Tahun 2019 Melalui Layanan Perizinan OSS, Tercatat Ada 592 Orang Yang Mendaftar

Tahun 2019 Melalui Layanan Perizinan OSS, Tercatat Ada 592 Orang Yang Mendaftar

Diskominfo, PS Gumas – Sejak diterapkan tahun 2018 lalu, layanan perizinan Online Single Submission (OSS) sangat diminati oleh para pelaku usaha. Tercatat pada tahun itu, ada 216 orang yang mendaftar. Jumlah tersebut terus mengalami peningkatan pada tahun 2019 ini.

”Di tahun 2019, ada 592 orang yang mendaftar melalui layanan perizinan OSS, dengan jumlah izin usaha mencapai 1.912, baik makro maupun mikro,” ucap Kepala Dinas Penanaman Modal Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Kabupaten Gumas Aga kepada Radar Sampit, Senin (13/1) pagi.

Dia mengatakan, keberadaan layanan perizinan OSS ini bertujuan untuk mempermudah pengurusan berbagai izin usaha, baik itu prasyarat melakukan usaha, maupun izin kegiatan operasional usaha di tingkat pusat dan daerah, dengan mekanisme pemenuhan komitmen persyaratan perizinan.

”Layanan perizinan OSS ini juga untuk memfasilitasi pelaku usaha sehingga memperoleh izin secara aman, cepat dan real time, memfasilitasi dalam melakukan pelaporan dan pemecahan masalah perizinan, serta memfasilitasi untuk menyimpan data perizinan dalam satu identitas berusaha,” ujarnya.

Dia menuturkan, sasaran dari layanan perizinan OSS adalah para pelaku usaha yang memiliki karakteristik dengan bentuk badan usaha maupun perorangan, usaha mikro, kecil, menengah, dan besar, usaha yang baru maupun yang sudah berdiri sebelum operasionali OSS, serta usaha dengan modal yang berasal dari dalam negeri maupun terdapat komposisi modal asing.

”Bagi para pelaku yang kesulitan dalam mendaftar layanan perizinan melalui OSS, bisa dibantu oleh petugas DPMPTSP setempat. Untuk itu, pelaku usaha diminta jangan ragu berkonsultasi kepada petugas, jika menemui kendala,” tuturnya.

Dia menambahkan, karena layanan perizinan melalui OSS ini terbilang masih baru, diingatkan kepada pendaftar agar selalu teliti dalam melengkapi data yang diperlukan.

”Terkadang masih ada pendaftar OSS yang tidak teliti melengkapi data yang diperlukan. Dari ketidaktelitian itu, mengakibatkan perizinan yang diajukan belum bisa diproses. Jika terjadi demikian, tentu yang dirugikan adalah pelaku usaha itu sendiri,” tandasnya.

Wabup Gumas Efrensia L.P. Umbing Lantik Kepala Dinas Pendidikan, Pemuda dan Olahraga

Wabup Gumas Efrensia L.P. Umbing Lantik Kepala Dinas Pendidikan, Pemuda dan Olahraga

Diskominfo, PS Gumas – Wakil Bupati Gunung Mas Ir. Efrensia L.P. Umbing, M.Si Melantik Kepala Dinas Pendidikan, Pemuda dan Olah Raga Kabupaten Gunung Mas Agung, SE bertempat di ruang rapat lantai  I kantor Bupati Gunung Mas, Selasa (14/1/2020).

“Pelantikan Kepala Dinas Pendidikan, Pemuda dan Olah Raga Kabupaten Gunug Mas bertujuan untuk dilakukan mutasi yang bersifat mutasi horizontal untuk penyegaran tugas,” kata Ir. Efrensia L.P. Umbing, M.Si.

Pelantikan yang baru kita lakukan merupakan hal yang biasa dan wajar bahkan mutasi untuk dilakukan dalam suatu organisasi karena aparatur Negara merupakan salah satu indikator yang sangat penting dalam rangka membina dan menjalankan manajemen organisasi untuk mencapai tujuan yang telah ditetepakan.

Dalam kesempatan itu, dia menyampaikan permasalahan pokok di bidang Pendidikan sekaligus merupakan tantangan yang harus kita hadapi yang pertama lokasi dan distribusi PNS khususnya tenaga pendidik yang belum seimbang dan mereta secara kuantitas maupun kualitas. Kedua masih rendahnya produktivitas guru dan belum optimalnya sistem pendidikan.

