oleh diskominfosp | Jul 28, 2019 | Berita SKPD Terkait
Diskominfo, SP Gumas – Kepala Dinas Kesehatan (Kadinskes) Kabupaten Gunung Mas (Kab. Gumas) dr. Maria Efianti mengharapkan tenaga kesehatan di Gumas bekerja dengan tulus, iklas dan bahagia.
“Teman-teman tenaga kesehatan sudah
memilih profesi sebagai tenaga kesehatan, maka jalankan tugas dan
kewajiban dengan disiplin, kesabaran, cinta kasih, keikhlasan, ketulusan
dan bahagia,” kata Maria, Senin (8/7/2019).
“Kalau tugas dan kewajiban dikerjakan
dengan bahagia, pasiennya pun akan bahagia dan mendapatkan kembali
kesehatannya, karena kesehatan pasien selain dari obat juga dari sikap
dan tutur kata tenaga kesehatan yang baik,” ujar dr. Maria Efianti.
Yang tidak boleh dilupakan oleh tenaga
kesehatan di Gumas, lanjut pejabat yang dekat dengan media, harus tetap
menjaga profesionalisme. Tenaga kesehatan harus bekerja secara
profesional sesuai dengan standar yang ada.
“Menjaga profesionalisme dengan terus
menerus mengupdate pengetahuan dan keterampilan karena untuk tenaga
kesehatan ada yang namanya registrasi yang dilakukan tiap periode
tertentu,” imbuhnya.
Untuk bisa teregistrasi sebagai tenaga
kesehatan, lanjut dia, ada beberapa ranah yang harus dipenuhi antara
lain ranah pengabdian, ranah pengetahuan yang di dalamnya termasuk
pendidikan berkelanjutan dengan mengikuti seminar, workshop, pelatihan
dan sebagainya.
Menyoal jumlah tenaga kesehatan di
Gumas, mantan Direktur BLUD RSUD Kurun itu menuturkan tenaga kesehatan
PNS (Pegawai Negeri Sipil) ada lebih 500 orang, dan tenaga kesehatan
PTT (Pegawai Tidak Tetap) 300 orang lebih. Puskesmas ada 17. Puskesmas
rawat inap ada 6, yakni di Sepang, Kampuri, Tewah, Tumbang Miri, Tumbang
Talaken dan Tumbang Jutuh. Pustu (Puskesmas Pembantu) ada 46, serta
Polindes (Pondok Bersalin Desa) dan Poskesdes (Pos Kesehatan Desa).
“Peningkatan sarana prasarana kesehatan tiap tahun kita lakukan. Sarana prasarana yang ada kita pelihara, kalau memungkinkan dikembangkan. Daerah yang belum ada sarana prasarana kesehatannya akan dibangun. Peralatan kesehatan yang ada kita lakukan pemeliharaan serta kalibrasi, dan pengadaan untuk peralatan kesehatan yang masih kurang,” jelasnya.
Bidang Pengelolaan Informasi Publik
oleh diskominfosp | Jul 28, 2019 | Berita SKPD Terkait
Diskominfo, SP Gumas – Balai Bahasa Kalimantan Tengah (Kemendikbud). bekerja sama dengan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Gunung Mas menyelenggarkan kegiatan Sosialisasi Jejaring Kemitraan Pengajar Bahasa Indonesia bagi Penutur Asing dilaksanakan di Aula Tampung Penyang Kuala Kurun, Jumat (5/7/2019) pagi.
Kegiatan sosialisasi ini merupakan
pertama bagi pelajar BIPA mengenal bahasa Indonesia sebagai lambang
identitas nasional Indonesia, pelajar BIPA memahami bahasa Indonesia
secara ligustis (ejaan fonologi, morfologi, sintaksis, dan kosakata).
Pelajar BIPA mampu menggunakan bahasa Indonesia dalam berbagai ragamnya
baik secara reseptif maupun produktif. Pelajar BIPA mampu mengapresiasi
sastra Indonesia dalam berbagai bentuknya (prosa, puisi, drama, syair
lagu).
Kegiatan sosialisasi dibuka oleh yang
mewakili Kapala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Gunung Mas
melalui Kepala Bidang Pembinaan PAUD dan DIKMAS Indra Yustina, S.Kom
dalam sambutannya mengatakan, dengan kegiatan ini nantinya akan
terbentuk Asosiasi BIPA di Kabupaten Gunung Mas, Asosiasi ini bisa
menyediakan pengajar bahasa Indonesia untuk penutur Asing, sehingga pada
akhirnya bahasa Indonesia dapat menjadi bahasa Internasional antar
bangsa terutama di dunia kerja.
