Ciptakan Keanekaragaman Menu Berbahan Baku Ikan Melalui LMSI (Lomba Masak Serba Ikan)

Ciptakan Keanekaragaman Menu Berbahan Baku Ikan Melalui LMSI (Lomba Masak Serba Ikan)

Kuala Kurun, Dinas Perikanan Kabupaten Gunung Mas bekerjasama dengan Tim Penggerak Pembinaan Kesejahteraan Keluarga (TP-PKK) Kabupaten Gunung Mas melaksanakan Lomba Masak Serba Ikan (LMSI) Tingkat Kabupaten Gunung Mas Tahun 2019, di Gedung Pertemuan Umun (GPU) Tampung Penyang kota Kuala Kurun, Kamis (8/8/2019).

Kepala Dinas Perikanan Kabupaten Gunung Mas Trinayati mengatakan “maksud diakannya kegiatan tersebut adalah untuk membantu masyarakat, supaya lebih memahami manfaat gizi ikan, terutama anak usia sekolah dalam mendapatkan sumber gizi protein”.

“Dengan kegiatan LMSI ini diharapkan dapat tercipta keanekaragaman menu msakan khas daerah berbahan baku ikan. TP-PKK Kecamatan sebagai peserta lomba harus dapat mengembangkan dan mensosialisakan kembali semua msakan hasil lomba, serta mentranformasikan seluruh menu menjadi hal yang bernilai ekonomis serta mendorong budaya memasak ikan di keluarga” Ucapnya.

Press release Bidang Pengelolaan Informasi Publik.

Bupati Gumas Hadiri Acara Seminar Internasional dan Ekspedisi Napak Tilas di Desa Tumbang Anoi

Bupati Gumas Hadiri Acara Seminar Internasional dan Ekspedisi Napak Tilas di Desa Tumbang Anoi

Diskominfo, SP Gumas – Bupati Gunung (Gumas) Mas Jaya S. Monong, SE., M.Si menghadiri Seminar Internasional dan Ekspedisi Napak Tilas di Desa Tumbang Anoi Kecamatan Damang Batu Kabupaten Gumas, Provinsi Kalimantan Tengah, Senin (22/7/2019).

Hadir dalam kegiatan tersebut, Presiden Borneo Dayak Forum Dato Dr. Jeffry Kitingan beserta pengurus BDF dan rombongan, Sekretaris Jenderal Majelis Adat Dayak Nasional (MADN) Yakobus Kamis, para  Bupati/Wakil Bupati Se-Kalimantan, Ketua DAD Provinsi Kalteng H. Agustiar Sabran beserta jajaran perngurus DAD, Organisasi Masyarakat (Ormas) dayak seluruh Kalimantan, dari tokoh Agama, Tokoh masyarakat serta Tamu Luar Negeri lainnya seperti Negara Amerika Serikat.

Dalam sambutan Bupati Gumas Jaya S. Monong, SE., M.Si menyampaikan empat hal, yang pertama beliau mengucapkan selamat datang kepada peserta Napak Tilas Desa Tumbang Anoi yang hadir di acara ini.

Kedua, beliau merasa bangga selaku tuan rumah, atas kebersamaan semua pihak sehingga kegiatan tersebut berjalan dengan baik, lancar dan sukses.

Ketiga, Bupati juga mengucapkan terima kasih kepada semua pihak khususnya Gubernur Kalimantan Tengah H. Sugianto Sabran, yang telah mendukung suksesnya kegiatan acara tersebut dengan baik.

Yang terakhir “Kami masih banyak kekurangan selaku tuan rumah, kami mohon maaf yang sebesar-besarnya kepada  peserta Seminar dan Ekspedisi Napak Tilas Damai Tumbang Anoi tahun 2019. Ke depan tentunya kita akan perbaiki kelemahan kita,” tutupnya.

Bidang Pengelolan Informasi Publik.

Bupati Resmi Melepas Jemaah Calon Haji

Bupati Resmi Melepas Jemaah Calon Haji

Diskominfo, SP Gumas – Bupati Gunung Mas dalam sambutannya mengatakan, haji merupakan momen pertemuan akbar bagi manusia dari seluruh daunuia. Tuhan yang Maha kuasa mempertemukan mereka semua di waktu dan tempat yang sama. Sehingga terjalinlah suatu perkenalan, kedekatan, dan saling merasakan antara sesamanya. Bertuajuan untuk membentuk karakter umat yang refleksi kehajian yang mabrur.

