Tahun 2020 Gunung Mas Ditetapkan Sebagai Lokus Program Intervensi Pencegahan Stunting

Tahun 2020 Gunung Mas Ditetapkan Sebagai Lokus Program Intervensi Pencegahan Stunting

Diskominfo, SP Gumas – Badan Perencanaan, Penelitian dan Pengembangan Daerah (BP3D), bersama Dinas Kesehatan Kabupaten Gunung Mas (Gumas) menggelar rapat Koordinasi,  Terkait Lokus Stunting Tahun 2020 di Kabupaten Gunung Mas yang dilaksanakan di Aula BP3D, Kamis (12/12/2019).

Acara pertemuan di buka oleh Sekretaris Daerah Kabupaten Gunung Mas Drs. Yansiterson, M.Si, didampingi Kepala Dinas Kesehatan dr. Maria Efianti, Plt. Sekretaris BP3D Beben Martinus, yang dihadiri Kepala SKPD yang tergabung dalam Tim KP2S (Konvergensi Percepatan Penanggulangan Stunting) dan undangan lainnya.

Sekda Gunung Mas Drs. Yansiterson, M.Si mengatakan, bapak ibu akan menentukan desa lokus yang akan di intervensi pada tahun 2020. Sesuai kebijakan pemerintah pusat, paling tidak ada 10 desa lokus yang harus kita tentukan pada saat ini yang pembiayaanya dilakukan oleh pemerintah pusat.

“Lanjut dia dalam penentuan desa lokus, perlu dilakukan dengan teliti dan berdasarkan data yang ada sehingga desa-desa yang nantinya akan di intervensi lewat program dan kegiatan benar-benar tepat sasaran,” ucapnya.

Apa yang kita lakukan pada hari ini penting karena penentuan desa lokus hendaknya dapat menurunkan angka stunting kita yang pada tahun 2018 sebesar 38,21% atau urutan ke lima dibanding kabupaten lainnya. menurut informasi yang saya terima berdasarkan hasil survey internal yang dilakukan oleh dinas kesehatan pada bulan oktober dan november 2019.

Walaupun hasil survey internal kita menunjukkan hasil yang menggembirakan, kita tetap harus bekerja keras dan serius dalam melaksanakan aksi konvergensi percepatan penurunan stunting di tahun 2020.

“Menurut dia kegiatan ini atau KP2S (Konvergensi Percepatan Penanggulangan Stunting) merupakan bagian dari perwujudan visi smart human resources dari pimpinan daerah,” bebernya.

Sementara itu, Plt. Sekretaris BP3D Kabupaten Gunung Mas Beben Martinus menyampaikan laporannya, Rapat koordinasi ini merupakan rapat kedua perihal stunting terhadap perangkat daerah terkait.

“Rapat ini penting karena Kabupaten Gunung Mas ditetapkan sebagai lokus program intervensi pencegahan stunting pada tahun 2020 sehingga sebelum tahun ini berakhir, kita harus menyampaikan 10 Desa Lokus Konvergensi Percepatan Penanggulangan Stunting yang akan di intervensi pada tahun 2020,” pungkasnya.

Sekda Pimpin Rapat Sinkronisasi Indikator Makro

Sekda Pimpin Rapat Sinkronisasi Indikator Makro

Diskominfo, SP Gumas – Pemerintah Kabupaten Gunung Mas (Gumas) melalu Badan Perencanaan, Penelitian dan Pengembangan Dearah (BP3D), dalam penyelenggaraanya mengadakan petemuan rapat sinkronisasi indikator daerah Kabupaten Gunung Mas tahun 2019, mengusung tema yang bertajuk data DBRB untuk menggali potensi daerah. Rapat ini berlangsung di Aula BP3D Kabupaten Gunung Mas, Jumat (22/11/2019).

ARAHAN : Sekda Kabupaten Gunung Mas (dua dari kanan) didampingi Kasubbdin Pertanian, Kelautan dan Perikanan Bappedalitbang Provinsi Kalteng Vonarina, Kepala BPS Drs. Wares dan Kepala BP3D Drs. Salampak, pada saat memberikan arahan pada kegiatan sinkronisasi indikator makro daerah tahun 2019, dalam rangka sosialisasi data PDRB untuk menggali potensi daerah, di Aula BP3D setempat, Jumat (22/11/2019) pagi.