Kepala Balai Bahasa Kalimantan Tengah
Drs. Wayan Tama, M. Hum menuturkan, kita berupaya untuk semua sektor
baik itu di bidang pariwisata kebudayaan dalam kita menangani
masalah-masalah orang asing yang bekerja di Indonesia agar kita
memberikan semacam pemahaman-pemahaman kepada mereka, agar mereka
menguasai bahasa Indonesia agar tidak terjadi masalah yang
disharmonisasi.
“Saat ini pengajaran Bahasa Indonesia
mulai dilirik dan diminati oleh warga negara lain, terutama yang berada
di zona asia-pasifik. Saat ini lebih dari 22 negara menjadikan BI
sebagai bahasa kedua mereka,” ucapnya.
Dikatakannya, Sebagai sebuah sistem,
bahasa Indonesia harus dipandang sebagai salah satu kesatuaan yang utuh.
Oleh karena itu, bahan ajar tata bahasa diintegrasiksn dengan bahan
ajar aspek lain, begitu juga sistem tulis (ejaan). Aspek belajar bahasa
lisan (menyimak dan berbicara) serta aspek belajar bahasa tulis (membaca
dan menulis) dilakukan secara terintegrasi pula.
Di dalam negeri untuk menguatkan bahasa
Indonesia bagi pekerja orang asing, diberbagai negara kita sudah
melakukan kegiatan yang sama mendirikan lembaga-lembaga yang mengajarkan
bahasa Indonesia itu di luar negeri.
Keterkaitan dengan pihak terkait para
pemangku kepentingan yang semestinya bisa terlibat yang pertama wilayah
Kabupaten, minimal Bupati yang bisa bekerja sama agar membuat semacam
regulasi, setiap pekerjaan asing yang bekerja di wilayah Kabupaten yang
bersangkutan, wajib tersertifikasi tentang penguasaan bahasa Indonesia.
“Langkah pertama untuk menindaklanjuti kegiatan sosialisasi ini adalah adanya payung hukum, setelah payung hukum itu kita mencari data base pendataan di Gunung Mas, di mana wilayah orang asing itu banyak disitu akan kita garap, kalau sudah terbagun data base, kami akan mendirikan Asosiasi, dari Asosiasi kami akan menjaring kerja sama, sehingga tidak susah-susah harus datang ke Kabupaten Gunung Mas tinggal kami melakukan monitoring,” Jelasnya.
Bidang Pengelolaan Informasi Publik.
oleh diskominfosp | Jul 28, 2019 | Berita Kabupaten
Diskominfo, SP Gumas – Dengen telah berakhirnya kegiatan peringatan Hari Jadi Ke-17 (Tujuh Belas) Kabupaten Gunung Mas Tahun 2019 maka digelar pembubaran Panitia sekaligus Pembentukan panitia HUT RI ke 74, di lantai I Kantor Bupati Gunung Mas, Kamis (4/7/2019) pagi.
Rapat pembubaran tersebut dipimpin oleh
Sekda Gunung Mas Drs. Yansiterson, M.Si didampingi Asisten Pemerintahan
dan Kesejahteraan Sekretariat Daerah Kabupaten Gunung Mas sebagai ketua
HUT Kab. Gunung Mas ke-17 Drs. Ambo Jabar, M.Si, Kabagops AKP Aries
Nugroho, S.H., S.I.K.
Pembubaran panitia HUT Kabupaten Gunung
Mas ke- 17 hadir Kepala OPD, serta perwakilan panitia dan semua pihak
yang telah mendukung sukses terlaksananya seluruh rangkaian kegiatan.
Sekda Gunung Mas mengatakan, pelaksanan
yang sudah kita lakukan untuk persiapan kita menghadapi HUT Kab. Gunung
Mas ke 18 tahun 2020. Catatan-catatan yang terasa disana sini di
berbagai seksi tahun 2019 ini dimana saja kekurangannya, apa-apa saja
persoalannya perlu kita perbaiki di tahun 2020.
“Terima kasih kepada teman-teman dalam kerja keras kepanitiaan HUT ke-17 Kabupaten Gunung Mas, Bapak Bupati mengapresiasi dalam waktu yang singkat kita melakukan tugas dengan baik dan sudah mempersiapkan dengan semampu kita, sehingga terlaksana dengan baik, tidak ada persoalaan yang berarti,” pungkasnya.
Bidang Pengelolaan Informasi Publik.
oleh diskominfosp | Jul 5, 2019 | Berita Nasional
Hal ini bertujuan untuk mencegah perdagangan HP tidak resmi/ilegal dan juga tindakan pencurian. Sebenarnya pemerintah telah melakukan operasi pasar dan border control oleh bea dan cukai. Sayangnya, kedua aktifitas tersebut, meski dilakukan secara rutin, tak juga membuat Indonesia steril dari perdagangan ponsel ilegal.
