Atap surya kini menjadi pemandangan yang tidak asing di ibukota, gedung-gedung pencakar langit telah memasang modul fotovoltaik di rooftop-nya untuk menyokong kebutuhan listrik lantai-lantai di bawahnya. Jajaran panel surya yang terpasang pada atap, dinding, atau bagian luar gedung lainnya ini dikenal sebagai Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) Atap.
Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Ignasius Jonan pun mengajak masyarakat untuk memasang PLTS Atap, karena selain mendukung program energi bersih yang bersumber dari energi terbarukan, pemasangan PLTS Atap juga dapat menghemat tagihan listrik bulanan. “Kalau kita bikin PLTS (Atap) ini juga akan menghemat tagihan listrik, listriknya juga bisa impor-ekspor dengan PLN,” ujar Menteri Jonan pada Kampanye Sejuta Surya Atap di Jakarta (28/7) lalu.
Tak hanya gedung perkantoran, kini perumahan pun bisa memasang PLTS Atap yang on-grid dengan jaringan listrik PT. Perusahaan Listrik Negara (Persero), yang diatur dalam Peraturan Menteri ESDM Nomor 49 Tahun 2018 tentang Penggunaan Sistem Pembangkit Listrik Tenaga Surya Atap oleh Konsumen PLN. Melalui peraturan ini, masyarakat juga bisa membayar tagihan listrik lebih murah melalui “ekspor-impor” listrik dengan PLN. Besaran penghematan berbeda-beda tergantung pada kapasitas daya yang dihasilkan serta besaran penggunaan listrik keseluruhan.
Selain memberikan peluang masyarakat dalam pemanfaatan energi terbarukan yang ramah lingkungan, kebijakan Pemerintah ini bertujuan untuk mengingkatkan peran energi baru terbarukan (EBT) dalam bauran energi nasional, percepatan peningkatan pemanfaatan energi surya, mendorong pengembangan bisnis dan industri panel surya, serta mengurangi emisi gas rumah kaca.
Daya yang dihasilkan dari PLTS Atap nantinya akan otomatis memotong tagihan listrik pengguna maksimal 65% dari total daya yang dihasilkan oleh PLTS Atap. Artinya 1 Watt listrik yang dihasilkan PLTS Atap akan langsung mengurangi harga listrik PLN maksimal 0,65 watt untuk bulan berikutnya. Sehingga pengguna hanya membayar sisanya ditambah dengan biaya penggunaan listrik dari PLN. Dengan demikian tagihan listrik akan lebih murah.
Bagi masyarakat yang berminat memasang PLTS Atap, ada beberapa ketentuan yang telah diatur dalam Permen ESDM Nomor 49 Tahun 2018, antara lain:
Kapasitas maksimum sistem PLTS Atap adalah 100% dari daya tersambung pelanggan PLN;
Perhitungan ekspor-impor sistem PLTS Atap dihitung berdasarkan nilai kWh ekspor yang tercatat pada meter kWh ekspor-impor x 65%. Surplus ekspor akan diakumulasikan pada bulan berikutnya sebagai kWh pengurang tagihan. Setiap tiga bulan jika masih terjadi surplus maka akan dinihilkan (reset ke 0);
Instalasi Sistem PLTS Atap wajib memiliki Sertifikat Laik Operasi (SLO), SLO Instalasi Sistem PLTS Atap dengan kapasitas sampai dengan 25 kiloWatt (kW) merupakan bagian dari SLO instalasi pemanfaatan tenaga listrik tegangan rendah.
Konsumen PLN dari golongan tarif industri dikenai biaya kapasitas (capacity charge) dan biaya pembelian energi listrik listrik darurat (emergency energy charge). Pengaturan biaya kapasitas bagi pengguna PLTS Atap golongan industri yang tersambung dengan PLN (on-grid) mengacu pada Permen ESDM No. 01 Tahun 2017;
Konsumen PT PLN yang berminat memasang PLTS Atap harus mengajukan permohonan pembangunan PLTS Atap kepada PLN Wilayah/Distribusi;
Pemasangan PLTS Atap harus dilakukan oleh badan usaha (perusahaan) yang memiliki sertifikat badan usaha ketenagalistrikan dan ijin usaha pemasangan dan penyambungan instalasi listrik (instalatir bersertifikat). Instalasi yang telah memenuhi SPLN dan SNI yang mengatur tentang keamanan dan keselamatan instalasi dapat dilihat pada daftar berikut: //ebtke.esdm.go.id/post/2019/08/02/2306/daftar.badan.usaha.pembangunan.dan.pemasangan.plts
Sumber dilansir dari https://kominfo.go.id/ , https://nusantaratv.com
Diskominfo, SP Gumas – Lomba Pesta Paduan Suara Gerejawi (Pesparawi) yang ke enam Tingkat Kabupaten Gunung Mas Tahun 2019 digelar di Kelurahan Tumbang Miri Kecamatan Kahayan Hulu Utara (Kahut) tersebut akan berlangsung selama 4 hari terhitung dari tanggal 1 s/d 4 September 2019.
