oleh diskominfosp | Apr 25, 2018 | Berita Kabupaten |
Gunung Mas – Badan Kepegawaian, Pendidikan dan Pelatihan Daerah (BKPPD) Kabupaten Gunung Mas, mengusulkan kepada Pemda setempat untuk penambahan tenaga pegawai. Kepala Badan Kepegawaian, Pendidikan dan Pelatihan Daerah (BKPPD) Kabupaten Gunung Mas, Lurand mengatakan usulan tersebut karena kekurangan tenaga kepegawaian, khususnya untuk tenaga Guru dan Kesehatan. Pegawai Negeri Sipil (PNS) Kabupaten Gunung Mas Berjumlah 3473 orang secara keseluruhan, 1682 orang Tenaga Guru, 346 orang Tenaga kesehatan dan selebihnya tenaga Admistratif, ucap Lurand pada awak media, Selasa, (24/04/2018).
Dikatakannya, kemudian untuk PTT yang ada berjumlah 1648 orang yang tersebar diseluruh SKPD, sekolah-sekolah dan pusekesmas – puskesmas yang ada di Kabupaten Gunung Mas. Dalam hal ini termasuk untuk Guru dan pegawai Puskesmas yang statusnya masih pegawai tidak tetap (PTT).
Dalam hal ini pegawai Kabupaten Gunung Mas yang bersifat menyeluruh masih kurang, terutama tenaga Guru dan Kesehatan. Makanya, BKPPD Kabupaten Gunung Mas sudah melakukan usulan penambahan/pengadaan CPNS kurang lebih 600 orang, dan sampai sekarang masih belum menerima penetapan dari pihak KemenPAN, dan di harapkan pada Tahun 2018 ada penerimaan CPNS.
“Tahun 2017 data PTT yang sudah masuk berjumlah 300 orang, dan sebagian besar dilakukan pengalihan dari provinsi di alihkan ke Daerah,” tuturnya. Menurutnya, masalah dan kendala yang dihadapi sampai saat ini adalah kekurangnya Guru. Yang seharusnya satu orang mengajar 2 kelas malah bisa sampai 6 kelas sekaligus. Seharusnya satu sekolah gurunya lengkap, tetapi yang terjadi dilapangan jauh dari harapan, bahkan satu sekolah bisa ada 2-3 orang guru saja.
Pihaknya berharap, permasalahan kekurangan pegawai ini dapat ditindak dan dipenuhi dari Pemerintah Pusat , dan Kepada Pegawai yang ada sekarang diharapkan kemaksimalannya dalam melaksanakan tugas. Dalam hal ini untuk mengatasi permasalahan tersebut diangkat PTT untuk mengurangi beban kerja yang ada, dan khususnya untuk pengajar Guru Agama dan Penjaskes di prioritaskan penambahan PTT, ungkapnya.
Press Release Bidang Pengelolaan
sumber : https://gunungmaskab.go.id/index.php/2018/04/24/gumas-kekurangan-pegawai-bkppd-mengusulkan-pegawai-tambahan/
oleh diskominfosp | Apr 24, 2018 | Berita Kabupaten |
Gunung Mas – Pemerintah Kabupaten Gunung Mas (Gumas) melalui Bagian Organisasi Sekretariat Daerah Kabupaten Gunung Mas menggelar rapat terkait Standar Pelayanan Minimal (SPM) Tahun 2018 yang dilaksanakan di ruang rapat lantai I Kantor Bupati Gunung Mas, Rabu (24/4/2018).
Standar Pelayanan Minimal (SPM) adalah ketentuan tentang jenis dan mutu pelayanan dasar yang merupakan urusan wajib daerah yang berhak diperoleh setiap warga secara minimal (PP Nomor 65 Tahun 2015, Pasal 1).
Rapat tersebut dipimpin oleh Sekretaris Dareah (Sekda) Kabupaten Gunung Mas Drs. Yansiterson, M.Si dalam arahannya terkait Standar Pelayanan Minimal (SPM) tahun 2018 mengatakan “jangan buat SPM-nya muluk-muluk yang tidak bisa kita capai, karena resikonya tahun 2019 itu harus semua mencapai 100 % kalau tidak mencapai Kepala Daerahnya akan ditegur dan mendapat sangsi administratif”.
