Rakor Tim Inovasi Kabupaten (TIK) Program Inovasi Desa (PID) tahun 2019 Digelar

Rakor Tim Inovasi Kabupaten (TIK) Program Inovasi Desa (PID) tahun 2019 Digelar

Diskominfo, SP Gumas – Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DPMD) Kabupaten Gunung Mas (Gumas) menggelar  rapat koordinasi (rakor) Tim Inovasi Kabupaten (TIK) Program Inovasi Desa (PID) tahun 2019.

“Rakor ini bertujuan untuk meningkatkan kapasitas dan kualitas pelayanan dan pengelolaan program, oleh pelaku program, pembangunan, pemberdayaan masyarakat, serta meningkatkan pengetahuan dan keterampilan masyarakat desa, dalam upaya memperoleh akses serta kualitas pelayanan pendidikan dan kesehatan,” ucap Kepala DPMD yang juga Ketua Pokja TIK Kabupaten Gumas Yulius Agau, di Aula BP3D setempat, Rabu (23/10).

Inovasi dalam praktik pembangunan dan pertukaran pengetahuan, yang dipetik dari hasil kerja desa-desa. dukungan teknis dari penyedia jasa layanan teknis secara profesional.

Beliau menuturkan, ada beberapa hal mendasar dalam PID yakni inovasi dalam praktik pembangunan dan pertukaran pengetahuan, yang dipetik dari hasil kerja desa, serta dukungan teknis dari penyedia jasa layanan teknis secara profesional.

“Kedua unsur ini kita yakini akan memberikan kontribusi signifikan terhadap pemenuhan kebutuhan masyarakat melalui pembangunan, yang didanai dari APBDes khususnya dana desa,” ujarnya.

Dilanjutkan dia, keberadaan PID diharapkan dapat menjawab kebutuhan desa terhadap layanan teknis yang berkualitas, merangsang munculnya inovasi dalam praktik pembangunan, dan solusi inovatif untuk menggunakan dana desa secara tepat dan seefektif mungkin.

Kami berharap rakor ini dapat menjadi forum diskusi bersama, agar kita semua dapat kembali menyusun strategis teknis implementasi kegiatan program dan mempertegas komitmen, fungsi, dan peran bersama sebagai bagian upaya kita untuk terus mendukung dan mensukseskan program pemerintah, demi mewujudkan kesejahteraan dan kemajuan masyarakat khususnya di Kabupaten Gumas.

Kepada Kecamatan yang telah melaksanakan kegiatan Bursa Inovasi Desa (BID) agar Camat, Pendamping Desa dan TPID agar mohon bantuan dan kerjasamanya untuk dapat mendampingi dan mengkomitmenkan apa yang telah ditulis dalam kartu komitmen agar dilaksanakan dan dianggarkan dalam APBDesa Tahun 2020,” ujarnya.

Ditempat yang sama, Koordinator Pokja PPID TIK Herianto mengatakan, rakor ini bertujuan untuk menjembatani kebutuhan pemerintah desa dalam mencari solusi untuk penyelesaian masalah, serta inisiatif kegiatan pembangunan desa dalam rangka penggunaan dana desa yang lebih efektif dan inovatif.

“Yang mengikuti Rakor ini berjumlah 95 peserta, terdiri dari TIK PID berjumlah 24 orang, para camat, tim pelaksana inovasi desa 36 orang, tenaga ahli P3MD 6 orang, pendamping desa 20 orang, dan penyedia P2KTD lima orang,” terangnya.

Kejuaraan Sumpah Pemuda Tenis Cup Tahun 2019 Digelar

Kejuaraan Sumpah Pemuda Tenis Cup Tahun 2019 Digelar

Diskominfo, SP Gumas – Persatuan Law Tenis Indonesia (Pelti) Kabupaten Gunung Mas (Gumas) menggelar kejuaraan Sumpah Pemuda Tenis Cup Tahun 2019, yang diikuti oleh pihak Pemerintah Kabupaten (Pemkab), Pengadilan Negeri (PN) dan Pengadilan Agama (PA) Kuala Kurun, Kejaksaan Negeri, Polres, PLN, perbankan, dan lainnya.

“Dalam Sambutan Bupati Gunung Mas Jaya Samaya Monong, SE., M.Si dalam sambutan tertulis yang dibacakan oleh Staf Ahli Bupati Gumas dr. Makmur Ginting, M.Kes mengatakan, Kejuaraan seperti ini disamping untuk kesehatan, juga akan dapat membangun rasa kebersamaan dan kekeluargaan, serta silaturahmi, sehingga akan berdampak positif pada proses pembangunan yang kita laksanakan,” ucapnya di Lapangan Tenis Stadion Mini Kuala Kurun, Selasa (22/10/2019) petang.

Kegitan seperti ini disamping untuk kesehatan juga diharakan dapat memupuk rasa kebersamaan dan kekeluargaan serta silaturahmi sehingga akan berdampak positif pada proses pembangunan yang kita laksanakan terlebih dalam kita menghadapi era industrialisasi 4.0 yang penuh dengan tantangan.