Kegiatan ini bukan hanya sekedar bernyanyi untuk berlomba tetapi untuk memuliakan Nama Tuhan melalui segala tingkah laku dan kerja sama yang mencerminkan persekutuan umat Kristen yang berlandaskan kasih.
Selain itu Pesparawi juga mempunyai maksud dan tujuan yakni untuk meningkatkan kualitas iman dan ketaqwaan dalam kehidupan sehari-hari, serta menumbuhkan pembinaan mental dan spiritual, moral dan etika umat kristen sebagai perwujudan iman kristen dalam berjemaat, bermasyarakat, berbangsa dan bernegara yang berlandaskan pancasila dan UUD 1945.
Kegiatan Pesparawi Ke-IV ini di buka langsung oleh Bupati Gunung Mas Jaya Samaya Monong, SE, M.Si, dengan menekan tuts piano tanda bahwa kegiatan tersebut telah resmi dibuka, Minggu (1/9/2019).
Acara Pembukaan bertempat di Halaman Gereja “Gawi Asi” tersebut di awali dengan Ibadah yang kemudian dilanjutkan dengan defile (arak-arakan) masing-masing perwakilan dari 12 Kecamatan melintasi tenda kehormatan serta pengukuhan dewan juri di penghujung acara.
Dalam Laporan Ketua Panitia Penyelenggara yang disampaikan Oleh Ir. Yohanes Tuah, M.Si, total jumlah peserta yang mengikuti lomba yang terdiri dari 12 kecamatan tersebut sebanyak 1.589 orang termasuk official, Ucapnya.
Adapun Lomba yang akan dilombakan adalah sebanyak 11 kategori lomba yakni : paduan suara dewasa campuran, paduan suara pria, paduan suara wanita, paduan suara remaja/pemuda, paduan suara anak, solis remaja putri, solis remaja putra, solis anak usia 6-8 tahun, solis anak usia 9-13 tahun, vocal grup dan musik pop gerejawi.
Turut Hadir Wakil Bupati Gumas Effrensia L.P Umbing beserta Suami, Sekda Gumas, Waket DPRD Gumas Sementara, Wakapolres Gumas, Pabung 1011 PLK, Kepala Kemenag Gumas, Kepala OPD, Semua Camat, Ketua Majelis Sinode GKE, Ketua LPPD Provinsi Kalteng, Ketua LPPD Gumas, Tokoh Masyarakat, Tokoh Agama serta tamu undangan dan masyarakat sekitar Keluaharan Tumbang Miri.
Diskominfo, SP Gumas – Peringatan HUT Kemerdekaan RI Ke-74 menjadi momen yang spesial bagi Kabupaten Gunung Mas (Gumas). Pasalnya Kabupaten Gumas berhasil memperoleh Peringkat III Penghargaan sebagai Kabupaten/Kota Menuju Informatif Tingkat Provinsi Kalimantan Tengah Tahun 2019.
Penyerahan penghargaan Keterbukaan
Informasi Publik ini diserahkan langsung oleh Wakil Gubernur Kalteng,
Habib Ismail bin Yahya kepada Pemkab Gumas yang diwakili oleh Kepala
Dinas Komunikasi dan Informatika, Statistik dan Persandian
(DiskominfoSP) Kabupaten Gumas, Dihel, SE., M.Si pada peringatan HUT
Proklamasi Kemerdekaan ke-74 RI Tingkat Provinsi Kalteng di Lapangan
Sanaman Mantikei Palangka Raya, Sabtu (17/08/2019).
Pelaksanaan keterbukaan informasi publik
merupakan amanat Undang-Undang Nomor 14 Tahun 2008 tentang Keterbukaan
Informasi Publik yang wajib dilaksanakan oleh badan publik baik pusat
maupun daerah.
Komisi Informasi (KI) Kalteng bersama
Diskominfo Provinsi Kalteng pada Tahun 2019 melakukan monitoring dan
evaluasi keterbukaan informasi publik pada pemerintah daerah/kota,
lembaga publik baik vertikal dan daerah se-Kalteng.