Standard pelayanan minimal adalah salah satu instrumen desentralisasi dan otonomi daerah untuk mengendalikan agar pelayanan dasar dipadukan, diperhatikan serta diprioritaskan oleh pemerintah daerah.
“Hemat saya tidak banyak yang kita bicarakan hari ini, mohon kepada teman-teman segera bekerja mungkin dan menyusun SPM-nya untuk tahun 2018 sehingga kalau kita mau coba di tahun 2018 ini seperti apa capaianya kita bisa mendapatkan gambaranya di tahun 2019,” Sekda menambahkan.
Hadir juga dalam rapat Rapat tersebut yaitu Asisten II Agung, SE, Kabag. Organisasi Sekretariat Daerah Kabupten Gunung Mas Aprianto, SE.,M.Si, Kepala OPD terkait dan yang mewakili.
Pres Release Bidang Pengelolaan Informasi Publik
oleh diskominfosp | Apr 23, 2018 | Berita SKPD Terkait
Kegiatan dibuka secara resmi oleh Bupati Gunung Mas yang diwakili Asisten I Setda Bid. Kesejahteraan Rakyat Drs. Ambo Jabar, M.Si didampingi Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Gunung Mas, dr. Maria Efianti, perwakilan dari Dinas Kesehatan Provinsi Kalimantan Tengah, Yaser Wawan Skm.M.Kes dan dihadiri Kepala SOPD beserta camat, lurah dan kades ataupun yang mewakili.
Drs. Ambo Jabar, M.Si saat membacakan sambutan tertulis Bupati Gunung Mas mengatakan, “Filariasis merupakan penyakit menular menahun yang disebabkan oleh cacing filaria dan ditularkan melalui nyamuk , penyakit ini merupakan salah satu penyakit tropis teabaikan yang masih menjadi masalah kesehatan bagi masyarakat di Indonesia”.
“Upaya sudah dilakukan pada tanggal 1 oktober 2015 oleh Menteri Kesehatan, dengan dilaksanakan BELKAGA diharapkan seluruh Kabupaten endemis filariasis telah mulai melaksanakan Pemberian Obat Pencegahan secara Massal (POPM) Filariasis pada tahun tersebut setahun sekali, selama lima tahun berturut-turut.
“Program eliminasi penyakit ini memberikan kontribusi dalam peningkatan kualitas kesehatan masyarakat dengan menurunkan angka kecacatan dan kerugian ekonomi yang disebabkan oleh penyakit tersebut. Pencanangan program global eliminasi Filariasis yang terintegrasi dapat melalui pemberian obat pencegahan secara masal. Terbukti lebih cost-effective dibandingkan pendekatan lain seperti pengendalian vektor” ucapnya.
dr. Maria Efianti dalam laporannya menyampaikan beberapa kendala terkait pelaksanaan POPM bahwa “kurangnya informasi/sosialisasi terkait POPM menyebabkan masih rendahnya partisipasi masyarakat untuk mengikuti pelaksanaan POPM, dan takut efek samping dari obat Filariasis tersebut. Masih belum akuratnya database sasaran penduduk pada kegiatan POPM, karena adanya kesenjangan data PUSDATIN dengan data real jumlah penduduk di lapangan, serta tingginya angka mutasi petugas kesehatan
“Kendala teknisnya adalah kurangnya kesadaran penduduk dalam minum obat di depan petugas. Belum optimalnya kerja sama lintas sektor dan lintas program, dan pencatatan data pelaporan belum tepat waktu. Hal ini mempengaruhi keberhasilan kegiatan POPM” tutur dr. Maria Efianti.
