oleh diskominfosp | Des 28, 2019 | Berita SKPD Terkait
Diskominfo, SP Gumas – Badan Perencanaan, Penelitian dan Pengembangan Daerah (BP3D), bersama Dinas Kesehatan Kabupaten Gunung Mas (Gumas) menggelar rapat Koordinasi, Terkait Lokus Stunting Tahun 2020 di Kabupaten Gunung Mas yang dilaksanakan di Aula BP3D, Kamis (12/12/2019).
Acara pertemuan di buka oleh Sekretaris
Daerah Kabupaten Gunung Mas Drs. Yansiterson, M.Si, didampingi Kepala
Dinas Kesehatan dr. Maria Efianti, Plt. Sekretaris BP3D Beben Martinus,
yang dihadiri Kepala SKPD yang tergabung dalam Tim KP2S (Konvergensi
Percepatan Penanggulangan Stunting) dan undangan lainnya.
Sekda Gunung Mas Drs. Yansiterson, M.Si
mengatakan, bapak ibu akan menentukan desa lokus yang akan di intervensi
pada tahun 2020. Sesuai kebijakan pemerintah pusat, paling tidak ada 10
desa lokus yang harus kita tentukan pada saat ini yang pembiayaanya
dilakukan oleh pemerintah pusat.
“Lanjut dia dalam penentuan desa lokus,
perlu dilakukan dengan teliti dan berdasarkan data yang ada sehingga
desa-desa yang nantinya akan di intervensi lewat program dan kegiatan
benar-benar tepat sasaran,” ucapnya.
Apa yang kita lakukan pada hari ini
penting karena penentuan desa lokus hendaknya dapat menurunkan angka
stunting kita yang pada tahun 2018 sebesar 38,21% atau urutan ke lima
dibanding kabupaten lainnya. menurut informasi yang saya terima
berdasarkan hasil survey internal yang dilakukan oleh dinas kesehatan
pada bulan oktober dan november 2019.
Walaupun hasil survey internal kita
menunjukkan hasil yang menggembirakan, kita tetap harus bekerja keras
dan serius dalam melaksanakan aksi konvergensi percepatan penurunan
stunting di tahun 2020.
“Menurut dia kegiatan ini atau KP2S (Konvergensi Percepatan Penanggulangan Stunting) merupakan bagian dari perwujudan visi smart human resources dari pimpinan daerah,” bebernya.
Sementara itu, Plt. Sekretaris BP3D
Kabupaten Gunung Mas Beben Martinus menyampaikan laporannya, Rapat
koordinasi ini merupakan rapat kedua perihal stunting terhadap perangkat daerah terkait.
“Rapat ini penting karena Kabupaten Gunung Mas ditetapkan sebagai lokus program intervensi pencegahan stunting
pada tahun 2020 sehingga sebelum tahun ini berakhir, kita harus
menyampaikan 10 Desa Lokus Konvergensi Percepatan Penanggulangan
Stunting yang akan di intervensi pada tahun 2020,” pungkasnya.
oleh diskominfosp | Nov 24, 2019 | Berita Kabupaten
Diskominfo, SP Gumas – Pemerintah Kabupaten Gunung Mas (Gumas)
melalu Badan Perencanaan, Penelitian dan Pengembangan Dearah (BP3D),
dalam penyelenggaraanya mengadakan petemuan rapat sinkronisasi indikator
daerah Kabupaten Gunung Mas tahun 2019, mengusung tema yang bertajuk
data DBRB untuk menggali potensi daerah. Rapat ini berlangsung di Aula
BP3D Kabupaten Gunung Mas, Jumat (22/11/2019).
ARAHAN
: Sekda Kabupaten Gunung Mas (dua dari kanan) didampingi Kasubbdin
Pertanian, Kelautan dan Perikanan Bappedalitbang Provinsi Kalteng
Vonarina, Kepala BPS Drs. Wares dan Kepala BP3D Drs. Salampak, pada saat
memberikan arahan pada kegiatan sinkronisasi indikator makro daerah
tahun 2019, dalam rangka sosialisasi data PDRB untuk menggali potensi
daerah, di Aula BP3D setempat, Jumat (22/11/2019) pagi.