Tahapan monitoring dan evaluasi terhadap
unsur-unsur yang dinilai antara lain adalah penyampaian isian kuisioner
dengan indikator Pengembangan Website, Pengumuman Informasi Publik,
Pelayanan Informasi Publik dan Penyediaan Informasi Publik.
Kemudian pada tahap selanjutnya adalah
verifikasi dan visitasi yang dilakukan oleh KI ke seluruh Kab/Kota di
Kalteng. Tahap terakhir adalah presentasi/pemaparan bagi kab/kota yang
masuk nominasi di depan Komisi Informasi Pusat terhadap Komitmen,
Koordinasi dan Inovasi dalam pengelolaan PPID yang telah dilaksanakan
pada tanggal 24 Juli 2019 di Palangka Raya.
Pelaksanaan keterbukaan informasi publik
di Kabupaten Gumas melalui PPID Utama telah melalui semua tahapan,
dimana komitmen pimpinan mendukung penuh dalam pengelolaan PPID dengan
jumlah upload informasi dan dokumentasi dalam aplikasi PPID kurang lebih
200 informasi.
Dihel, SE., MS.i selaku Kepala Dinas
Kominfo, SP Kabupaten Gunung Mas menyatakan bahwa penghargaan ini adalah
berkat dukungan pimpinan dan kerjasama semua perangkat daerah terutama
dalam menyediakan elemen informasi/data yang ditampilkan pada aplikasi
PPID serta dukungan melalui beberapa inovasi keterbukaan informasi yang
ada di masing-masing Perangkat Daerah.
“Harapannya dengan penghargaan yang telah diterima lebih memacu Pemerintah Kabupaten Gunung Mas untuk menyiapkan dan menyediakan informasi yang beragam serta bermanfaat bagi masyarakat serta terus meningkatkan kualitas dan kuantitas data informasi`bersama PPID pembantu se-Kabupaten,” pungkasnya.
Diskominfo, SP Gumas – Pemerintah Kabupaten Gunung Mas menggelar Apel Besar dalam rangka peringatan HUT Ke-74 Kemerdekaan Republik Indonesia Ke-74 yang bertempat di halaman Kantor Bupati Gunung Mas pada pukul 09.30 WIB, Sabtu (17/8/2019).
Dengan Tema Nasional : SDM Unggul Indonesia Maju dan Sub Tema : Dengan Semangat HUT RI ke – 74, Kita Berjuang Bersama Menuju Gunung Mas Bermartabat, Maju, Berdaya Saing, Sejahtera dan Mandiri.
Turut hadir Dandempal Letkol Ir. Uskar Tunjung., MM, Ketua DPRD Drs. H. Gumer beserta Isteri, Kapolres Gunung Mas AKBP Yudi Yuliadin, S.I.K., M.Si, Ketua Pengadilan Negeri Darminto Hutasoit, S.H., MH, Kajari Gunung Mas Koswara, SH., M.H, Ketua Pengadilan Agama Muhammad Aliudin, S.Ag, M.H, Sekda Gunung Mas Drs. Yansiterson, M.Si, Ketua TP-PKK Mimie Mariatie Jaya S. Monong, Bapak DK Mandarana, Asisten, Staf Ahli dilingkungan Pemkab Gumas, Kepala OPD, Tokoh Masyarakat, Tokoh Adat, serta undangan lainnya.
Sebagai inspektur upacara Bupati Gunung
Mas Jaya Samaya Monong, SE., M.Si, pembaca Naskah Proklamasi Ketua DPRD
Drs. H. Gumer, Komandan Upacara Danramil Kurun Kapten INF. M. Ayyub,
Perwira Upacara PELT Sutanto, pembawa baki Retni Novaliasani dari SMA 1
Sepang.
Usai upacara tersebut ada penyerahan santunan jaminan kematian BPJS Ketenagakerjaan Oleh Bupati Gunung Mas Jaya S Monong, SE., M.Si kepada ahli waris Alm. Bapak Suwandi selaku Pemerintah non Pegawai Negeri Dinas Satuan Polisi Pamong Praja Kabupaten Gunung Mas, kepada Bapak Margo selaku ayah kandung dari Alm.
Bupati Gunung Mas Jaya S. Monong berpesan, isilah kemerdekaan yang ke 74 tahun dengan bekerja yang baik, dan untuk masyarakat mari kita bersama-sama membangun sehingga Gunung Mas sejahtera dan bermartabat Dirgahayu Indonesia yang Ke-74.
Dilansir dari HamauhFM, Dalam rangka memeriahkan HUT Ke 74 RI, DiskominfoSP Gunung Mas (Gumas), menggelar berbagai perlombaan antar bidang di area Kantor DiskominfoSP Gumas, Jumat (16/8/2019) pagi.