Sementara itu rapat dibuka oleh Sekretaris Daerah Kabupaten Gunung Mas Drs. Yansiterson, M.Si mewakli Bupati Gunung Mas, Jaya Samaya Monong, SE., M.Si, didampingi Kasubbdin Pertanian, Kelautan dan Perikanan Bappedalitbang Provinsi Kalteng Vonarina, Kepala BPS Drs. Wares dan Kepala BP3D Drs. Salampak.

Kemudian Asisten, Sataf Ahli Bupati, Kepala Perangkat Daerah Lingkungan Pemerintah Kabupaten Gunung Mas yang terkait beserta staf BP3D.

“Pada kesempatannya, Drs, Yansiterson menyampaikan bahwa PDRB merupakan potret perekonomian suatu daerah. Dari data PDRB kita dapat memiliki gambaran jumlah keseluruhan nilai tambah barang dan jasa yang dihasilkan dari semua kegiatan perekonomian di seluruh wilayah. Perhitungan dilakukan dalam periode tahun tertentu dan pada umumnya dalam waktu satu tahun,” ujarnya.

Selain itu lanjut Drs. Yansiterson, M.Si Bagi Pemerintah Daerah Kabupaten Gunung Mas, data PDRB sangat penting dan menjadi salah satu indikator keberhasilan pembangunan  Pemerintah Daerah sekaligus menjadi cermin dalam merumuskan kebijakan yang bersifat strategis.

Melalui kegitan tersebut kita mendapat banyak informasi baik berupa arah pengembangan Kabupaten Gunung Mas berdasarkan zonasi yang telah ditetapkan dalam RTRW oleh Pemerintah Provinsi serta posisi Kabupaten Gunung Mas diantara semua kabupaten yang ada di Kalimantan Tengah khususnya dilihat dari data PDRB,” bebernya.

“Kita juga akan dipandu oleh BPS Kabupaten Gunung Mas dalam melihat secara spesifik PDRB setiap sektor yang ada di daerah ini. Apa yang kita lakukan pada hari ini, sangat penting bagi pengembangan daerah ini kedepannya sehingga saya harap kita semua dapat menggunakan kesempatan yang ada untuk menggali informasi sebanyak mungkin dari kedua narasumber,” pungkasnya.

Sekda Pimpin Raker Kesehatan Pemkab Gumas Tahun 2019

Sekda Pimpin Raker Kesehatan Pemkab Gumas Tahun 2019

Diskominfo, SP Gumas – Dinas Kesehatan Kabupaten Gunung Mas menggelar acara Rapat Kerja Kesehatan Kabupaten Gunung Mas (Gumas) tahun 2019. Yang di buka oleh Sekda Gunung Mas Drs. Yansiterson, M.Si, didampingi Kadis Kesehatan Provinsi Kalteng Suyuti Syamsul, Kepala Dinas Kesehatan  Kabupaten Gunung Mas dr. Maria Efianti.

“Tema rapat kerja bidang kesehatan tahun 2019 adalah berjuang bersama mewujudkan sumber daya manusia Kabupaten Gunung Mas yang unggul, melalui pencegahan dan penanggulangan stunting, serta gerakan masyarakat hidup sehat,” ujar Drs. Yansiterson, M.Si saat membacakan sambutan tertulis Bupati Jaya Samaya Monong, di GPU Tampung Penyang, Kamis (21/11/2019).

Untuk mewujudkan hal itu, maka pembangunan upaya kesehatan menuju ke arah pembangunan kesehatan, dari yang bersifat, sesuai dengan kebutuhan dan tantangan kesehatan.

“Langkah dan utama memerangi stuting, merupakan tanggungjawab kita bersama, dalam menyiapkan generasi yang unggul, bebernya.

Dia menuturkan, program prioritas pembangunan kesehatan, yang dilaksanakan melalui program Indonesia sehat, dengan pendekatan keluarga (PIS-PK). Seiring dengan itu maka diluncurkan gerakan masyarakat hidup sehat (GERMES).

Tujuan adalah, agar masyarakat berperilaku sehat, sehingga berdampak pada kesehatan yang terjaga, terciptanya lingkungan yang bersih, dan produktifitas masyarakat meningkat.

