“meningkatkan akses masyarakat terhadap air minum dan sanitasi yang berkelanjutan”

“meningkatkan akses masyarakat terhadap air minum dan sanitasi yang berkelanjutan”

Gunung Mas – Badan Perencanaan, Penelitian, dan Pengembangan Daerah (BP3D) Kabupaten Gunung Mas (Gumas) menggelar sosialisasi Program Penyediaan Air Minum dan Sanitasi Berbasis Masyarakat (Pamsimas) III tahun 2016-2019. Ini merupakan kelanjutan program pamsimas I (2008-2012) dan pamsimas II (2013-2016).

“Sosialisasi pamsimas III ini bertujuan untuk meningkatkan akses masyarakat terhadap air minum dan sanitasi yang berkelanjutan, di wilayah desa dan pinggiran kota,” ucap Asisten II Setda Gumas Yohanes Tuah, di Aula Kantor BP3D setempat, Senin (28/10) pagi.

Dia mengatakan, pamsimas III merupakan instrumen pelaksanaan dua agenda nasional, untuk meningkatkan cakupan penduduk terhadap pelayanan air minum dan sanitasi layak berkelanjutan yakni, air bersih untuk rakyat serta sanitasi total berbasis masyarakat.

“Melalui program ini, akan mampu menghasilkan infrastruktur air minum dan sanitasi berskala kecil dengan pembiayaan yang relatif rendah dan kualitas konstruksi yang baik. Untuk itu, para pelaku program diharapkan dapat meningkatkan dampak positif yang dihasilkan dari program pamsimas,” ujarnya.

Dia menuturkan, sasaran yang ingin dicapai melalui program pamsimas III adalah, tambahan penduduk mengakses sarana air minum aman dan berkelanjutan, mengakses sanitasi yang baik, masyarakat desa  mampu menerapkan program stop buang air besar sembarangan (SBS), mengadopsi perilaku program cuci tangan pakai sabun (CTPS).

“Kami juga ingin Pemerintah Kabupaten (Pemkab) memiliki dokumen perencanaan daerah bidang air minum dan sanitasi, serta mempunyai peningkatan di bidang air minum dan sanitasi,” terangnya.

Ada beberapa strategi yang diterapkan dalam program Pamsimas III, yakni mengubah perilaku masyarakat untuk hidup bersih dan sehat melalui pembangunan sistem penyediaan air minum (SPAM) dan sanitasi berbasis masyarakat, mengarusutamakan pendekatan penbangunan berbasis masyatakat dalam pembangunan SPAM dan sanitasi, serta penguatan peran pemerintah desa untuk membina dan mengawasi penyelenggaraan SPAM, meliputi pengembangan dan pengelolaan termasuk dukungan pembiayaan.

“Kontribusi desa-desa, masyarakat, serta pihak-pihak yang peduli dengan air minum dan sanitasi sangat diharapkan untuk dapat menyukseskan program pamsimas III,” tuturnya.

Sementara itu, Plt Sekretaris BP3D Kabupaten Gumas Beben Martinus mengatakan, program pamsimas III bertujuan untuk meningkatkan jumlah masyarakat kurang terlayani termasuk berpendapatan rendah di wilayah pedesaan, sehingga dapat mengakses pelayanan air minum dan sanitasi 100 persen yang berkelanjutan.

“Selain itu, untuk meningkatkan penerapan nilai-nilai dan perilaku hidup bersih dan sehat, dalam rangka pencapaian tujuan pembangunan berkelanjutan,” katanya.

Dia menambahkan, ada beberapa kriteria desa sasaran program pamsimas III, yakni belum pernah mendapatkan program pamsimas, cakupan akses air minum aman masih rendah, cakupan akses sanitasi layak masih rendah, prevalensi penyakit diare yang ditularkan melalui air dan lingkungan masih tergolong tinggi, memiliki potensi sumber air baku.

“Sejauh ini, antusias desa dalam mengikuti program pamsimas ini cukup besar. Bagi desa-desa yang berminat untuk mengikuti program ini, harus dapat mengikuti semua aturan yang telah ditetapkan oleh pemerintah pusat, terkait persyaratan yang diperlukan untuk dapat mengikuti program ini,” tukasnya.