“Dikatakannya, agar dapat lebih tanggap dan proaktif serta selalu melakukan koordinasi baik vertikal maupun horizontal, sehingga kegiatan-kegiatan di bidang pendidikan tersebut dapat berjalan dengan baik dan lancar,” ujarnya.

Kepada semua Kepala Perangkat Daerah, bersama sama kita menjaga stabilitas, ketertiban dan ketentraman masyarakat di wilayah Kabupaten Gunung Mas yang kita cintai.

Saya mengajak kita semua melaksanakan tugas kita masing-masing dengan baik, seperti para pejabat sebelumnya yang sudah dilantik Bapak Bupati karena kita ini, mengawali struktur organisasi yang baru dengan perda baru, dan juga tahun yang baru serta tahun anggaran yang baru.

“Kita sudah punya target realisasi anggaran perbulan, pertriwulan, persemester bahkan sampai dengan akhir tahun, itu sudah ada dan setiap bulan diadakan tepra, tepra untuk melihat memantau memonitor sejauh mana pelaksanaan anggaran dilakukan, jika memang rendah dari target apakah ada kendala, dan apakah kendala itu bersifat internal saja apakah memerlukan koordinasi dengan pihak lain di luar SKPD, itu gunanya tepra sehingga jangan di diamkan kalau ada masalah,” pungkasnya.

Bupati Melantik Beberapa Pejabat Struktural

Bupati Melantik Beberapa Pejabat Struktural

Diskominfo, PS Gumas – Bupati Gunung Mas (Gumas) Jaya Samaya Monong melantik 373 pejabat yang terdiri dari pejabat eselon II, III dan IV di lingkungan Pemkab Gumas Jumat (10/1/2020) dini hari pukul 00.30 WIB di GPU Damang Batu Kuala Kurun.

Pejabat eselon II yang dilantik, antara lain Isaskar sebagai Kadis P2KB dan P3A, Kadis Pendidikan, Pemuda dan Olah Raga Agung, Kadis Kesehatan dr Maria Efianti, Sekretaris DPRD Gumas Yulius Agau, Kadis Pertanian dan Ketahanan Pangan Letus Guntur, Kasatpol PP Salampak Haris, Kadis Perindustrian dan Perdagangan Luis Eveli, Kadis Pemberdayaan Masyarakat dan Desa Yulianus H Umar, Kadis Perpustakaan dan Arsip Daerah Edwin Yustian, Kepala BPBD Champili, Kadis Lingkungan Hidup dan Perhubungan Yohanes Tuah, dan Kaban Kesbangpol Muhamad Rusdi.

Asisten Pemerintahan Lurand, Asisten Administrasi Untung, staf ahli Bupati bidang kemasyarakatan dr Makmur Ginting, staf ahli Bupati bidang ekonomi, keuangan dan pembangunan Yemie, dan staf ahli Bupati bidang hukum, politik dan pemerintahan Hansli Gonak.

Jaya mengatakan pelantikan dilakukan tengah malam karena segala sesuatu harus melalui proses dan aturan yang berlaku. Salah satunya persetujuan dari komisi ASN (Aparatur Sipil Negara).

“Pelantikan pejabat hal yang biasa kok. Bisa dilakukan pagi, siang dan malam. Tidak ada yang aneh dengan pelantikan ini, tidak ada yang ditutup-tutupi. Jadi jangan berfikir negatif dengan pelantikan yang dilakukan saat ini,” tegas Jaya.

Bupati mengingatkan pejabat yang sudah dilantik untuk dapat menunjukan kinerja yang baik, memahami dan mentaati aturan yang berlaku.

“Saya dan Bu Wakil Bupati akan mengevaluasi kinerja saudara-saudara yang dilantik hari ini. Kami (Jaya-Efrensia) berharap saudara-saudara menjalankan tugas dan kewajiban dengan penuh tanggung jawab dalam membangun Kabupaten Gunung Mas bermartabat, maju, berdaya saing, sejahtera dan mandiri,” kata Jaya.

Ditambahnya, pelantikan yang dilakukan merupakan tahap pertama, dan akan ada pelantikan tahap kedua.