Sementara itu rapat dibuka oleh
Sekretaris Daerah Kabupaten Gunung Mas Drs. Yansiterson, M.Si mewakli
Bupati Gunung Mas, Jaya Samaya Monong, SE., M.Si, didampingi Kasubbdin
Pertanian, Kelautan dan Perikanan Bappedalitbang Provinsi Kalteng
Vonarina, Kepala BPS Drs. Wares dan Kepala BP3D Drs. Salampak.
Kemudian Asisten, Sataf Ahli Bupati,
Kepala Perangkat Daerah Lingkungan Pemerintah Kabupaten Gunung Mas yang
terkait beserta staf BP3D.
“Pada kesempatannya, Drs, Yansiterson
menyampaikan bahwa PDRB merupakan potret perekonomian suatu daerah. Dari
data PDRB kita dapat memiliki gambaran jumlah keseluruhan nilai tambah
barang dan jasa yang dihasilkan dari semua kegiatan perekonomian di
seluruh wilayah. Perhitungan dilakukan dalam periode tahun tertentu dan
pada umumnya dalam waktu satu tahun,” ujarnya.
Selain itu lanjut Drs. Yansiterson, M.Si
Bagi Pemerintah Daerah Kabupaten Gunung Mas, data PDRB sangat penting
dan menjadi salah satu indikator keberhasilan pembangunan Pemerintah
Daerah sekaligus menjadi cermin dalam merumuskan kebijakan yang bersifat
strategis.
Melalui kegitan tersebut kita mendapat
banyak informasi baik berupa arah pengembangan Kabupaten Gunung Mas
berdasarkan zonasi yang telah ditetapkan dalam RTRW oleh Pemerintah
Provinsi serta posisi Kabupaten Gunung Mas diantara semua kabupaten yang
ada di Kalimantan Tengah khususnya dilihat dari data PDRB,” bebernya.
“Kita juga akan dipandu oleh BPS
Kabupaten Gunung Mas dalam melihat secara spesifik PDRB setiap sektor
yang ada di daerah ini. Apa yang kita lakukan pada hari ini, sangat
penting bagi pengembangan daerah ini kedepannya sehingga saya harap kita
semua dapat menggunakan kesempatan yang ada untuk menggali informasi
sebanyak mungkin dari kedua narasumber,” pungkasnya.
oleh diskominfosp | Nov 24, 2019 | Berita Kabupaten
Diskominfo, SP Gumas – Dinas Kesehatan Kabupaten Gunung Mas menggelar acara Rapat Kerja Kesehatan Kabupaten Gunung Mas (Gumas) tahun 2019. Yang di buka oleh Sekda Gunung Mas Drs. Yansiterson, M.Si, didampingi Kadis Kesehatan Provinsi Kalteng Suyuti Syamsul, Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Gunung Mas dr. Maria Efianti.
“Tema rapat kerja bidang kesehatan tahun
2019 adalah berjuang bersama mewujudkan sumber daya manusia Kabupaten
Gunung Mas yang unggul, melalui pencegahan dan penanggulangan stunting,
serta gerakan masyarakat hidup sehat,” ujar Drs. Yansiterson, M.Si saat
membacakan sambutan tertulis Bupati Jaya Samaya Monong, di GPU Tampung
Penyang, Kamis (21/11/2019).
Untuk mewujudkan hal itu, maka
pembangunan upaya kesehatan menuju ke arah pembangunan kesehatan, dari
yang bersifat, sesuai dengan kebutuhan dan tantangan kesehatan.
“Langkah dan utama memerangi stuting, merupakan tanggungjawab kita bersama, dalam menyiapkan generasi yang unggul, bebernya.
Dia menuturkan, program prioritas
pembangunan kesehatan, yang dilaksanakan melalui program Indonesia
sehat, dengan pendekatan keluarga (PIS-PK). Seiring dengan itu maka
diluncurkan gerakan masyarakat hidup sehat (GERMES).
Tujuan adalah, agar masyarakat
berperilaku sehat, sehingga berdampak pada kesehatan yang terjaga,
terciptanya lingkungan yang bersih, dan produktifitas masyarakat
meningkat.
“Beliau memberi apresiasi dan terima
kasih, pada pihak-pihak yang berjuang dalam pembangunan di bidang
kesehatan, di Kabupaten Gumas, yang telah memberikan kontribusi cukup
besar, dalam peningakatan derajat kesehatan masyarakat,” tuturnya.