“Upaya yang sudah dilakukan adalah Memaksimalkan peran lintas sektor dan program, dalam evaluasi akhir setiap tahun. Sosialisasi langsung Dinkes/Puskesmas/lintas sektor kepada masyarakat. Sosialisasi dan implementasi online pelaporan petugas, sweeping, pengadaan meedia KIE, umpan balik dari Dinkes Kabupaten, dan anggaran Dinkes/Puskesmas (BOK) serta bantuan anggaran dari Dinkes Provinsi POPM Filariasis” terangnya.
Press Release Bidang Pengelolaan Informasi Publik.
oleh diskominfosp | Apr 19, 2018 | Berita SKPD Terkait
Gunung Mas – Dinas Pengendaliaan Penduduk dan Keluarga Berencana baru-baru ini menggelar kegiatan yaitu Pertemuan Advokasi Pembangunan Berwawasan Kependudukan yang dilaksanakan di aula kantor Badan Perencanaan, Penelitian dan Pengembangan Daerah (BP3D) Rabu (18/4/2018) yang secara resmi dibuka oleh Asisten I (Ass I) Kesejahteraan Rakyat Setda Kabupaten Gunung Mas Drs. Ambo Jabar, M.Si dalam hal ini mewakili Bupati Gunung Mas.
Pada saat membacakan sambutan Bupati Gunung Mas Drs. Ambo Jabar, M.Si mengatakan “penduduk adalah orang dalam mitranya sebagai diri pribadi, anggota keluarga, anggota masyarakat, warga Negara, dalam himpunan kuantitas. Di Kabupaten Gunung Mas sendiri, berusaha memperhatikan pembangunan berwawasan kependudukan yang menekan pada peningkatan kualitas sumber daya manusia, yang dilakukan melalui pendidikaan dan kesehatan, dan saat ini sedang dilakukan upaya peningkatan kualitas manusia melalui kelompok kerja BKB holistic, dengan harapan semoga tujuan dari pembangunan berwawasan kependudukan yang menekankan pada pembangunan daerah, dimana perencanaan berasal dari bawah, yang disesuaikan dengan kebutuhan dan kondisi masyarakat lokal, dan melibatkan seluruh lapisan masyarakat,” ucapnya.
Dalam pertemuan tersebut Kepala Dinas Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana Kabupaten Gunung Mas Isaskar, SH., M.Si memberikan penjelasan terhadap Advokasi pembangunan berwawasan kependudukan, jumlah penduduk di Kabupaten Gunung Mas saat ini berdasarkan dari Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil berjumlah 137.795 jiwa, dengan jumlah kepala keluarga 40.008 KK.
“Tujuan kita dilaksanakannya kegiatan ini adalah untuk menyampaikan persoalannya kepada seluruh peserta agar bisa menyamakan persepsi tentang pembangunan berwawasan kependudukan. Persoalan yang dihadapi sekarang adalah perkawinan usia anak yang tinggi dan data sangat terakhir hasil survei gizi di Gunung Mas stunting paling tertinggi,” jelas Isaskar,SH., M.Si.
Turut hadir Ketua (TP-PKK) Apristini S. Dohong, Kepala BKKBN Provinsi Kalteng yang mewakili, para Pimpinan Vertikal Kabupaten Gunung Mas, Kepala OPD, tokoh masyarakat, tokoh agama, serta undangan lainnya.
Pres Release Bidang Pengelolaan Informasi Publik
(lebih…)
oleh diskominfosp | Apr 18, 2018 | Berita SKPD Terkait
Gunung Mas – Dinas Sosial melalui Bidang Pemberdayaan Fakir Miskin mengadakan Bimbingan Teknis Penerima Manfaat Kelompok Usaha Bersama (KUBE) tahun 2018 yang dilaksanakan di aula Kecamatan Tewah Senin, (16/4/2018).
Kegiatan tersebut dibuka oleh Kepala Dinas Sosial Kabupaten Gunung Mas, Drs. Budhy, dan dihadiri nara sumber Dra.Erni Hermine Lambung, M.Si terkait dengan Penerima Manfaat KUBE pada tahun 2018 dan Kabid Fakir Miskin Dinas Sosial Kabupaten Gunung Mas.