Perlombaan yang dilaksanakan tersebut, yaitu lomba membawa kelereng menggunakan sendok, lomba makan keropok, dan lomba volly ball dengan net menggunakan spanduk dengan peserta ASN dan PTT di lingkup DiskominfoSP Gumas.
Kepala DiskominfoSP Gumas, Dihel mengatakan. Perlombaan itu, sifatnya mendadak, karena merupakan inisiatif dari internal kantor untuk mengadakan lomba. “Iya. Itu ide dari kawan-kawasn DiskominfoSP, sehingga bisa terselenggara lomba itu,” ucapnya kepada HamauhFM, Jumat.
Berkaitan dengan momentum kemerdekaan ke 74 Negara RI, ia mengajak kepada seluruh ASN maupun PTT di lingkup DiskominfoSP Gumas untuk lebih disiplin dan giat lagi dalam meningkatkan kinerjanya.
Dengan semangat kemerdekaan RI, mari kita terus melaksanakan disiplin dan tingkatkan kinerja kita, berjuang bersama turut serta Kabupaten Gunung Mas lebih baik lagi,” demikian Dihel.
Diskominfo, SP Gumas – Pemerintah Kabupaten Gunung Mas
menggelar talkshow, penyelenggara Radio Host LPPL Hamauh FM Kabupaten
Gunung Mas Kalimantan Tengah (Kalteng) dengan akses streaming di Studio
Radio Hamauh FM 98,7 Jalan Letjen Soeprapto Kuala Kurun, Kamis
(15/8/2019) pagi.
Ketua Tim Komunikasi Ibukota Negara dari Bappenas Bapak Dr. Ir. Himawan Hariyoga, Msc selaku Narasumber, juga hadir Wakil Bupati Gunung Mas Ir. Efrensia L.P Umbing, M.Si, dan yang menjadi Host dalam acara tersebut adalah Sekdis Dinas Kominfo SP Dra. Turina Baboe didampingi Penyiar Kondang Radio Hamauh FM Yoprin Tamehas.
Ketua Tim Komunikasi Ibukota Negara dari Bappenas Bapak Dr. Ir.
Himawan Hariyoga, Msc mengatakan, dari rencana pemindahan Ibu kota
pemerintahan, ada kajian awal yang harus dilakukan sosial ekonomi,
budaya bahkan aspek pembangunan.
Dalam penetapan lokasinya, ada
beberapa kriteria, karena lokasi yang ditengah-tengah itu adalah
merupakan salah satu dari sekian daerah di Indonesia. Karena lokasinya
strategis tidak ada resiko bencana, gempa bumi, tsunami, banjir,
kebakaran hutan dan lahan.
Lanjut dia ada kepastian lahan yang
luas, karena yang di bangun ini nantinya akan mencakup luas wilayah
tahap awal, memang nanti hanya mencakup wilayah sekitar 2.000 hektar
bahkan lebih kawasan inti pusat pemerintahan, tetapi itu akan di
kembangkan.
“Yang di maksud Indonesia sentrik ini, bukan hanya dari aspek lokasinya di tengah-tengah, supaya dalam segi pembangunan kita ini tidak lagi Indonesia sentrik, manfaat dari pembangunan ini bisa dirasakan oleh seluruh masyarakat Indonesia, karena 90 persen penduduk itu adalah jawa pada intinya kita lebih memeratakan seluruh Indonesia” ujarnya.
Kalimantan ini dipilih karena paling rendah resiko bencana alam.
Wakil Bupati Gunung Mas Ir. Efrensia
L.P. Umbing mengatakan, keunggulan wilayah tersebut, tersedia lahan yang
cukup luas, Pemerintah Kabupaten Gunung Mas telah mengalokasikan lahan
kurang lebih 120 hektar, daerah ini cukup strategis dari segi
tofografinya jauh dari bencana baik gempa bumi, banjir tidak ada erosi,
gunung berapi.
“Jika memang Kalimantan Tengah yang
dipilih, dan tentunya ada segitiga emas, penyiapan sumber manusia yang
ada di daerah kami ini di persiapkan dengan sebaik-baiknya sehingga
masyarakat asli Gunung Mas tidak akan terjadi ketertinggalan.
“Sepanjang perjalanan pemindahan Ibukota Pemerintahan dalam satu rangkaian pembangunan jangka panjang 25 tahun. Kami mohon peraturan yang mengantisipasi dampak yang tidak diinginkan terjadi dalam perjalanan 25 tahun jangan sampai proses pemindahan Ibu kota ini menimbulkan masalah yang baru yang lebih sulit,” tandasnya.