“Beliau memberi apresiasi dan terima kasih, pada pihak-pihak yang berjuang dalam pembangunan di bidang kesehatan, di Kabupaten Gumas, yang telah memberikan kontribusi cukup besar, dalam peningakatan derajat kesehatan masyarakat,” tuturnya.

Dia berharap kepada jajaran kesehatan, melalui program Indonesia sehat, dengan pendekatan keluarga (PIS-PK) agar secara pro aktif melakukan kunjungan keluarga, melaksanakan upaya program preventif dan deteksi dini, sehingga masalah kesehatan termasuk stunting, dapat dicegah dan dilakukan intervensi secara dini.

“Melalui momentum rapat ini, marilah kita berjuang bersama mewujudkan sumber daya manusia unggul dan Kabupaten Gunung Mas maju, melalui pembangunan kesehatan, khususnya menurunkan stuting dan melaksanakan germes masyarakat hidup sehat,” terangnya.

Kepala Dinsa Kesehatan Maria dr. Maria Efinti menjelaskan, Rapat kerja kesehatan Kabupaten Gunung Mas (RAKERKESKAB) merupakan forum pertemuan penyelenggara kesehatan, dimana diharapkan akan terjadi pertemuan informasi dan penyusunan kebijakan di bidang kesehatan.

“Kegiatan rapat kerja kesehatan Gumas tahun 2019 ini, dihadiri oleh seluruh kepala puskesmas dan para pengelola program di puskesmas, peserta dari Dinas Kesehatan Kabupaten Gunung Mas. Jumlah peserta yang mengikuti RAKERKESKAB sebanyak 200 orang,” katanya.

Dai berharap akan menjadi forum yang efektif untuk mengimplementasikan kebijakan dan program-program yang mendukung visi – misi Bupati serta evaluasi program pembangunan kesehatan terutama dalam percepatan Eliminasi Tuberkulosis, penurunan stunting, penurunan AKI dan IKB, cakupan mutu imunisai peningkatan pencegahan dan pengendalian PTM serta akan dilakukan evaluasi program-program kesehatan.

“Bagi yang berjalan dengan baik dipertahankan dan ditingkatkan, sedangkan program kesehatan yang belum tercapai dapat dicari penyebab dan solusi,” pungkasnya.

Sekda Gumas Pimpin Rakordal Pembangunan Daerah Triwulan III

Sekda Gumas Pimpin Rakordal Pembangunan Daerah Triwulan III

Diskominfo, SP Gumas – Pemerintah Kabupaten Gunung Mas (Guimas) menggelar rapat Koordinasi Pengendalian (RAKORDAL) program pembangunan Dearah Kabupaten Gunung Mas Masa Triwulan III Tahun Anggaran 2019, acara tersebut dipimpin oleh Sekda Gunung Mas Drs. Yansiterson, M.Si, didampingi oleh Asisten II Ir. Yohanes Tuah, M.Si, Kepala BP3D Drs. Salampak.

Rapat Koordinasi Pengendalian (RAKORDAL) program pembangunan Dearah Kabupaten Gunung Mas Masa Triwulan III Tahun Anggaran 2019.

“Pada kesempatan ini kembali saya sampaikan bahwa tujuan pelaksanaan RAKORDAL ini adalah untuk mengetahui sampai sejauh mana realisasi pendapatan dan capaian pelaksanaan program dan kegiatan pembangunan Triwulan III Tahun 2019, baik realisasi keuangan maupun fisik pelaksanaan pembangunan Tahun Anggaran 2019 yang bersumber dari APBD maupun APBN di Kabupaten Gunung Mas,” ujar Yansiterson di Aula BP3D, Kamis (21/11/2019).

Ini menandakan bahwa perhatian terhadap kewajiban untuk mencapai target yang telah ditentukan masih kurang sehingga semua Perangkat Daerah harus melaksanakan kegiatan yang sesuai dengan rencana penganggaran baik dari Triwulan I s.d. Triwulan IV  di dalam DPA  SKPD-nya masing-masing.