“Tunggu saja (pelantikan tahap ke dua), dan tunjukan profesionalitas saudara-saudara dalam bekerja. Kinerja baik saudara-saudara itu yang kami inginkan,” tegas Jaya.

Pelantikan dihadiri pejabat Sekretariat Daerah Provinsi Kalteng, Sekda Gumas Yansiterson, Anggota DPRD Iceu Purnamasari, mantan Kadis Pertanian dan Perkebunan Gumas DK Mandarana yang juga suami Wabup Efrensia LP Umbing, Ketua TP PKK Gumas Ny Mimie Mariatie Jaya S Monong dan undangan lainnya.

Bupati Minta ASN Tingkatkan Disiplin dan Kinerja

Bupati Minta ASN Tingkatkan Disiplin dan Kinerja

Diskominfo, PS Gumas – Seluruh aparatur sipil negara dilingkup pemkab Gunung Mas kembali diingatkan agar lebih meningkatkan disiplin dan kinerjanya, terkhususnya berkontribusi positf bagi daerah melalui tempat tugas masing – masing.

“Kepada seluruh ASN, mari tingkatkan dan pertahankan kinerja di organisasi perangkat daerah masing – masing” kata bupati Gunung Mas uasi melaksanakan sidak di sejumlah OPD di lingkup pemerintah Kabupaten Gunung Mas, Kamis (2/1/2020).

Menurut Bupati Gunung Mas Jaya Samaya Monong, pemerintah kabupaten Gunung Mas mengapresiasi semua dukungan dan kinerja dari para ASN selama bekerja. Kedepan para ASN dituntut untuk bisa menjalin kerja sama antara mitra kerja dan perangkat daerah lainya.

Pada kesempatan itu, orang nomor satu di Kabupaten Gunung Mas ini mengucapkan terimakasih kepada rekan – rekan yang selama ini telah menyampaikan pemberitaan positif terkait pembangunan di Kabupaten Gunung Mas.

Tahun 2020 Gunung Mas Ditetapkan Sebagai Lokus Program Intervensi Pencegahan Stunting

Tahun 2020 Gunung Mas Ditetapkan Sebagai Lokus Program Intervensi Pencegahan Stunting

Diskominfo, SP Gumas – Badan Perencanaan, Penelitian dan Pengembangan Daerah (BP3D), bersama Dinas Kesehatan Kabupaten Gunung Mas (Gumas) menggelar rapat Koordinasi,  Terkait Lokus Stunting Tahun 2020 di Kabupaten Gunung Mas yang dilaksanakan di Aula BP3D, Kamis (12/12/2019).

Acara pertemuan di buka oleh Sekretaris Daerah Kabupaten Gunung Mas Drs. Yansiterson, M.Si, didampingi Kepala Dinas Kesehatan dr. Maria Efianti, Plt. Sekretaris BP3D Beben Martinus, yang dihadiri Kepala SKPD yang tergabung dalam Tim KP2S (Konvergensi Percepatan Penanggulangan Stunting) dan undangan lainnya.

Sekda Gunung Mas Drs. Yansiterson, M.Si mengatakan, bapak ibu akan menentukan desa lokus yang akan di intervensi pada tahun 2020. Sesuai kebijakan pemerintah pusat, paling tidak ada 10 desa lokus yang harus kita tentukan pada saat ini yang pembiayaanya dilakukan oleh pemerintah pusat.

“Lanjut dia dalam penentuan desa lokus, perlu dilakukan dengan teliti dan berdasarkan data yang ada sehingga desa-desa yang nantinya akan di intervensi lewat program dan kegiatan benar-benar tepat sasaran,” ucapnya.

Apa yang kita lakukan pada hari ini penting karena penentuan desa lokus hendaknya dapat menurunkan angka stunting kita yang pada tahun 2018 sebesar 38,21% atau urutan ke lima dibanding kabupaten lainnya. menurut informasi yang saya terima berdasarkan hasil survey internal yang dilakukan oleh dinas kesehatan pada bulan oktober dan november 2019.

Walaupun hasil survey internal kita menunjukkan hasil yang menggembirakan, kita tetap harus bekerja keras dan serius dalam melaksanakan aksi konvergensi percepatan penurunan stunting di tahun 2020.