Dia berharap kepada jajaran kesehatan,
melalui program Indonesia sehat, dengan pendekatan keluarga (PIS-PK)
agar secara pro aktif melakukan kunjungan keluarga, melaksanakan upaya
program preventif dan deteksi dini, sehingga masalah kesehatan termasuk
stunting, dapat dicegah dan dilakukan intervensi secara dini.
“Melalui momentum rapat ini, marilah
kita berjuang bersama mewujudkan sumber daya manusia unggul dan
Kabupaten Gunung Mas maju, melalui pembangunan kesehatan, khususnya
menurunkan stuting dan melaksanakan germes masyarakat hidup sehat,”
terangnya.
Kepala Dinsa Kesehatan Maria dr. Maria
Efinti menjelaskan, Rapat kerja kesehatan Kabupaten Gunung Mas
(RAKERKESKAB) merupakan forum pertemuan penyelenggara kesehatan, dimana
diharapkan akan terjadi pertemuan informasi dan penyusunan kebijakan di
bidang kesehatan.
“Kegiatan rapat kerja kesehatan Gumas
tahun 2019 ini, dihadiri oleh seluruh kepala puskesmas dan para
pengelola program di puskesmas, peserta dari Dinas Kesehatan Kabupaten
Gunung Mas. Jumlah peserta yang mengikuti RAKERKESKAB sebanyak 200
orang,” katanya.
Dai berharap akan menjadi forum yang
efektif untuk mengimplementasikan kebijakan dan program-program yang
mendukung visi – misi Bupati serta evaluasi program pembangunan
kesehatan terutama dalam percepatan Eliminasi Tuberkulosis, penurunan
stunting, penurunan AKI dan IKB, cakupan mutu imunisai peningkatan
pencegahan dan pengendalian PTM serta akan dilakukan evaluasi
program-program kesehatan.
“Bagi yang berjalan dengan baik
dipertahankan dan ditingkatkan, sedangkan program kesehatan yang belum
tercapai dapat dicari penyebab dan solusi,” pungkasnya.
oleh diskominfosp | Nov 24, 2019 | Berita Kabupaten
Diskominfo, SP Gumas – Pemerintah Kabupaten Gunung Mas (Guimas) menggelar rapat Koordinasi Pengendalian (RAKORDAL) program pembangunan Dearah Kabupaten Gunung Mas Masa Triwulan III Tahun Anggaran 2019, acara tersebut dipimpin oleh Sekda Gunung Mas Drs. Yansiterson, M.Si, didampingi oleh Asisten II Ir. Yohanes Tuah, M.Si, Kepala BP3D Drs. Salampak.
Rapat Koordinasi Pengendalian (RAKORDAL) program pembangunan Dearah Kabupaten Gunung Mas Masa Triwulan III Tahun Anggaran 2019.
“Pada kesempatan ini kembali saya
sampaikan bahwa tujuan pelaksanaan RAKORDAL ini adalah untuk mengetahui
sampai sejauh mana realisasi pendapatan dan capaian pelaksanaan program
dan kegiatan pembangunan Triwulan III Tahun 2019, baik realisasi
keuangan maupun fisik pelaksanaan pembangunan Tahun Anggaran 2019 yang
bersumber dari APBD maupun APBN di Kabupaten Gunung Mas,” ujar
Yansiterson di Aula BP3D, Kamis (21/11/2019).
Ini menandakan bahwa perhatian terhadap
kewajiban untuk mencapai target yang telah ditentukan masih kurang
sehingga semua Perangkat Daerah harus melaksanakan kegiatan yang sesuai
dengan rencana penganggaran baik dari Triwulan I s.d. Triwulan IV di
dalam DPA SKPD-nya masing-masing.
Dia menuturkan, Kajian pembangunan
penting dilakukan untuk mendapat dukungan aspek ilmiah dan akurasi
pelaksanaan program kegiatan. Data Realisasi Pendapatan dan Belanja
Langsung maupun Tidak Langsung baik Fisik maupun Keuangan digunakan
sebagai bahan analisa dan evaluasi lebih lanjut serta adanya kesamaan
pandangan dalam mengatasi permasalahan yang dihadapi sehingga akhirnya
terbangunnya tekad bersama dalam meningkatkan sinergisitas pelaksanaan
pembangunan di Kabupaten Gunung Mas, melalui pelaksanaan berbagai
kegiatan yang lebih berkualitas, bermutu, tepat sasaran dan bermanfaat.