Dia menuturkan, Kajian pembangunan penting dilakukan untuk mendapat dukungan aspek ilmiah dan akurasi pelaksanaan program kegiatan. Data Realisasi Pendapatan dan Belanja Langsung maupun Tidak Langsung baik Fisik maupun Keuangan digunakan sebagai bahan analisa dan evaluasi lebih lanjut serta adanya kesamaan pandangan dalam mengatasi permasalahan yang dihadapi sehingga akhirnya terbangunnya tekad bersama dalam meningkatkan sinergisitas pelaksanaan pembangunan di Kabupaten Gunung Mas, melalui pelaksanaan berbagai kegiatan yang lebih berkualitas, bermutu, tepat sasaran dan bermanfaat.

“Dalam beberapa hari ini kita akan mengakhiri Tahun Anggaran 2019, oleh sebab itu kegiatan hari ini sangat penting untuk melakukan evaluasi akhir dari setiap program kegiatan SKPD baik yang menyangkut anggaran pendapatan maupun belanja,” tuturnya.

Untuk itu pada saatnya nanti ada pemaparan terkait pencapaian kinerja program pembangunan, kinerja keuangan, kinerja pendapatan serta pengeluran dan penggunaan dana desa.

“Beliau berharap, masing-masing SKPD terkait dapat mencermatinya dan mendiskusikannya serta mencari solusi setiap permasalahan atau kendala yang ada,” terang Yansiterson.

Sementara itu, Kepala Badan Perencanan, Penelitian dan Pengembangan Daerah (BP3D) Kabupaten Gunung Mas Salampak menuturkan, penyelenggaraan Rakordal ini dimaksudkan untuk mengendalikan dan mengevaluasi pelaksanaan APBD Tahun. 2019 dan rencana aksi pembangunan Tahun. 2020,  apa saja kendala yang dihadapi, bagaimana solusi dan upaya-upaya pemecahannya serta pihak yang bertangungjawab dan dapat membantu dalam menyelesaikan masalah tersebut supaya program dan kegiatan yang direncanakan dapat berjalan dengan baik.

”Untuk mengetahui secara langsung realisasi fisik dan keuangan APBD secara keseluruhan sampai dengan tanggal 31 oktober 2019 baik belanja tidak langsung maupun belanja langsung seluruh perangkat daerah, serta menginventarisir berbagai masalah yang berpotensi menghambat pelaksanaan kegiatan, berikut jalan keluar yang harus ditempuh,” Pungkasnya.

Seluruh Abdi Negara Harus Terus Berkarya Membangun Daerah

Seluruh Abdi Negara Harus Terus Berkarya Membangun Daerah

Diskominfo, SP Gumas – Rangkaian pertandingan olahraga, berupa bola voli putra-putri dan futsal, serta pengucapan pembukaan Undang-Undang Dasar (UUD) tahun 1945 dan Panca Prasetya Korpri, yang digelar oleh Dewan Pengurus Kabupaten Korps Pegawai Republik Indonesia (Korpri) Gunung Mas (Gumas), dalam rangka HUT Korpri ke 48 tingkat Kabupaten Gumas tahun 2019, telah resmi berakhir.

Keluar sebagai juara pertama pada lomba pengucapan UUD 1945 dan Panca Prasetya Korpri, yakni dari Sekretariat Daerah (Setda), disusul Dinas Kesehatan (Dinkes) juara kedua, serta Satuan Polisi Pamong Praja dan Pemadam Kebakaran Satpol PP dan Damkar) sebagai juara ketiga.

Sedangkan juara pertandingan olahraga, untuk juara pertama futsal diraih Satpol PP dan Damkar (A), juara kedua dari RSUD Kuala Kurun (B), dan juara ketiga dari Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu). Selanjutnya bola voli putra, juara pertama diraih dinkes, juara kedua Satpol PP dan Damkar (B), juara ketiga Satpol PP dan Damkar (A). Lalu bola voli putri, juara pertama diraih Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud), juara kedua Satpol PP dan Damkar, serta juara ketiga Dinas Pariwisata, Kepemudaan, dan Olahraga (DPKO).

”Pelajaran yang kita petik melalui kegiatan ini, bahwa siapa yang paling siaplah pada akhirnya mencapai prestasi optimal. Atlet yang berlatih dengan keras dan disiplin yang tinggi, pada akhirnya akan tampil sebagai juara,” ucap Sekda Gumas Yansiterson, di GPU Tampung Penyang, Selasa (19/11) sore.

