oleh diskominfosp | Okt 26, 2019 | Info Grafis
Diskominfo, SP Gumas – Bupati Gunung Mas (Gumas) Jaya Samaya Monong, SE., M.Si menghadiri acara pembukaan musyawarah daerah III persatuan perawat Indonesia (PENI) Tingkat Kabupaten Gunung Mas bertempat di GPU Damang Batu, Sabtu (21/10/2019).
“Saya mengucapkan selamat atas
terselenggaranya Musyawarah Daerah III Persatuan Perawat Indonesia
Kabupaten Gunung Mas Tahun 2019 Pada dasarnya pelaksanaan musyawarah
daerah merupakan tindak lanjut dan perwujudan anggaran dasar dan
anggaran rumah tangga Persatuan Perawat Nasional Indonesia,” ujarnya.
Dalam menjawab tantangan tersebut,
melalui visi pembangunan daerah yang tertuang dalam Rencana Pembangunan
Jangka Menengah Kabupaten Gunung Mas Tahun 2019-2024 yaitu, “Terwujudnya
Kabupaten Gunung Mas yang bermartabat, Maju, Berdayasaing, Sejahtera
dan Mandiri (Berjuang Bersama)”, maka kami mengangkat isu dan
permasalahan bidang kesehatan kualitas pembangunan sumberdaya manusia.
“Perawat merupakan unsur terpenting
dalam pembangunan kesehatan masyarakat di Kabupaten Gunung Mas. Perawat
merupakan armada terbesar dalam pelayanan keperawatan, namun besarnya
kuantitas ini belum diibangi dengan kualitas pelayanan keperawatan yang
baik, potensi dan sumberdaya perawat tidak begitu terlihat,” katanya.
Sebagai Perawat adalah propesi yang
sangat mulia, Perawat merupakan salah satu unsur pembangunan kesehatan
masyarakat yang saat ini mempunyai populasi terbanyak diantara profesi
kesehatan lain, di Kabupaten Gunung Mas jumlah perawat yang terdaftar
bekerja sebagai tenaga kesehatan akjtif sebanyak 450 orang terdiri dari
Aparatur Sipil Negara, Pegawai tidak teta, Nusantara Sehat, dan Tenega
Kesehatan Sukarela (TKS).
“Dengan penyelenggaraan Musyawarah
Daerah III Persatua Perawat Nasional Indonesia Kabupaten Gunung Mas ini,
diharapkan bisa melahirkan kepengurusan yang profesional serta bisa
menjadi titik tolak untuk kemajuan organisasi profesi perawat Kabupaten
Gumas yang memiliki kompetensi dan kepedulian tinggi terhadap kesehatan
masyarakat. Terwujudnya keperawatan sebagai profesi yang mandiri dan
tangguh sangat tergantung pada sejauh mana organisasi profesi
keperawatan melaksanakan peran dan taggung jawabnya sebagai suatu
organisasi,” tandasnya.
oleh diskominfosp | Okt 21, 2019 | Berita Kabupaten
Diskominfo, SP Gumas – Pemerintah kabupaten Gunung Mas (Gumas) melalui Badan Perencanaan, Penelitian dan Pengembangan Daerah (BP3D) pada Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Wilayah, menggelar acara workshop ekspose RAD AMPL bertempat di Aula BP3D, Kamis (17/10/2019).
Dalam kesempatan tersebut Ketua Panitia
Drs. Salampak, M.Si melalui Kepala Bidang Infrastruktur dan Pembangunan
Wilayah Beben Martinus, ST.,MT mengatakan, Kegiatan Workshop Ekspose
Rencana Aksi Daerah Air Minum dan Penyehatan Lingkungan (RAD AMPL)
Kabupaten Gunung Mas 2019 – 2024 ini, tiap Perangkat Daerah teknis akan
melakukan paparan mengenai usulan program dan kegiatan prioritas serta
tahun pelaksanaan/ implementasi dari program dan kegiatan dan pagu
anggaran yang dialokasikan oleh masing – masing Perangka Daerah sesuai
dengan RENSTRA masing – masing Perangkat Daerah teknis.
”Tujuan dari kegiatan Workshop sehari
Ekspose RAD AMPL merupakan wadah pengembangan kesepahaman dan
kesepakatan daerah tentang substansi Rancangan Akhir RAD AMPL yang
selanjutnya akan disahkan sebagai dokumen RAD AMPL Kabupaten Gunung Mas
2019 – 2024,” ujarnya.
Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten
Gunung Mas Selaku Ketua Pokja AMPL, Drs. Yansiterson, M.Si mengatakan,
Dalam Kegiatan tersebut hal yang menjadi poin penting adalah kesepakatan
kita semua dalam hal usulan program dan kegiatan prioritas serta tahun
pelaksanaan, implementasi dari program dan kegiatan dan pagu anggaran
yang dialokasikan oleh masing – masing Perangkat Daerah yang nanti akan
melakukan paparan mengenai program dan kegiatan yang diusulkan yang
tentunya harus selaras dengan RENSTRA masing – masing Perangkat Daerah
teknis.
Tujuan Program PAMSIMAS III tahun 2016 –
2019 adalah untuk meningkatkan jumlah warga masyarakat kurang terlayani
termasuk masyarakat berpendapatan rendah di wilayah perdesaan yang
dapat mengakses pelayanan air minum dan sanitasi 100% yang berkelanjutan
untuk meningkatkan penerapan nilai – nilai dan perilaku hidup bersih
dan sehat.