“Menurut dia kegiatan ini atau KP2S (Konvergensi Percepatan Penanggulangan Stunting) merupakan bagian dari perwujudan visi smart human resources dari pimpinan daerah,” bebernya.

Sementara itu, Plt. Sekretaris BP3D Kabupaten Gunung Mas Beben Martinus menyampaikan laporannya, Rapat koordinasi ini merupakan rapat kedua perihal stunting terhadap perangkat daerah terkait.

“Rapat ini penting karena Kabupaten Gunung Mas ditetapkan sebagai lokus program intervensi pencegahan stunting pada tahun 2020 sehingga sebelum tahun ini berakhir, kita harus menyampaikan 10 Desa Lokus Konvergensi Percepatan Penanggulangan Stunting yang akan di intervensi pada tahun 2020,” pungkasnya.

Sekda Pimpin Rapat Sinkronisasi Indikator Makro

Sekda Pimpin Rapat Sinkronisasi Indikator Makro

Diskominfo, SP Gumas – Pemerintah Kabupaten Gunung Mas (Gumas) melalu Badan Perencanaan, Penelitian dan Pengembangan Dearah (BP3D), dalam penyelenggaraanya mengadakan petemuan rapat sinkronisasi indikator daerah Kabupaten Gunung Mas tahun 2019, mengusung tema yang bertajuk data DBRB untuk menggali potensi daerah. Rapat ini berlangsung di Aula BP3D Kabupaten Gunung Mas, Jumat (22/11/2019).

ARAHAN : Sekda Kabupaten Gunung Mas (dua dari kanan) didampingi Kasubbdin Pertanian, Kelautan dan Perikanan Bappedalitbang Provinsi Kalteng Vonarina, Kepala BPS Drs. Wares dan Kepala BP3D Drs. Salampak, pada saat memberikan arahan pada kegiatan sinkronisasi indikator makro daerah tahun 2019, dalam rangka sosialisasi data PDRB untuk menggali potensi daerah, di Aula BP3D setempat, Jumat (22/11/2019) pagi.

Sementara itu rapat dibuka oleh Sekretaris Daerah Kabupaten Gunung Mas Drs. Yansiterson, M.Si mewakli Bupati Gunung Mas, Jaya Samaya Monong, SE., M.Si, didampingi Kasubbdin Pertanian, Kelautan dan Perikanan Bappedalitbang Provinsi Kalteng Vonarina, Kepala BPS Drs. Wares dan Kepala BP3D Drs. Salampak.

Kemudian Asisten, Sataf Ahli Bupati, Kepala Perangkat Daerah Lingkungan Pemerintah Kabupaten Gunung Mas yang terkait beserta staf BP3D.

“Pada kesempatannya, Drs, Yansiterson menyampaikan bahwa PDRB merupakan potret perekonomian suatu daerah. Dari data PDRB kita dapat memiliki gambaran jumlah keseluruhan nilai tambah barang dan jasa yang dihasilkan dari semua kegiatan perekonomian di seluruh wilayah. Perhitungan dilakukan dalam periode tahun tertentu dan pada umumnya dalam waktu satu tahun,” ujarnya.

Selain itu lanjut Drs. Yansiterson, M.Si Bagi Pemerintah Daerah Kabupaten Gunung Mas, data PDRB sangat penting dan menjadi salah satu indikator keberhasilan pembangunan  Pemerintah Daerah sekaligus menjadi cermin dalam merumuskan kebijakan yang bersifat strategis.

Melalui kegitan tersebut kita mendapat banyak informasi baik berupa arah pengembangan Kabupaten Gunung Mas berdasarkan zonasi yang telah ditetapkan dalam RTRW oleh Pemerintah Provinsi serta posisi Kabupaten Gunung Mas diantara semua kabupaten yang ada di Kalimantan Tengah khususnya dilihat dari data PDRB,” bebernya.

“Kita juga akan dipandu oleh BPS Kabupaten Gunung Mas dalam melihat secara spesifik PDRB setiap sektor yang ada di daerah ini. Apa yang kita lakukan pada hari ini, sangat penting bagi pengembangan daerah ini kedepannya sehingga saya harap kita semua dapat menggunakan kesempatan yang ada untuk menggali informasi sebanyak mungkin dari kedua narasumber,” pungkasnya.