Rakor Tim Inovasi Kabupaten (TIK) Program Inovasi Desa (PID) tahun 2019 Digelar

Rakor Tim Inovasi Kabupaten (TIK) Program Inovasi Desa (PID) tahun 2019 Digelar

Diskominfo, SP Gumas – Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DPMD) Kabupaten Gunung Mas (Gumas) menggelar  rapat koordinasi (rakor) Tim Inovasi Kabupaten (TIK) Program Inovasi Desa (PID) tahun 2019.

“Rakor ini bertujuan untuk meningkatkan kapasitas dan kualitas pelayanan dan pengelolaan program, oleh pelaku program, pembangunan, pemberdayaan masyarakat, serta meningkatkan pengetahuan dan keterampilan masyarakat desa, dalam upaya memperoleh akses serta kualitas pelayanan pendidikan dan kesehatan,” ucap Kepala DPMD yang juga Ketua Pokja TIK Kabupaten Gumas Yulius Agau, di Aula BP3D setempat, Rabu (23/10).

Inovasi dalam praktik pembangunan dan pertukaran pengetahuan, yang dipetik dari hasil kerja desa-desa. dukungan teknis dari penyedia jasa layanan teknis secara profesional.

Beliau menuturkan, ada beberapa hal mendasar dalam PID yakni inovasi dalam praktik pembangunan dan pertukaran pengetahuan, yang dipetik dari hasil kerja desa, serta dukungan teknis dari penyedia jasa layanan teknis secara profesional.

“Kedua unsur ini kita yakini akan memberikan kontribusi signifikan terhadap pemenuhan kebutuhan masyarakat melalui pembangunan, yang didanai dari APBDes khususnya dana desa,” ujarnya.

Dilanjutkan dia, keberadaan PID diharapkan dapat menjawab kebutuhan desa terhadap layanan teknis yang berkualitas, merangsang munculnya inovasi dalam praktik pembangunan, dan solusi inovatif untuk menggunakan dana desa secara tepat dan seefektif mungkin.

Kami berharap rakor ini dapat menjadi forum diskusi bersama, agar kita semua dapat kembali menyusun strategis teknis implementasi kegiatan program dan mempertegas komitmen, fungsi, dan peran bersama sebagai bagian upaya kita untuk terus mendukung dan mensukseskan program pemerintah, demi mewujudkan kesejahteraan dan kemajuan masyarakat khususnya di Kabupaten Gumas.

Kepada Kecamatan yang telah melaksanakan kegiatan Bursa Inovasi Desa (BID) agar Camat, Pendamping Desa dan TPID agar mohon bantuan dan kerjasamanya untuk dapat mendampingi dan mengkomitmenkan apa yang telah ditulis dalam kartu komitmen agar dilaksanakan dan dianggarkan dalam APBDesa Tahun 2020,” ujarnya.

Ditempat yang sama, Koordinator Pokja PPID TIK Herianto mengatakan, rakor ini bertujuan untuk menjembatani kebutuhan pemerintah desa dalam mencari solusi untuk penyelesaian masalah, serta inisiatif kegiatan pembangunan desa dalam rangka penggunaan dana desa yang lebih efektif dan inovatif.

“Yang mengikuti Rakor ini berjumlah 95 peserta, terdiri dari TIK PID berjumlah 24 orang, para camat, tim pelaksana inovasi desa 36 orang, tenaga ahli P3MD 6 orang, pendamping desa 20 orang, dan penyedia P2KTD lima orang,” terangnya.

DLH Gumas Gelar “In House Training” Penyusunan Kajian  Lingkungan Hidup Strategis (KLHS)

DLH Gumas Gelar “In House Training” Penyusunan Kajian Lingkungan Hidup Strategis (KLHS)

Diskominfo, SP Gumas – Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Gunung Mas (Gumas) mennggelar acara in house training penyusunan kajian lingkungan hidup strategis (KLHS), bertempat di Aula GPU Tampung Penyang Kuala Kurun, Selasa (22/10/2019).

Ketua panitia Karno Perry menyampaikan, tujuan dari in house training penyusunan kajian lingkungan hidup strategis (KLHS), untuk memberikan pengetahuan dan pembelajaran lingkungan hidup strategis (KLHS).