“Dalam beberapa hari ini kita akan
mengakhiri Tahun Anggaran 2019, oleh sebab itu kegiatan hari ini sangat
penting untuk melakukan evaluasi akhir dari setiap program kegiatan SKPD
baik yang menyangkut anggaran pendapatan maupun belanja,” tuturnya.
Untuk itu pada saatnya nanti ada
pemaparan terkait pencapaian kinerja program pembangunan, kinerja
keuangan, kinerja pendapatan serta pengeluran dan penggunaan dana desa.
“Beliau berharap, masing-masing SKPD
terkait dapat mencermatinya dan mendiskusikannya serta mencari solusi
setiap permasalahan atau kendala yang ada,” terang Yansiterson.
Sementara itu, Kepala Badan Perencanan,
Penelitian dan Pengembangan Daerah (BP3D) Kabupaten Gunung Mas Salampak
menuturkan, penyelenggaraan Rakordal ini dimaksudkan untuk mengendalikan
dan mengevaluasi pelaksanaan APBD Tahun. 2019 dan rencana aksi
pembangunan Tahun. 2020, apa saja kendala yang dihadapi, bagaimana
solusi dan upaya-upaya pemecahannya serta pihak yang bertangungjawab dan
dapat membantu dalam menyelesaikan masalah tersebut supaya program dan
kegiatan yang direncanakan dapat berjalan dengan baik.
”Untuk mengetahui secara langsung
realisasi fisik dan keuangan APBD secara keseluruhan sampai dengan
tanggal 31 oktober 2019 baik belanja tidak langsung maupun belanja
langsung seluruh perangkat daerah, serta menginventarisir berbagai
masalah yang berpotensi menghambat pelaksanaan kegiatan, berikut jalan
keluar yang harus ditempuh,” Pungkasnya.
oleh diskominfosp | Nov 24, 2019 | Berita Kabupaten
Diskominfo, SP Gumas – Rangkaian pertandingan olahraga, berupa bola voli putra-putri dan futsal, serta pengucapan pembukaan Undang-Undang Dasar (UUD) tahun 1945 dan Panca Prasetya Korpri, yang digelar oleh Dewan Pengurus Kabupaten Korps Pegawai Republik Indonesia (Korpri) Gunung Mas (Gumas), dalam rangka HUT Korpri ke 48 tingkat Kabupaten Gumas tahun 2019, telah resmi berakhir.
Keluar sebagai juara pertama pada lomba
pengucapan UUD 1945 dan Panca Prasetya Korpri, yakni dari Sekretariat
Daerah (Setda), disusul Dinas Kesehatan (Dinkes) juara kedua, serta
Satuan Polisi Pamong Praja dan Pemadam Kebakaran Satpol PP dan Damkar)
sebagai juara ketiga.
Sedangkan juara pertandingan olahraga,
untuk juara pertama futsal diraih Satpol PP dan Damkar (A), juara kedua
dari RSUD Kuala Kurun (B), dan juara ketiga dari Badan Pengawas Pemilu
(Bawaslu). Selanjutnya bola voli putra, juara pertama diraih dinkes,
juara kedua Satpol PP dan Damkar (B), juara ketiga Satpol PP dan Damkar
(A). Lalu bola voli putri, juara pertama diraih Dinas Pendidikan dan
Kebudayaan (Disdikbud), juara kedua Satpol PP dan Damkar, serta juara
ketiga Dinas Pariwisata, Kepemudaan, dan Olahraga (DPKO).
”Pelajaran yang kita petik melalui
kegiatan ini, bahwa siapa yang paling siaplah pada akhirnya mencapai
prestasi optimal. Atlet yang berlatih dengan keras dan disiplin yang
tinggi, pada akhirnya akan tampil sebagai juara,” ucap Sekda Gumas
Yansiterson, di GPU Tampung Penyang, Selasa (19/11) sore.
