapkan. Tapi perkiraannya sudah kita ketahui, mudah-mudahan akhir tahun ini sudah ada,” katanya. Soal berapa tahun lagi 5G akan siap di Tanah Air, Ismail menyatakan, bergantung pada kesiapan investasi dari operator, bukan regulator yang bisa menentukan kapan itu akan siap. Regulator tugasnya ialah mempersiapan frekuensi dan standarisasi.

Country Manager Qualcomm Indonesia, Shannedy Ong berpendapat, jaringan 5G kesiapannya bergantung pada regulasi 5G. Kemungkinan bisa dikomersialisasikan pada 2020 atau 2021, tergantung kapan pemerintah akan memberi spektrum.

“Beberapa negara sudah ada di fase pertama, Indonesia mungkin beberapa tahun lagi. Jaringan baru ini akan membawa perubahan, menciptakan bisnis model baru dan memiliki pengaruh besar dari sisi jaringan serta beberapa komponen yang saling berhubungan,” katanya.

Sumber teks: Tim Viva (Viva.co.id); Gambar : endgadged