Dia mengatakan, Pemkab Gumas sangat berterima kasih dan memberikan penghargaan setinggi-tingginya kepada pihak panitia penyelenggara, donator, dan semua pihak yang telah berpartisipasi, sehingga kejuaraan ini bisa terlaksana.

”Kami juga memohon maaf apabila ada kekurangan baik dalam hal pelayanan fasilitas sarana dan prasarana dalam pelaksanaan kejuaraan ini,” tuturnya.

Ketua KONI Kabupaten Gumas Febrianto Octafanus berharap, kejuaraan seperti ini bisa menjadi agenda tahunan. Nantinya, dalam waktu dekat KONI juga akan melaksanakan sejumlah turnamen olahraga dengan melibatkan 12 kecamatan.

”Besar harapan kami, turnamen kegiatan ini berjalan lancar. Kami pun mengucapkan selamat bertanding dengan semangat,” ujarnya.

Kemudian, Ketua Pelti Kabupaten Gumas Beben Martinus mengatakan, kejuaraan ini merupakan event perdana yang terselenggara atas bantuan semua pihak.

”Ini juga merupakan ajang bagi kita untuk melihat potensi generasi muda, khususnya di bidang olahraga tenis lapangan, sehingga nantinya akan muncul atlet-atlet berbakat dari Kabupaten Gumas,” pungkasnya.

Pembukaan kejuaraan ini juga dirangkai dengan peringatan satu tahun keberadaan PN dan PA Kuala Kurun Kelas II.

DLH Gumas Gelar “In House Training” Penyusunan Kajian  Lingkungan Hidup Strategis (KLHS)

DLH Gumas Gelar “In House Training” Penyusunan Kajian Lingkungan Hidup Strategis (KLHS)

Diskominfo, SP Gumas – Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Gunung Mas (Gumas) mennggelar acara in house training penyusunan kajian lingkungan hidup strategis (KLHS), bertempat di Aula GPU Tampung Penyang Kuala Kurun, Selasa (22/10/2019).

Ketua panitia Karno Perry menyampaikan, tujuan dari in house training penyusunan kajian lingkungan hidup strategis (KLHS), untuk memberikan pengetahuan dan pembelajaran lingkungan hidup strategis (KLHS).

“Adapun in house training ini dilaksanakan selama 4 (empat) hari dari tanggal 22 – 25 Oktober 2019, jumlah peserta yang mengikuti kegiatan tersebut berjumlah 25 orang yang terdiri dari SKPD yang terdapat pada Pemkab Gumas,” uajarnya.

Sementara itu Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Gunung Mas Ir. Calvin A. Sahay, SH., MH, mengatakan, kajian lingkungan hidup strategis yang selanjutnya disingkat KLHS adalah rangkaian analisis yang sistematis, menyeluruh, dan partisipatif untuk memastikan bahwa prinsip pembangunan berkelanjutan telah menjadi dasar dan terintegrasi dalam pembangunan suatu wilayah atau kebijakan, rencana program.

“Pegawai Negeri Sipil (PNS) sebagai unsur utama Sumber Daya Manusia Aparatur Negara mempunyai peranan yang menentukan keberhasilan penyelenggaraan pemerintahan dan pembangunan. Untuk, dapat membentuk sosok PNS yang berdaya saing. Dilaksanakan pembinaan melalui jalur Pendidikan dan Pelatihan (Diklat) yang mengarah pada upaya peningkatan SDM,” ungkapnya.

Bupati Gunung Mas Jaya Samaya Monong, SE., M.Si dalam hal ini diwakili Staf Ahli Bupati Gunung Mas Bidang Kemasyarakatan dan Sumber Daya Manusia Salampak Haris, S.Sos menerangkan, Kabupaten Gunung Mas dengan luas wilayah 10.804 Km2 merupakan kabupaten terluas keenam dari 14 Kabupaten di Provinsi Kalimantan Tengah.

In House Training pada hari ini, dimana merupakan suatu upaya internalisasi kepentingan lingkungan hidup dan prinsip-prinsip pembangunan berkelanjutan ke dalam perencanaan Kabupaten Gunung Mas,” tuturnya.

Beliau mengatakan, pembangunan berkelanjutan umumnya didefinisikan sebagai pembangunan yang dapat memenuhi kebutuhan kita saat ini tanpa menghilangkan kemampuan generasi yang akan datang untuk memenuhi kebutuhan mereka. Untuk tercapainya pembangunan berkelanjutan diperlukan tiga syarat, yaitu terlanjutkan secara ekologi, ekonomi dan sosial. Dengan demikian, pembangunan berkelanjutan dapat diartikan sebagai upaya meningkatkan kualitas kehidupan secara berkelanjutan.

saya berharap penyelenggaraan Kegiatan In House Training PENYUSUNAN KAJIAN LINGKUNGAN HIDUP STRATEGIS (KLHS) ini bisa menampung berbagai masukan dan sharing informasi tentang bagaimana solusi dari permasalahan yang kita hadapi saat ini serta unsur utama Sumber Daya Manusia Aparatur Negara yang menentukan keberhasilan penyelenggaraan pemerintahan dan pembangunan.