“Dalam kesempatan ini Semoga dengan
dilaksanakannya Kegiatan Workshop Ekspose Rencana Aksi Daerah Air Minum
dan Penyehatan Lingkungan (RAD AMPL) Kabupaten Gunung Mas 2019 – 2024
ini, dapat di hasilkan rumusan program dan kegiatan bidang Air Minum dan
Penyehatan Lingkungan (AMPL) untuk mencapai 100% akses air minum dan
akses sanitasi di Kabupaten Gunung Mas,” pungkasnya.
Turut hadir Wakil Ketua II DPRD Kab. Gumas Neni Yuliani, S.S.Pel, Kepala BP3D Kabupaten Gunung Mas Drs. Salampak., M.Si, Kepala Bapedalitbang Provinsi Kalimantan Tengah dalam hal ini diwakili oleh Kasubbid Perhubungan, Komunikasi dan Inforatika M. Ansori, ST., MT, Kepala SKPD dilingkup Pemkab Gumas, serta undangan lainnya.
oleh diskominfosp | Okt 21, 2019 | Info Forkopimda
Diskominfo, SP Gumas – Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Gunung Mas (Gumas), menggelar Rapat Paripurna Ke – 3 Masa Persidangan I Tahun Sidang 2019. Menetapkan Tata Tertib dan Kode Etik Dewan Perwakilan Rakyat Daerah Kabupaten Gunung Mas dan Penetapan Fraksi Pendukung dan Alat Kelengkapan DPRD, digelar di ruang sidang DPRD, Jumat (11/10/2019) rapat tersebut dipimpin langsung Ketua DPRD Gumas Akerman Sahidar.
Menurut Akerman, dengan diadakan
penetapan fraksi pendukung dan alat kelengkapan Dewan Perwakilan Rakyat
Daerah, serta penetapan fraksi pendukung Dewan masa jabatan 2019 – 2024
agar ada koordinasi dan kehadiran semua Anggota Dewan.
“Dengan adanya penetapan alat
kelengkapan dewan ini, juga sekaligus penetapan tata tertib dan kode
etik DPRD Gumas dalam mengemban amanah kepercayaan masyarakat,” ujarnya.
Untuk Anggota Dewan yang baru yang sudah
masuk komisi, agar membangun kerja sama yang baik dengan Anggota Dewan
yang lama, ke depan kami akan berkoordinasi dengan Anggota Dewan yang
baru.
“Ia berharap, setelah digelarnya rapat
ini masing-masing fraksi dewan bisa bekerja sesuai dengan tupoksinya
masing-masing, terutama dalam agenda rapat selanjutnya,” pungkasnya.
Sementara dalam Rapat Paripurna ke – 3
masa persidangan I Tahun 2019 yang mewakili Bupati Gunung Mas Sekda
Gumas Drs. Yansiterson, M. Si, sejumlah Kepala SKPD dilingkup Kabupaten
Gunung Mas.
oleh diskominfosp | Okt 21, 2019 | Ucapan Selamat
oleh diskominfosp | Okt 11, 2019 | Berita Kabupaten
Gunung Mas – Asiten Perekonomian Setda
Kabupaten Gunung Mas Ir. Yohanes Tuah, M.Si menghadiri Konsultasi Publik
Kawasan Perkotaan Kuala Kurun Kabupaten Gunung Mas (Gumas), Provinsi
Kalimantan Tengah bertempat di Aula Hotel Zefanya, Kamis (9/10/2019)
pagi.
Masing-masing
SKPD terkait, melakukan Penandatanganan berita acara Konsultasi Publik
KLHS RDTR Kawasan Perkotaan Kauala Kurun, Kamis (10/10/2019).
Hadir dalam kegiatan tersebut Kepala
Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Ir. Calvin A. Sahay, Narasumber Kementrian
ATR/BPN Hangsono Suryo, Kepala Dinas PU yang diwakili oleh Kepala Bidang
Tata Ruang Hermawan, ST., MT.Eng, serta peserta SKPD terkait lainnya
lingkungan Pemkab Gumas.
Hangsono Suryodalam paparannya, KLHS
adalah sebuah bentuk tindakan strategis dalam menentukan, mengarahkan,
dan menjamin tidak terjadinya efek negatif terhadap lingkungan dan
keberlanjutan yang dipertimbangkan secara bersama dalam kebijakan,
rencana dan program.
Kewajiban penyusunan KLHS RTRW berserta Rencana Rincianya berdasarkan UU 32/2009 tentang Perlindungan dan Pengelolaan LH.
Tujuan dan manfaat penyusunan KLHS
memastikan prinsip pembangunan berkelanjutan telah menjadi dasar dan
teritegrasi dalam pembangunan.
“Lanjut dia menjamin bahwa setiap
kebijakan, rencan dan program “lebih hijau” dalam artian dapat
menghindarkan atau mengurangi dampak negatif terhadap lingkungan hidup.
Melindungi aset-aset sumberdaya alam dan lingkungan hidup guna menjamin
berlangsungnya pembangunan berkelanjutan dan memfasilitasi kerjasama
antar stakeholder untuk mencegah konflik berbagai pemanfaat,” katanya.
Sementara itu, Asisten II Ir. Yohanes
Tuah, M.Si mengatakan, apa yang kita lakukan ini membawa manfaat yang
positif, artinya tidak hanya berhenti disini saja, karena proses
konsekwen pelaksanaan kegiatan penyusunan KLHS RTDR masih berjalan.
“Kalau ada hal-hal yang dianggap penting, didalam forum ini yang belum disampaikan, bisa sampaikan ke Dinas Pekerjaan Umum melalui Bagian Tata Ruang, dan atas nama Pemerintah Daerah saya mengucapkan terima kasih kepada kita semua,” pungkasnya saat menutup kegiatan.
Press Rilis Bidang Pengelolaan Informasi Publik.