“Adapun in house training ini dilaksanakan selama 4 (empat) hari dari tanggal 22 – 25 Oktober 2019, jumlah peserta yang mengikuti kegiatan tersebut berjumlah 25 orang yang terdiri dari SKPD yang terdapat pada Pemkab Gumas,” uajarnya.

Sementara itu Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Gunung Mas Ir. Calvin A. Sahay, SH., MH, mengatakan, kajian lingkungan hidup strategis yang selanjutnya disingkat KLHS adalah rangkaian analisis yang sistematis, menyeluruh, dan partisipatif untuk memastikan bahwa prinsip pembangunan berkelanjutan telah menjadi dasar dan terintegrasi dalam pembangunan suatu wilayah atau kebijakan, rencana program.

“Pegawai Negeri Sipil (PNS) sebagai unsur utama Sumber Daya Manusia Aparatur Negara mempunyai peranan yang menentukan keberhasilan penyelenggaraan pemerintahan dan pembangunan. Untuk, dapat membentuk sosok PNS yang berdaya saing. Dilaksanakan pembinaan melalui jalur Pendidikan dan Pelatihan (Diklat) yang mengarah pada upaya peningkatan SDM,” ungkapnya.

Bupati Gunung Mas Jaya Samaya Monong, SE., M.Si dalam hal ini diwakili Staf Ahli Bupati Gunung Mas Bidang Kemasyarakatan dan Sumber Daya Manusia Salampak Haris, S.Sos menerangkan, Kabupaten Gunung Mas dengan luas wilayah 10.804 Km2 merupakan kabupaten terluas keenam dari 14 Kabupaten di Provinsi Kalimantan Tengah.

In House Training pada hari ini, dimana merupakan suatu upaya internalisasi kepentingan lingkungan hidup dan prinsip-prinsip pembangunan berkelanjutan ke dalam perencanaan Kabupaten Gunung Mas,” tuturnya.

Beliau mengatakan, pembangunan berkelanjutan umumnya didefinisikan sebagai pembangunan yang dapat memenuhi kebutuhan kita saat ini tanpa menghilangkan kemampuan generasi yang akan datang untuk memenuhi kebutuhan mereka. Untuk tercapainya pembangunan berkelanjutan diperlukan tiga syarat, yaitu terlanjutkan secara ekologi, ekonomi dan sosial. Dengan demikian, pembangunan berkelanjutan dapat diartikan sebagai upaya meningkatkan kualitas kehidupan secara berkelanjutan.

saya berharap penyelenggaraan Kegiatan In House Training PENYUSUNAN KAJIAN LINGKUNGAN HIDUP STRATEGIS (KLHS) ini bisa menampung berbagai masukan dan sharing informasi tentang bagaimana solusi dari permasalahan yang kita hadapi saat ini serta unsur utama Sumber Daya Manusia Aparatur Negara yang menentukan keberhasilan penyelenggaraan pemerintahan dan pembangunan.

“Kepada seluruh peserta, saya ucapkan selamat mengikuti kegiatan ini, semoga mendapatkan kemajuan peningkatan kualitas lingkungan hidup dan kemajuan pembangunan untuk daerah yang kita cintai, serta segala upaya kita semua senantiasa mendapat bimbingan dan berkat dari Tuhan Yang Maha Kuasa,” pungkasnya.

Dinas PMD Gelar Rakor Satker Program Pembangunan dan Pemberdayaan Masyarakat Desa (P3MD) Tahun 2019

Dinas PMD Gelar Rakor Satker Program Pembangunan dan Pemberdayaan Masyarakat Desa (P3MD) Tahun 2019

Diskominfo, SP Gumas – Pemerintah Kabupaten Gunung Mas (Gumas), melalui Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DPMD) menggelar Rapat Koordinasi (Rakor) Satuan Kerja (Satker) Program Pembangunan dan Pemberdayaan Masyarakat Desa (P3MD) tahun 2019, yang dilaksanakan selama dua hari yakni 21-22 Oktober mendatang.

”Pelaksanaan rakor ini untuk menganalisa dan mengevaluasi program yang telah berlangsung, serta berkoordinasi dalam perumusan langkah pemecahan masalah yang menjadi hambatan antara satker provinsi dengan kabupaten, maupun pihak yang terlibat dalam pengawasan dana desa,” ucap Kepala DPMD Kabupaten Gumas Yulius Agau, di Aula BP3D Kuala Kurun, Senin (21/10) pagi.