Bahkan, booming e-commerce membuat peredaran ponsel ilegal semakin merajalela. Bukan rahasia lagi, toko-toko online saat ini menjadi surga bagi konsumen berburu ponsel-ponsel yang tengah naik daun namun dijual secara lebih murah, atau unit lain yang tidak dijual secara resmi di Indonesia.
Oleh karna itu, melalui kebijakan yang bakal dikeluarkan Kominfo, pemerintah akan memberlakukan kewajiban me-registrasi nomor IMEI (International Mobile Equipment Identity) kepada seluruh operator. (Sumber : www.selular.id).
IMEI adalah nomor identitas khusus dari asosiasi GSM untuk tiap slot kartu GSM yang dikeluarkan oleh produsen ponsel. Ponsel yang memiliki slot kartu GSM akan memiliki nomor IMEI. Alhasil, penggunaan nomor IMEI ilegal bisa diketahui.
Kepastian penggunaan IMEI disampaikan langsung oleh Direktur Jenderal Sumber Daya dan Perangkat Pos dan Informatika Kementerian Kominfo, Ismail di Tangerang, Banten, Senin (1/7/2019).
“Target kami Agustus itu penandatanganan aturan oleh tiga kementerian yaitu Kominfo, Kementerian Perdagangan, dan Kementerian Perindustrian”.
“Meski begitu, implementasi aturan akan membutuhkan waktu. Sebab, masih akan ada tahap uji coba dan transisi agar aturan IMEI bisa berlaku efektif”.
“Bila aturan IMEI berlaku, ponsel dengan nomor IMEI ilegal bisa diblokir dari layanan seluruh operator di Indonesia. Dengan begitu, ponsel tersebut tidak bisa digunakan meskipun sudah berganti kartu telepon”.
Namun, Ismail memastikan ponsel ilegal yang terlanjur digunakan masyarakat tidak akan terdampak oleh aturan ini. “Yang existing tidak akan berdampak dan tetap bisa digunakan, aturan ini akan berlaku ke depan,” kata dia. (Sumber: katadata.co.id)
Sementara itu, distributor perangkat seluler Erajaya Swasembada menilai aturan pemerintah tentang nomor IMEI untuk ponsel akan berdampak luas, bukan hanya untuk distributor, namun juga konsumen dan pemerintah.
“Dampaknya akan bagus bukan hanya buat Erajaya sebagai importir, distributor, dan retailer resmi, tetapi juga buat pemerintah dan konsumen,” kata Direktur Pemasaran dan Komunikasi PT Erajaya Swasembada Tbk.
Menurut Djatmiko Wardoyo, saat dihubungi Antara, Kamis, 4 Juli 2019. Bagi retailer seperti mereka, peraturan pemerintah tentang IMEI akan memberikan kepastian bagi iklim bisnis ponsel. Pemerintah akan menetapkan aturan ini untuk mencegah peredaran ponsel black market atau BM atau ilegal dan ponsel curian.
Dia menilai selama ini peredaran ponsel ilegal menurunkan market share dari barang resmi. Jika dilihat lebih luas lagi, barang BM ini juga merugikan konsumen karena tidak mendapatkan produk yang dilindungi garansi dan bagi negara, berdampak pada pendapatan negara.
Jika aturan tentang IMEI diterapkan, dia menilai ada potensi pertambahan penerimaan negara dari pajak pertambahan nilai dari sektor ponsel resmi. (Sumber: Tempo.co)
Dilansir dari berbagai sumber: (www.selular.id ; katadata.co.id ; Tempo.co), Foto (Sesendoyo, DKISP).
oleh diskominfosp | Jul 1, 2019 | Berita SKPD Terkait
Gunung Mas – Wakil Bupati Gunung Mas , Ir. Efrensia L.P. Umbing, M.Si menyatakan sangat baik bagi kaum perempuan yang sudah bersuami di Gumas untuk mengikuti program Keluarga Berencana (KB), karena manfaat dari KB adalah mengatur kelahiran,membina ketahanan keluarga,dan meningkatkan keluarga kecil,
bahagia dan sejahtera.
“Boleh-boleh saja kalau ingin memiliki anak lebih dari dua, asalkan jarak kelahirannya diatur, jangan terlalu dekat. Hal itu dilakukan dengan pertimbangan kemampuan seorang ibu merawat anaknya,
serta kondisi fisik seorang ibu.
“Jangan belum sempat pulih dari melahirkan, sudah hamil lagi, kasihan dong ibu dan anaknya,” kata Efrensia dibincangi pewarta usai meninjau pelayanan KB gratis yang dilakukan Dinas Pengendalian Penduduk (Dalduk) dan KB di taman kota Kuala Kurun, Kamis (27/6/2019) pagi.