Lanjut dia kepada kepada Jemaah calon haji selama diperjalan sampai tiba di tanah suci suapaya, menjaga kesehatan jasmani dan rohani ciptakan kebersamaan antara sesame jamaah, menjadi jamaah yang sabar, harmonis dan jamaah haji yang pandai bersyukur, menjunjung tinggi nilai-nilai ahhlaqul karimah, serta menjaga nama baik lembaga khususnya, umumnya masyarakat Kabupaten Gunung Mas.

“Kami juga memohon kepada Jemaah calon haji, untuk selalu berdoa di tempat-tempat yang mustajab, baik di madinah maupun di mekah, dengan harapan tidak hanya berdoa untuk diri sendiri dan keluarga semata, namun berdoa pula untuk seluruh masyarakat Gunung Mas, terutama untuk tercapainya masyarakat Gunung Mas yang mandiri, dinamis dan sekaligus amanah sosia, sehingga kami akan mampu menghadirkan kontribusi untuk melakukan proses perubahan di lingkungan masyarakat,” pintanya.

Sementara itu, Kankemenag Gunung Mas menyampaikan, dasar pelaksanaan ibadah haji telah dijamin oleh Pemerintah sesuai dengan undang-undang RI Nomor 13 tahun 2008 tentang penyelenggaraan ibadah haji. DanKementerian Agama selaku leading sector pelaksana dengan dinbantu oleh pemerintah daerah telah memberikan pelayanan yang prima terhadap masyarakat, khususnya penyelenggaraan ibadah haji.

Sesuai protap maka jama’ah calon haji akan masuk asrama haji emberkasi antara Palangka Raya pada tanggal 26 juli 2019. Pukul 13.00 wib. Kemudian akan menuju Arab Saudi pada tanggal 28 juli 2019 melalui bandara uadara internasional saymsudinnor Banjarmasin.

“H Anang Rusli berpesan saatnya nanti menjadi haji yang mabrur, serta dapat kembali ke tanah air dan keluarga dengan selamat dan manjadi masyarakat yang berakhlakkul karimah,” tandasnya.

Bidang Pengelolaan Informasi Publik.

Dinas Lingkungan Hidup Gelar Kajian Lingkungan Hidup Strategis

Dinas Lingkungan Hidup Gelar Kajian Lingkungan Hidup Strategis

Diskominfo, SP Gumas – Pemerintah Kabupaten Gunung Mas (Gumas) melalui Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Gunung Mas menggelar kegiatan Konsultasi Publik II Kajian Lingkungan Hidup Strategis RPJMD di Aula BP3D Kab. Gumas, Senin (15/7/2019) pagi.

Turut hadir Wakil Bupati Gunung Mas Ir. Efrensia L.P. Umbing, M.Si Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Gunung Mas Ir. Chalvin A. Sahay, SH., M.Si, narasumber dari Universitas Kristen Palangka Raya (Unkrip). Lukas, M.Si  Kepala OPD serta pihak terkait lainnya.

Dalam sambutan Bupati Gunung Mas Jaya S. Monong, SE., M.Si menuturkan, terkait dengan kegiatan kita hari ini, yaitu penyusunan Kajian Lingkungan Hidup Strategis (KLHS) Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) Kabupaten Gunung Mas yang dilaksanakan melalui kegiatan konsultasi publik II pada hari ini, di mana merupakan suatu upaya untuk meningkatkan pelayanan kesehatan yang berkualitas, pada tahap ini ditandai dengan adanya peningkatan pemanfaatan pelayanan kesehatan dasar dan rujukan oleh masyarakat Kabupaten Gunung Mas dan sekitarnya.