Untuk memastikan perencanaan yang baik, disediakan tenaga pendamping lokal desa, pendamping desa, dan tenaga ahli sesuai bidang. Mereka ditugaskan untuk membina dan memfasilitasi dalam peningkatan kualitas penyelenggaraan pemerintah desa.

Melalui rakor ini, lanjut dia, akan dapat menyepakati hal-hal penting dalam penyelenggaraan pemerintah dan pemberdayaan masyarakat desa, meliputi penguatan pokjanal posyandu, strategi pelaksanaan konvergensi percepatan penurunan stunting, penguatan prioritas penggunaan dana desa, serta tindak lanjut replikasi kegiatan bursa inovasi desa pada perencanaan dan penganggaran tahun 2020.

“Kami berharap pelaksanaan rakor ini akan dapat menghasilkan kontribusi nyata bagi percepatan pembangunan di desa. Untuk itu, kepada seluruh tenaga ahli, pendamping desa dan pendamping lokal desa, untuk selalu displin dalam melaksanakan tugas, dan meningkatkan koordinasi dengan DPMD, SOPD terkait, Camat, dan Kepala Desa (kades),” ujarnya.

Sementara itu, Ketua Panitia yang juga Sekretaris DPMD Kabupaten Gumas Jepin mengatakan, rakor ini bertujuan untuk evaluasi dan koordinasi pelaksanaan program/kegiatan pendampingan, merumuskan langkah pemecahan masalah selama kegiatan P3MD, serta pengendalian dan konsolidasi rencana kerja tindak lanjut (RKTL) masing-masing kecamatan.

”Pelaksanaan rakor ini diikuti oleh 72 orang peserta yang terdiri dari pihak DPMD lima orang, para camat, tenaga ahli P3MD enam orang, pendamping desa 21 orang, dan pendamping lokal desa 28 orang,” pungkasnya.

Sekda Gumas Buka Workshop Ekspose RAD AMPL

Sekda Gumas Buka Workshop Ekspose RAD AMPL

Diskominfo, SP Gumas – Pemerintah kabupaten Gunung Mas (Gumas) melalui Badan Perencanaan, Penelitian dan Pengembangan Daerah (BP3D) pada Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Wilayah, menggelar acara workshop ekspose RAD AMPL bertempat di Aula BP3D, Kamis (17/10/2019).

Dalam kesempatan tersebut Ketua Panitia Drs. Salampak, M.Si melalui Kepala Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Wilayah Beben Martinus, ST.,MT mengatakan, Kegiatan Workshop Ekspose Rencana Aksi Daerah Air Minum dan Penyehatan Lingkungan (RAD AMPL) Kabupaten Gunung Mas 2019 – 2024 ini, tiap Perangkat Daerah teknis akan melakukan paparan mengenai usulan program dan kegiatan prioritas serta tahun pelaksanaan/ implementasi dari program dan kegiatan dan pagu anggaran yang dialokasikan oleh masing – masing Perangka Daerah sesuai dengan RENSTRA masing – masing Perangkat Daerah teknis.

”Tujuan dari kegiatan Workshop sehari Ekspose RAD AMPL merupakan wadah pengembangan kesepahaman dan kesepakatan daerah tentang substansi Rancangan Akhir RAD AMPL yang selanjutnya akan disahkan sebagai dokumen  RAD AMPL Kabupaten Gunung Mas 2019 – 2024,” ujarnya.

Sekretaris Daerah (Sekda)  Kabupaten Gunung Mas Selaku Ketua Pokja AMPL, Drs. Yansiterson, M.Si mengatakan, Dalam Kegiatan tersebut hal yang menjadi poin penting adalah kesepakatan kita semua dalam hal usulan program dan kegiatan prioritas serta tahun pelaksanaan, implementasi dari program dan kegiatan dan pagu anggaran yang dialokasikan oleh masing – masing Perangkat Daerah yang nanti akan melakukan paparan mengenai program dan kegiatan yang diusulkan yang tentunya harus selaras dengan RENSTRA masing – masing Perangkat Daerah teknis.