Untuk itu, lanjut dia, ambil hikmah dari semua rangkaian perlombaan tersebut, dengan meningkatkan semangat berkarya, melayani, disiplin, produktivitas, dan korsa untuk mewujudkan Kabupaten Gumas yang bermartabat, maju, berdaya saing, sejahtera, dan mandiri.

”Kami minta kepada seluruh abdi negara untuk terus berkarya membangun daerah ini dengan semangat Huma Betang, dan semangat berjuang bersama kita wujudkan Kabupaten Gumas yang bermartabat, maju, berdaya saing, sejahtera dan mandiri,” tukasnya.

Gizi Memiliki Peranan Penting Dalam Pembangunan

Gizi Memiliki Peranan Penting Dalam Pembangunan

Diskominfo, SP Gumas – Badan Perencanaan,  Penelitian dan Pengembangan Daerah (BP3D) Kabupaten Gunung Mas, melalui Bidang Ekonomi dan Sosial Budaya menggelar acara kegiatan Sinkronisasi dan Harmonisasi Percepatan Pencapaian Target Rencana Aksi Daerah Pangan dan Gizi rapat evaluasi RAD pangan  dan gizi.

“Gizi memiliki peranan penting dalam pembangunan, hubungan gizi dengan pembangunan bersifat timbal balik, artinya bahwa gizi akan menentukan keberhasilan suatu bangsa, begitu pula sebaliknya kondisi suatu bangsa dapat mempengaruhi status gizi masyarakat,” ujar Kepala BP3D Salampak saat memimpin rapat di Aula BP3D, Kamis (15/11/2019).

Pangan dan gizi sangat menentukan kualitas sumber daya manusia Gunung Mas dimasa mendatang dan berpengaruh terhadap kemampuan daya saing masyarakat Gunung Mas baik di tingkat lokal, regional, nasional maupun global, Ketidak mampuan memenuhi kebutuhan pangan dalam rumah tangga terutama pada ibu hamil dan anak balita terutama 1.000 hari pertama kehidupan akan berakibat pada kekurangan gizi yang berdampak pada lahirnya generasi muda yang tidak berkualitas.

Lanjut dia melihat permasalahan pangan dan gizi di Kabupaten Gunung Mas, perlu melakukan percepatan pengurangan masalah gizi melalui aksi bersama yang terkoordinir untuk menurunkan segera prevensi kurang gizi, gizi buruk, balita pendek (stunting), prevalensibalita kurus (wasting), obesitas (kelebihan berat badan), peningkatan kesehatan ibu dan remaja, serta peningkatan ketersediaan dan aksesibilitasterhadap pangan.

“Untuk mengatasi masalah tersebut, maka saat ini pembangunan dan perbaikan gizi dilaksanakan secara multi sektor mulai dari aspek produksi pangan, distribusi, keterjangkauan, kosumsi sampai pada aspek kandungan gizi dan pemanfaatan yang mempengaruhi status gizi,” tuturnya.

Dia mengakui untuk mengatasi rencanan aksi ini, terdapat berbagai pihak perangkat daerah, diantaranya perbaikan gizi masyarakat, melibatkan Dinas Kesehatan, Dinas Pendidikan, Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak, Dinas Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana, RSUD Kuala Kurun, Dinas Sosial.

“Ditambahkannya oleh sebab itu, kegiatan pemantauan dan evaluasi merupakan tahap akhir untuk menilai apakah sebuah kebijakan dan program dilaksanakan dan mencapai tujuan yang diharapkan atau tidak,” pungkasnya.

Sementara itu, Ketua Panitia juga sebagai Kepala Bidang (kabid) Ekonomi, Sosial, Budaya Iis Yukensi mengatakan rapat ini bertujuan untuk berbagai informasi progres dan kendala program dalam pelaksanaan RAD pangan dan gizi, memperoleh masukan dari SOPD terkait untuk penyempurnaan RAD pangan dan gizi daerah tahun 2019-2024.

Rapat ini diikuti oleh pejabat Eselon II,III dan IV dari SKPD yang terkait dengan RAD pangan dan gizi di Kabupaten Gunung Mas. Sedangkan narasumber dari pihak BP3D, Dinas Kesehatan,” tandasnya.