Dikatakannya, mengatur jarak kelahiran sangat penting agar saat seorang ibu hamil ia mampu merawat bayi yang dikandungnya dengan baik,
dengan asupan gizi ibu hamil yang optimal supaya anak yang dikandungnya saat dilahirkan terhindar dari stunting (anak bertubuh pendek akibat kekurangan gizi saat ibu hamil).
“Saya dan Pak Bupati serta kita semua berharap kaum perempuan di daerah ini melahirkan anak yang tidak mengalami stunting. Anaknya tumbuh dengan sehat dan pintar karena mengikuti program KB,” ucapnya.
“Lalu apa yang harus dilakukan supaya anak yang dilahirkan sehat, pintar dan tidak mengalami stunting?, yang harus dilakukan antara lain selama kehamilan ibu harus mengkonsumsi makanan dengan gizi seimbang, ibu saat hamil melakukan pemeriksaan minimal empat kali selama kehamilan, memberikan stimulasi pada janin dalam kandungan, wajib ikut posyandu dan bina keluarga balita setiap bulan, dan memperkenalkan makanan bergizi pada anak sesuai dengan usianya,” ucapnya.
Kadisdalduk dan KB, Isaskar menyatakan melalui program KB pihaknya berharap ibu-ibu di Gumas menjadi sehat, pun halnya anak-anaknya menjadi anak yang sehat dan pintar.
“Program KB itu bukan melarang seorang ibu untuk hamil, melainkan mengatur jarak kelahiran anaknya dan mengatur berapa jumlah anak yang diinginkan selama masa suburnya, dan seperti yang disampaikan Wakil Bupati tadi, Pemkab Gunung Mas tidak membatasi anak harus dua, tetapi menyerahkan kepada keluarga-keluarga itu berapa anak yang mereka inginkan sesuai dengan kemampuan ekonomi mereka,” terang Isas.
Dengan ikut KB, seorang ibu akan sehat, anaknya pun akan sehat dan pintar, terhindar dari stunting, dan dengan KB akan terwujud sebuah keluarga bahagia dan sejahtera.
“Sebagaimana visi Bupati dan Wakil Bupati, terwujudnya Kabupaten Gunung Mas yang bermartabat, maju, berdaya saing, sejahtera dan mandiri,” pungkas Isas.
Press release Bidang Pengelolaan Informasi Publik.
oleh diskominfosp | Jun 25, 2019 | Berita Kabupaten
Kuala Kurun– Ribuan masyarakat Kabupaten Gunung Mas dan sekitarnya menghadiri malam puncak hiburan rakyat, penutupan pameran pembangunan dan temu usaha Hari Jadi ke-17 Kabupaten Gunung Mas di Stadion Mini Kuala Kurun, Jumat (21/6/2019) malam.
Bupati Gunung Mas Jaya S. Monong, SE., M.Si mengatakan, Kabupaten Gunung Mas pada saat ini berada pada usia remaja yang penuh semangat dalam menggali potensi maupun mempertahankan apa yang sudah dimiliki selama ini. Sama dengan kepemimpinannya yang belum genap satu bulan semenjak dilantik oleh Gubernur Kalimantan Tengah pada 28 Mei 2019 yang lalu.
“Saya mengharapkan dukungan dan kerjasama dari seluruh pihak, stakeholder dalam mewujudkan program kerja 100 hari kami sebagai Bupati dan Wakil Bupati Gunung Mas Periode 2019-2024”.
“Melalui momen yang baik ini saya mengajak semua pihak, dan seluruh elemen masyarakat mendukung untuk bahu membahu membangun Gunung Mas menjadi Kabupaten yang semakin dewasa dan mandiri terkhusus dalam menghadapi rencana pemindahan Ibu Kota Pemerintahan Negara kedepan di Kabupaten Gunung Mas khususnya di wilayah Rungan dan Manuhing,” ungkap Jaya S. Monong, SE., M.Si.
Saya menghimbau agar masyarakat lebih mempersiapkan diri dalam segi Sumber Daya Manusia (SDM) ela sampai “Tempun petak, manana sare”, “Tempun kajang bisa puat”,” Tempun uyah batawah belai”. Untuk itu persiapkan pola pikir dan potensi diri untuk menghadapi perkembangan dan tantangan kedepan”.
“Izinkan saya menghaturkan ucapan terima kasih atas kerja keras rekan-rekan, baik itu panitia penyelenggara, satuan perangkat daerah, baik ditingkat Kecamatan dan Kelurahan khususnya kepada masyarakat Gunung Mas yang ikut berpartisipasi, menjaga persatuan dan kesatuan agar tetap aman dan kondusif sehingga seluruh rangkaian acara pada Hari Jadi ke-17 Kabupaten Gunung Mas bisa berjalan dengan sukses,” pungkasnya.
Setelah acara ceremonial berakhir masyarakat dihibur oleh Armada Band dan artis lokal.
Press release Bidang Pengelolaan Informasi Publik