Melalui mekanisme asuransi kesehatan serta terdapat peningkatan proporsi pembiayaan kesehatan pada upaya promotif dan preventif sebagai perwujudan dan implementasi dari paradigma sehat dan pembangunan berwawasan kesehatan yang berimbas pada menurunnya penyakit yang disebabkan oleh faktor lingkungan dan penyakit yang disebabkan oleh faktor perilaku yang tidak sehat serta di sisi lain status gizi masyarakat meningkat, tumbuh kembang balita optimal, kesejahteraan meningkat, terwujudnya kesetaraan gender, dan terkendalinya pertumbuhan penduduk alami.

Lanjut Jaya S. Monong, SE., M.Si pembangunan berkelanjutan di samping mempunyai nilai ekonomi juga mengandung nilai moral dan nilai ekologi. Sebagai bangsa yang sedang melaksanakan pembangunan saat ini, kita mempunyai tanggung jawab moral terhadap generasi yang akan datang, yaitu memberikan kesempatan yang sama atau bahkan lebih baik bagi generasi mendatang.

“Sesuai dengan tujuan yang ingin dicapai melalui kegiatan ini, dia berharap penyelenggaraan kegiatan Konsultasi Publik II Kajian Lingkungan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) Kabupaten Gunung Mas ini bisa menampung berbagai masukan dan sharing informasi tentang bagaimana solusi dari permasalahan yang kita hadapi saat ini,” pungkasnya.

Bidang Pengelolaan Informasi Publik.

Tenaga Kesehatan Di Gumas Tetap Menjaga Profesionalisme

Tenaga Kesehatan Di Gumas Tetap Menjaga Profesionalisme

Diskominfo, SP Gumas – Kepala Dinas Kesehatan (Kadinskes) Kabupaten Gunung Mas (Kab. Gumas) dr. Maria Efianti mengharapkan tenaga kesehatan di Gumas  bekerja dengan tulus, iklas dan bahagia.

“Teman-teman tenaga kesehatan sudah memilih profesi sebagai tenaga kesehatan, maka jalankan tugas dan kewajiban dengan disiplin, kesabaran, cinta kasih, keikhlasan, ketulusan dan bahagia,” kata Maria, Senin (8/7/2019).

“Kalau tugas dan kewajiban dikerjakan dengan bahagia, pasiennya pun akan bahagia dan mendapatkan kembali kesehatannya, karena kesehatan pasien selain dari obat juga dari sikap dan tutur kata tenaga kesehatan yang baik,” ujar dr. Maria Efianti.

Yang tidak boleh dilupakan oleh tenaga kesehatan di Gumas, lanjut pejabat yang dekat dengan media, harus tetap menjaga profesionalisme. Tenaga kesehatan harus bekerja  secara profesional sesuai dengan standar yang ada.

“Menjaga profesionalisme dengan terus menerus mengupdate pengetahuan dan keterampilan karena untuk tenaga kesehatan ada yang namanya registrasi yang dilakukan tiap periode tertentu,” imbuhnya.

Untuk bisa teregistrasi sebagai tenaga kesehatan, lanjut dia, ada beberapa ranah yang harus dipenuhi antara lain ranah pengabdian, ranah pengetahuan yang di dalamnya termasuk pendidikan berkelanjutan dengan mengikuti seminar, workshop, pelatihan dan sebagainya.

Menyoal jumlah tenaga kesehatan di Gumas, mantan Direktur BLUD RSUD Kurun itu menuturkan tenaga kesehatan PNS (Pegawai Negeri Sipil) ada lebih 500  orang, dan tenaga kesehatan PTT (Pegawai Tidak Tetap) 300 orang lebih. Puskesmas ada 17. Puskesmas rawat inap ada 6, yakni di Sepang, Kampuri, Tewah, Tumbang Miri, Tumbang Talaken dan Tumbang Jutuh. Pustu (Puskesmas Pembantu) ada 46, serta Polindes (Pondok Bersalin Desa) dan Poskesdes (Pos Kesehatan Desa).

“Peningkatan sarana prasarana kesehatan tiap tahun kita lakukan. Sarana prasarana yang ada kita pelihara, kalau memungkinkan dikembangkan. Daerah yang belum ada sarana prasarana kesehatannya akan dibangun. Peralatan kesehatan yang ada kita lakukan pemeliharaan serta kalibrasi, dan pengadaan untuk peralatan kesehatan yang masih kurang,” jelasnya.