Untuk itu, lanjut dia, ambil hikmah dari
semua rangkaian perlombaan tersebut, dengan meningkatkan semangat
berkarya, melayani, disiplin, produktivitas, dan korsa untuk mewujudkan
Kabupaten Gumas yang bermartabat, maju, berdaya saing, sejahtera, dan
mandiri.
”Kami minta kepada seluruh abdi negara
untuk terus berkarya membangun daerah ini dengan semangat Huma Betang,
dan semangat berjuang bersama kita wujudkan Kabupaten Gumas yang
bermartabat, maju, berdaya saing, sejahtera dan mandiri,” tukasnya.
oleh diskominfosp | Nov 17, 2019 | Berita SKPD Terkait
Diskominfo, SP Gumas – Badan Perencanaan, Penelitian dan Pengembangan Daerah (BP3D) Kabupaten Gunung Mas, melalui Bidang Ekonomi dan Sosial Budaya menggelar acara kegiatan Sinkronisasi dan Harmonisasi Percepatan Pencapaian Target Rencana Aksi Daerah Pangan dan Gizi rapat evaluasi RAD pangan dan gizi.
“Gizi memiliki peranan penting dalam pembangunan, hubungan gizi dengan pembangunan bersifat timbal balik, artinya bahwa gizi akan menentukan keberhasilan suatu bangsa, begitu pula sebaliknya kondisi suatu bangsa dapat mempengaruhi status gizi masyarakat,” ujar Kepala BP3D Salampak saat memimpin rapat di Aula BP3D, Kamis (15/11/2019).
Pangan dan gizi sangat menentukan
kualitas sumber daya manusia Gunung Mas dimasa mendatang dan berpengaruh
terhadap kemampuan daya saing masyarakat Gunung Mas baik di tingkat
lokal, regional, nasional maupun global, Ketidak mampuan memenuhi
kebutuhan pangan dalam rumah tangga terutama pada ibu hamil dan anak
balita terutama 1.000 hari pertama kehidupan akan berakibat pada
kekurangan gizi yang berdampak pada lahirnya generasi muda yang tidak
berkualitas.
Lanjut dia melihat permasalahan pangan
dan gizi di Kabupaten Gunung Mas, perlu melakukan percepatan pengurangan
masalah gizi melalui aksi bersama yang terkoordinir untuk menurunkan
segera prevensi kurang gizi, gizi buruk, balita pendek (stunting),
prevalensibalita kurus (wasting), obesitas (kelebihan berat badan),
peningkatan kesehatan ibu dan remaja, serta peningkatan ketersediaan dan
aksesibilitasterhadap pangan.
“Untuk mengatasi masalah tersebut, maka
saat ini pembangunan dan perbaikan gizi dilaksanakan secara multi sektor
mulai dari aspek produksi pangan, distribusi, keterjangkauan, kosumsi
sampai pada aspek kandungan gizi dan pemanfaatan yang mempengaruhi
status gizi,” tuturnya.
Dia mengakui untuk mengatasi rencanan
aksi ini, terdapat berbagai pihak perangkat daerah, diantaranya
perbaikan gizi masyarakat, melibatkan Dinas Kesehatan, Dinas Pendidikan,
Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak, Dinas Pengendalian
Penduduk dan Keluarga Berencana, RSUD Kuala Kurun, Dinas Sosial.
“Ditambahkannya oleh sebab itu, kegiatan
pemantauan dan evaluasi merupakan tahap akhir untuk menilai apakah
sebuah kebijakan dan program dilaksanakan dan mencapai tujuan yang
diharapkan atau tidak,” pungkasnya.
Sementara itu, Ketua Panitia juga
sebagai Kepala Bidang (kabid) Ekonomi, Sosial, Budaya Iis Yukensi
mengatakan rapat ini bertujuan untuk berbagai informasi progres dan
kendala program dalam pelaksanaan RAD pangan dan gizi, memperoleh
masukan dari SOPD terkait untuk penyempurnaan RAD pangan dan gizi daerah
tahun 2019-2024.
Rapat ini diikuti oleh pejabat Eselon
II,III dan IV dari SKPD yang terkait dengan RAD pangan dan gizi di
Kabupaten Gunung Mas. Sedangkan narasumber dari pihak BP3D, Dinas
Kesehatan,” tandasnya.