DPD PPNI Kabupaten Gunung Mas Gelar MUSDA III Tahun 2019

DPD PPNI Kabupaten Gunung Mas Gelar MUSDA III Tahun 2019

Diskominfo, SP Gumas – Bupati Gunung Mas (Gumas) Jaya Samaya Monong, SE., M.Si menghadiri acara pembukaan musyawarah daerah III persatuan perawat Indonesia (PENI) Tingkat Kabupaten Gunung Mas bertempat di GPU Damang Batu, Sabtu (21/10/2019).

“Saya mengucapkan selamat atas terselenggaranya Musyawarah Daerah III Persatuan Perawat Indonesia Kabupaten Gunung Mas Tahun 2019 Pada dasarnya pelaksanaan musyawarah daerah merupakan tindak lanjut dan perwujudan anggaran dasar dan anggaran rumah tangga Persatuan Perawat Nasional Indonesia,” ujarnya.

Dalam menjawab tantangan tersebut, melalui visi pembangunan daerah yang tertuang dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Kabupaten Gunung Mas Tahun 2019-2024 yaitu, “Terwujudnya Kabupaten Gunung Mas yang bermartabat, Maju, Berdayasaing, Sejahtera dan Mandiri (Berjuang Bersama)”, maka kami mengangkat isu dan permasalahan bidang kesehatan kualitas pembangunan sumberdaya manusia.

“Perawat merupakan unsur terpenting dalam pembangunan kesehatan masyarakat di Kabupaten Gunung Mas. Perawat merupakan armada terbesar dalam pelayanan keperawatan, namun besarnya kuantitas ini belum diibangi dengan kualitas pelayanan keperawatan yang baik, potensi dan sumberdaya perawat tidak begitu terlihat,” katanya.

Sebagai Perawat adalah propesi yang sangat mulia, Perawat merupakan salah satu unsur pembangunan kesehatan masyarakat yang saat ini mempunyai populasi terbanyak diantara profesi kesehatan lain, di Kabupaten Gunung Mas jumlah perawat yang terdaftar bekerja sebagai tenaga kesehatan akjtif sebanyak 450 orang terdiri dari Aparatur Sipil Negara, Pegawai tidak teta, Nusantara Sehat, dan Tenega Kesehatan Sukarela (TKS).

“Dengan penyelenggaraan Musyawarah Daerah III Persatua Perawat Nasional Indonesia Kabupaten Gunung Mas ini, diharapkan bisa melahirkan kepengurusan yang profesional serta bisa menjadi titik tolak untuk kemajuan organisasi profesi perawat Kabupaten Gumas yang memiliki kompetensi dan kepedulian tinggi terhadap kesehatan masyarakat. Terwujudnya keperawatan sebagai profesi yang mandiri dan tangguh sangat tergantung pada sejauh mana organisasi profesi keperawatan melaksanakan peran dan taggung jawabnya sebagai suatu organisasi,” tandasnya.

Sekda Gumas Buka Workshop Ekspose RAD AMPL

Sekda Gumas Buka Workshop Ekspose RAD AMPL

Diskominfo, SP Gumas – Pemerintah kabupaten Gunung Mas (Gumas) melalui Badan Perencanaan, Penelitian dan Pengembangan Daerah (BP3D) pada Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Wilayah, menggelar acara workshop ekspose RAD AMPL bertempat di Aula BP3D, Kamis (17/10/2019).

Dalam kesempatan tersebut Ketua Panitia Drs. Salampak, M.Si melalui Kepala Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Wilayah Beben Martinus, ST.,MT mengatakan, Kegiatan Workshop Ekspose Rencana Aksi Daerah Air Minum dan Penyehatan Lingkungan (RAD AMPL) Kabupaten Gunung Mas 2019 – 2024 ini, tiap Perangkat Daerah teknis akan melakukan paparan mengenai usulan program dan kegiatan prioritas serta tahun pelaksanaan/ implementasi dari program dan kegiatan dan pagu anggaran yang dialokasikan oleh masing – masing Perangka Daerah sesuai dengan RENSTRA masing – masing Perangkat Daerah teknis.

”Tujuan dari kegiatan Workshop sehari Ekspose RAD AMPL merupakan wadah pengembangan kesepahaman dan kesepakatan daerah tentang substansi Rancangan Akhir RAD AMPL yang selanjutnya akan disahkan sebagai dokumen  RAD AMPL Kabupaten Gunung Mas 2019 – 2024,” ujarnya.

Sekretaris Daerah (Sekda)  Kabupaten Gunung Mas Selaku Ketua Pokja AMPL, Drs. Yansiterson, M.Si mengatakan, Dalam Kegiatan tersebut hal yang menjadi poin penting adalah kesepakatan kita semua dalam hal usulan program dan kegiatan prioritas serta tahun pelaksanaan, implementasi dari program dan kegiatan dan pagu anggaran yang dialokasikan oleh masing – masing Perangkat Daerah yang nanti akan melakukan paparan mengenai program dan kegiatan yang diusulkan yang tentunya harus selaras dengan RENSTRA masing – masing Perangkat Daerah teknis.

Tujuan Program PAMSIMAS III tahun 2016 – 2019 adalah untuk meningkatkan jumlah warga masyarakat kurang terlayani termasuk masyarakat berpendapatan rendah di wilayah perdesaan yang dapat mengakses pelayanan air minum dan sanitasi 100% yang berkelanjutan untuk meningkatkan penerapan nilai – nilai dan perilaku hidup bersih dan sehat.