Bidang Pengelolaan Informasi Publik

Kemendikbud Gelar Sosialisasi Bahasa Indonesia

Kemendikbud Gelar Sosialisasi Bahasa Indonesia

Diskominfo, SP Gumas – Balai Bahasa Kalimantan Tengah (Kemendikbud). bekerja sama dengan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Gunung Mas menyelenggarkan kegiatan Sosialisasi Jejaring Kemitraan Pengajar Bahasa Indonesia bagi Penutur Asing dilaksanakan di Aula Tampung Penyang Kuala Kurun, Jumat (5/7/2019) pagi.

Kegiatan sosialisasi ini merupakan pertama bagi pelajar BIPA mengenal bahasa Indonesia sebagai lambang identitas nasional Indonesia, pelajar BIPA memahami bahasa Indonesia secara ligustis (ejaan fonologi, morfologi, sintaksis, dan kosakata). Pelajar BIPA mampu menggunakan bahasa Indonesia dalam berbagai ragamnya baik secara reseptif maupun produktif. Pelajar BIPA mampu mengapresiasi sastra Indonesia dalam berbagai bentuknya (prosa, puisi, drama, syair lagu).

Kegiatan sosialisasi dibuka oleh yang mewakili Kapala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Gunung Mas melalui Kepala Bidang Pembinaan PAUD dan DIKMAS Indra Yustina, S.Kom dalam sambutannya mengatakan, dengan kegiatan ini nantinya akan terbentuk Asosiasi BIPA di Kabupaten Gunung Mas, Asosiasi ini bisa menyediakan pengajar bahasa Indonesia untuk penutur Asing, sehingga pada akhirnya bahasa Indonesia dapat menjadi bahasa Internasional antar bangsa terutama di dunia kerja.

Kepala Balai Bahasa Kalimantan Tengah Drs. Wayan Tama, M. Hum menuturkan, kita berupaya untuk semua sektor baik itu di bidang pariwisata kebudayaan dalam kita menangani masalah-masalah orang asing yang bekerja di Indonesia agar kita memberikan semacam pemahaman-pemahaman kepada mereka, agar mereka menguasai bahasa Indonesia agar tidak terjadi masalah yang disharmonisasi.

“Saat ini pengajaran Bahasa Indonesia mulai dilirik dan diminati oleh warga negara lain, terutama yang berada di zona asia-pasifik. Saat ini lebih dari 22 negara menjadikan BI sebagai bahasa kedua mereka,” ucapnya.

Dikatakannya, Sebagai sebuah sistem, bahasa Indonesia harus dipandang sebagai salah satu kesatuaan yang utuh. Oleh karena itu, bahan ajar tata bahasa diintegrasiksn dengan bahan ajar aspek lain, begitu juga sistem tulis (ejaan). Aspek belajar bahasa lisan (menyimak dan berbicara) serta aspek belajar bahasa tulis (membaca dan menulis) dilakukan secara terintegrasi pula.

Di dalam negeri untuk menguatkan bahasa Indonesia bagi pekerja orang asing, diberbagai negara kita sudah melakukan kegiatan yang sama mendirikan lembaga-lembaga yang mengajarkan bahasa Indonesia itu di luar negeri.

Keterkaitan dengan pihak terkait para pemangku kepentingan yang semestinya bisa terlibat yang pertama wilayah Kabupaten, minimal Bupati yang bisa bekerja sama agar membuat semacam regulasi, setiap pekerjaan asing yang bekerja di wilayah Kabupaten yang bersangkutan, wajib tersertifikasi tentang penguasaan bahasa Indonesia.

“Langkah pertama untuk menindaklanjuti kegiatan sosialisasi ini adalah adanya payung hukum, setelah payung hukum itu kita mencari data base pendataan di Gunung Mas, di mana wilayah orang asing itu banyak disitu akan kita garap, kalau sudah terbagun data base, kami akan mendirikan Asosiasi, dari Asosiasi kami akan menjaring kerja sama, sehingga tidak susah-susah harus datang ke Kabupaten Gunung Mas tinggal kami melakukan monitoring,” Jelasnya.

Bidang Pengelolaan Informasi Publik.