Kepala Dinas Sosial Kabupaten Gunung Mas, Drs. Budhy memberikan penjelasan terhadap penerima manfaat KUBE sehingga penerima bantuan bisa menjadi KUBE terbaik dan mampu mengatasi kemiskinan.
KUBE merupakan salah satu pendekatan dalam rangka pemberdayaan masyarakat guna menanggulangi kemiskinan. Kegiatan pemberdayaan ini meliputi pemberian bantuan stimulan untuk kegiatan Usaha Ekonomi Produktif (UEP), pendampingan dalam merintis dan mengembangkan usaha serta peningkatan keterampilan teknis anggota.
Menurutnya, pendamping sangat diperlukan dalam mengawal pelaksanaan KUBE demi tujuan meningkatkan taraf hidup masyarakat miskin khususnya peserta KUBE, sehingga para pendamping harus benar-benar memahami tugas dan fungsinya dalam menjalankan tugas pendampingan. Dalam hal ini, Kelompok yang dapat KUBE adalah Kecamatan Kurun, Kecamatan Tewah dan Kecamatan Kahayan Hulu Utara. Dengan KUBE yang didapat masing-masing , Kecamatan Kurun 9 KUBE, Kecamatan Tewah 9 KUBE dan Kecamatan Kahayan Hulu Utara 12 KUBE.
Sosialisasi disampaikan dengan tujuan agar semua pihak berwenang yang terlibat dapat mengetahui, memahami dan mendukung tugas pendamping dalam mendampingi KUBE agar berhasil sebagai upaya pengentasan kemiskinan. Sedangkan Bimbingan teknis bagi Pendamping KUBE dilaksanakan agar Pendamping memahami tugas dan fungsinya dengan baik dan benar.
“Dengan adanya bimtek pendamping KUBE ini, diharapkan kelompok usaha bersama dari tahun ke tahun terus berkembang dan benar-benar dimanfaatkan. Baik itu dari perkembangan produksi, perkembangan peningkatan penghasilan serta peningkatan mitra usaha. Sehingga dana yang disalurkan dari pemerintah untuk kelompok usaha masyarakat dapat berguna secara efektif dan bermanfaat,” terangnya.
Press Release Bidang Pengelolaan Informasi Publik.
oleh diskominfosp | Apr 16, 2018 | Berita Dinas |
Gunung Mas – Dinas Komunikasi dan Informatika, Statistik dan Persandian Kabupaten Gunung Mas kembali melakukan pelatihan bagi administrator Website yaitu : gunungmaskab.go.id, mmc.gunungmaskab.go.id, diskominfosp.gunungmaskab.go.id yang kali keduanya ini dengan peserta dari Dinas Kominfo SP Gumas yakni Iswanto, Han Kumbara Tawai, Citra Tekcher, Sesendoyo dan Zepri Eralgin. Kegiatan ini sudah tentu difasilitasi oleh seorang tenaga ahli / instruktur yaitu Berno Nansang dan Hendra Swastika, ST.

“Kami menyediakan alat dan bahan untuk pelatihan dalam membackup file dan database pada website sebagai salah satu upaya pengamanan website dari ancaman2 yang tidak diinginkan, mengingat meningkatnya akses pengunjung, ke website gunungmaskab.go.id dan beberapa website lainnya”. Ungkap Instruktur kegiatan Bapak Hendra Swastika ST, kegiatan berlangsung di gedung Unit Layanan Pengadaan (ULP) Setda Kab Gumas senin (16/4/2018) sore.
“Pada sesi pelatihan kali ini, pada dasarnya tentu Mereka akan mendapatkan bagaimana cara dan trik khusus untuk mengelola website dengan yang informatif dan atraktif”, ucap Hendra Swastika dalam wawancaranya.
“Seiring dengan terus berkembangnya zaman dalam hal ini adalah dunia internet, mau tidak mau kita dituntut harus belajar akan hal tersebut, agar kita tidak mengalami kesulitan/gaptek, makanya diperlukan pelatihan kembali secara bertahap dan efisien”tandasnya.
Press Release Bidang Pengelolaan Informasi Publik.