Tujuan Program PAMSIMAS III tahun 2016 – 2019 adalah untuk meningkatkan jumlah warga masyarakat kurang terlayani termasuk masyarakat berpendapatan rendah di wilayah perdesaan yang dapat mengakses pelayanan air minum dan sanitasi 100% yang berkelanjutan untuk meningkatkan penerapan nilai – nilai dan perilaku hidup bersih dan sehat.

“Dalam kesempatan ini Semoga dengan dilaksanakannya Kegiatan Workshop Ekspose Rencana Aksi Daerah Air Minum dan Penyehatan Lingkungan (RAD AMPL) Kabupaten Gunung Mas 2019 – 2024 ini, dapat di hasilkan rumusan program dan kegiatan bidang Air Minum dan Penyehatan Lingkungan (AMPL) untuk mencapai 100% akses air minum dan akses sanitasi di Kabupaten Gunung Mas,” pungkasnya.

Turut hadir Wakil Ketua II DPRD Kab. Gumas Neni Yuliani, S.S.Pel, Kepala BP3D Kabupaten Gunung Mas Drs. Salampak., M.Si, Kepala Bapedalitbang Provinsi Kalimantan Tengah dalam hal ini diwakili oleh Kasubbid Perhubungan, Komunikasi dan Inforatika M. Ansori, ST., MT, Kepala SKPD dilingkup Pemkab Gumas, serta undangan lainnya.

Pemkab Gumas Laksanakan Konsultasi Publik II Penyusunan RDTR

Pemkab Gumas Laksanakan Konsultasi Publik II Penyusunan RDTR

Gunung Mas – Asiten Perekonomian Setda Kabupaten Gunung Mas Ir. Yohanes Tuah, M.Si menghadiri Konsultasi Publik Kawasan Perkotaan Kuala Kurun Kabupaten Gunung Mas (Gumas), Provinsi Kalimantan Tengah bertempat di Aula Hotel Zefanya, Kamis (9/10/2019) pagi.

Masing-masing SKPD terkait, melakukan Penandatanganan berita acara  Konsultasi Publik KLHS RDTR Kawasan Perkotaan Kauala Kurun, Kamis (10/10/2019).

Hadir dalam kegiatan tersebut Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Ir. Calvin A. Sahay, Narasumber Kementrian ATR/BPN Hangsono Suryo, Kepala Dinas PU yang diwakili oleh Kepala Bidang Tata Ruang Hermawan, ST., MT.Eng, serta peserta SKPD terkait lainnya lingkungan Pemkab Gumas.

Hangsono Suryodalam paparannya, KLHS adalah sebuah bentuk tindakan strategis dalam menentukan, mengarahkan, dan menjamin tidak terjadinya efek negatif terhadap lingkungan dan keberlanjutan yang dipertimbangkan secara bersama dalam kebijakan, rencana dan program.

Kewajiban penyusunan KLHS RTRW berserta Rencana Rincianya berdasarkan UU 32/2009 tentang Perlindungan dan Pengelolaan LH.

Tujuan dan manfaat penyusunan KLHS memastikan prinsip pembangunan berkelanjutan telah menjadi dasar dan teritegrasi dalam pembangunan.

“Lanjut dia menjamin bahwa setiap kebijakan, rencan dan program “lebih hijau” dalam artian dapat menghindarkan atau mengurangi dampak negatif terhadap lingkungan hidup. Melindungi aset-aset sumberdaya alam dan lingkungan hidup guna menjamin berlangsungnya pembangunan berkelanjutan dan memfasilitasi kerjasama antar stakeholder untuk mencegah konflik berbagai pemanfaat,” katanya.

Sementara itu, Asisten II Ir. Yohanes Tuah, M.Si mengatakan, apa yang kita lakukan ini membawa manfaat yang positif, artinya tidak hanya berhenti disini saja, karena proses konsekwen pelaksanaan kegiatan penyusunan KLHS RTDR masih berjalan.

“Kalau ada hal-hal yang dianggap penting, didalam forum ini yang belum disampaikan, bisa sampaikan ke Dinas Pekerjaan Umum melalui Bagian Tata Ruang, dan atas nama Pemerintah Daerah saya mengucapkan terima kasih kepada kita semua,” pungkasnya saat menutup kegiatan.

Press Rilis Bidang Pengelolaan Informasi Publik.