“Dalam kesempatan ini Semoga dengan dilaksanakannya Kegiatan Workshop Ekspose Rencana Aksi Daerah Air Minum dan Penyehatan Lingkungan (RAD AMPL) Kabupaten Gunung Mas 2019 – 2024 ini, dapat di hasilkan rumusan program dan kegiatan bidang Air Minum dan Penyehatan Lingkungan (AMPL) untuk mencapai 100% akses air minum dan akses sanitasi di Kabupaten Gunung Mas,” pungkasnya.

Turut hadir Wakil Ketua II DPRD Kab. Gumas Neni Yuliani, S.S.Pel, Kepala BP3D Kabupaten Gunung Mas Drs. Salampak., M.Si, Kepala Bapedalitbang Provinsi Kalimantan Tengah dalam hal ini diwakili oleh Kasubbid Perhubungan, Komunikasi dan Inforatika M. Ansori, ST., MT, Kepala SKPD dilingkup Pemkab Gumas, serta undangan lainnya.

DPRD Gumas Tetapkan Fraksi Pendukung dan Alat Kelengkapan Dewan

DPRD Gumas Tetapkan Fraksi Pendukung dan Alat Kelengkapan Dewan

Diskominfo, SP Gumas – Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Gunung Mas (Gumas), menggelar Rapat Paripurna Ke – 3 Masa Persidangan I Tahun Sidang 2019. Menetapkan Tata Tertib dan Kode Etik Dewan Perwakilan Rakyat Daerah Kabupaten Gunung Mas dan Penetapan Fraksi Pendukung dan Alat Kelengkapan DPRD, digelar di ruang sidang DPRD, Jumat (11/10/2019) rapat tersebut dipimpin langsung Ketua DPRD Gumas Akerman Sahidar.

Menurut Akerman, dengan diadakan penetapan fraksi pendukung dan alat kelengkapan Dewan Perwakilan Rakyat Daerah, serta penetapan fraksi pendukung Dewan masa jabatan 2019 – 2024 agar ada koordinasi dan kehadiran semua Anggota Dewan.

“Dengan adanya penetapan alat kelengkapan dewan ini, juga sekaligus penetapan tata tertib dan kode etik DPRD Gumas dalam mengemban amanah kepercayaan masyarakat,” ujarnya.

Untuk Anggota Dewan yang baru yang sudah masuk komisi, agar membangun kerja sama yang baik dengan Anggota Dewan yang lama, ke depan kami akan berkoordinasi dengan Anggota Dewan yang baru.

“Ia berharap, setelah digelarnya rapat ini masing-masing fraksi dewan bisa bekerja sesuai dengan tupoksinya masing-masing, terutama dalam agenda rapat selanjutnya,” pungkasnya.

Sementara dalam Rapat Paripurna ke – 3 masa persidangan I Tahun 2019 yang mewakili Bupati Gunung Mas Sekda Gumas Drs. Yansiterson, M. Si, sejumlah Kepala SKPD dilingkup Kabupaten Gunung Mas.

Pemkab Gumas Laksanakan Konsultasi Publik II Penyusunan RDTR

Pemkab Gumas Laksanakan Konsultasi Publik II Penyusunan RDTR

Gunung Mas – Asiten Perekonomian Setda Kabupaten Gunung Mas Ir. Yohanes Tuah, M.Si menghadiri Konsultasi Publik Kawasan Perkotaan Kuala Kurun Kabupaten Gunung Mas (Gumas), Provinsi Kalimantan Tengah bertempat di Aula Hotel Zefanya, Kamis (9/10/2019) pagi.

Masing-masing SKPD terkait, melakukan Penandatanganan berita acara  Konsultasi Publik KLHS RDTR Kawasan Perkotaan Kauala Kurun, Kamis (10/10/2019).

Hadir dalam kegiatan tersebut Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Ir. Calvin A. Sahay, Narasumber Kementrian ATR/BPN Hangsono Suryo, Kepala Dinas PU yang diwakili oleh Kepala Bidang Tata Ruang Hermawan, ST., MT.Eng, serta peserta SKPD terkait lainnya lingkungan Pemkab Gumas.

Hangsono Suryodalam paparannya, KLHS adalah sebuah bentuk tindakan strategis dalam menentukan, mengarahkan, dan menjamin tidak terjadinya efek negatif terhadap lingkungan dan keberlanjutan yang dipertimbangkan secara bersama dalam kebijakan, rencana dan program.

Kewajiban penyusunan KLHS RTRW berserta Rencana Rincianya berdasarkan UU 32/2009 tentang Perlindungan dan Pengelolaan LH.

Tujuan dan manfaat penyusunan KLHS memastikan prinsip pembangunan berkelanjutan telah menjadi dasar dan teritegrasi dalam pembangunan.

“Lanjut dia menjamin bahwa setiap kebijakan, rencan dan program “lebih hijau” dalam artian dapat menghindarkan atau mengurangi dampak negatif terhadap lingkungan hidup. Melindungi aset-aset sumberdaya alam dan lingkungan hidup guna menjamin berlangsungnya pembangunan berkelanjutan dan memfasilitasi kerjasama antar stakeholder untuk mencegah konflik berbagai pemanfaat,” katanya.

Sementara itu, Asisten II Ir. Yohanes Tuah, M.Si mengatakan, apa yang kita lakukan ini membawa manfaat yang positif, artinya tidak hanya berhenti disini saja, karena proses konsekwen pelaksanaan kegiatan penyusunan KLHS RTDR masih berjalan.

“Kalau ada hal-hal yang dianggap penting, didalam forum ini yang belum disampaikan, bisa sampaikan ke Dinas Pekerjaan Umum melalui Bagian Tata Ruang, dan atas nama Pemerintah Daerah saya mengucapkan terima kasih kepada kita semua,” pungkasnya saat menutup kegiatan.

Press Rilis Bidang Pengelolaan Informasi Publik.