“Kepada seluruh peserta, saya ucapkan selamat mengikuti kegiatan ini, semoga mendapatkan kemajuan peningkatan kualitas lingkungan hidup dan kemajuan pembangunan untuk daerah yang kita cintai, serta segala upaya kita semua senantiasa mendapat bimbingan dan berkat dari Tuhan Yang Maha Kuasa,” pungkasnya.

Dinas PMD Gelar Rakor Satker Program Pembangunan dan Pemberdayaan Masyarakat Desa (P3MD) Tahun 2019

Dinas PMD Gelar Rakor Satker Program Pembangunan dan Pemberdayaan Masyarakat Desa (P3MD) Tahun 2019

Diskominfo, SP Gumas – Pemerintah Kabupaten Gunung Mas (Gumas), melalui Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DPMD) menggelar Rapat Koordinasi (Rakor) Satuan Kerja (Satker) Program Pembangunan dan Pemberdayaan Masyarakat Desa (P3MD) tahun 2019, yang dilaksanakan selama dua hari yakni 21-22 Oktober mendatang.

”Pelaksanaan rakor ini untuk menganalisa dan mengevaluasi program yang telah berlangsung, serta berkoordinasi dalam perumusan langkah pemecahan masalah yang menjadi hambatan antara satker provinsi dengan kabupaten, maupun pihak yang terlibat dalam pengawasan dana desa,” ucap Kepala DPMD Kabupaten Gumas Yulius Agau, di Aula BP3D Kuala Kurun, Senin (21/10) pagi.

Untuk memastikan perencanaan yang baik, disediakan tenaga pendamping lokal desa, pendamping desa, dan tenaga ahli sesuai bidang. Mereka ditugaskan untuk membina dan memfasilitasi dalam peningkatan kualitas penyelenggaraan pemerintah desa.

Melalui rakor ini, lanjut dia, akan dapat menyepakati hal-hal penting dalam penyelenggaraan pemerintah dan pemberdayaan masyarakat desa, meliputi penguatan pokjanal posyandu, strategi pelaksanaan konvergensi percepatan penurunan stunting, penguatan prioritas penggunaan dana desa, serta tindak lanjut replikasi kegiatan bursa inovasi desa pada perencanaan dan penganggaran tahun 2020.

“Kami berharap pelaksanaan rakor ini akan dapat menghasilkan kontribusi nyata bagi percepatan pembangunan di desa. Untuk itu, kepada seluruh tenaga ahli, pendamping desa dan pendamping lokal desa, untuk selalu displin dalam melaksanakan tugas, dan meningkatkan koordinasi dengan DPMD, SOPD terkait, Camat, dan Kepala Desa (kades),” ujarnya.

Sementara itu, Ketua Panitia yang juga Sekretaris DPMD Kabupaten Gumas Jepin mengatakan, rakor ini bertujuan untuk evaluasi dan koordinasi pelaksanaan program/kegiatan pendampingan, merumuskan langkah pemecahan masalah selama kegiatan P3MD, serta pengendalian dan konsolidasi rencana kerja tindak lanjut (RKTL) masing-masing kecamatan.

”Pelaksanaan rakor ini diikuti oleh 72 orang peserta yang terdiri dari pihak DPMD lima orang, para camat, tenaga ahli P3MD enam orang, pendamping desa 21 orang, dan pendamping lokal desa 28 orang,” pungkasnya.

BPJS Ketenagakerjaan Gelar Sosialisasi di Kuala Kurun

BPJS Ketenagakerjaan Gelar Sosialisasi di Kuala Kurun

Diskominfo, SP Gumas – Badan Penyelanggara Jaminan Sosial (BPJS) Ketenagakerjaan Palangka Raya bekerjasama dengan Dinas Tenaga Kerja, Transmigrasi, Koperasi dan Usaha Kecil Menengah (Distranakerkop dan UKM) Kabupaten Gunung Mas (Gumas) menggelar sosialisasi wisata akuisisi peserta penerima upah (PU) skala Usaha Kecil Mikro.

”Sosialisasi ini untuk memberikan pemahaman kepada para pelaku usaha, agar mendaftarkan karyawan mereka ke dalam kepesertaan BPJS ketenagakerjaan,” ucap Kepala Bidang Kepesertaan BPJS Ketenagakerjaan Palangka Raya Agung Pambudi, di GPU Tampung Penyang, Senin (21/10/2019) sore.

Sekarang ini, kata dia, masih ada ditemukan pelaku usaha yang kurang mengerti dan paham mengenai program dari BPJS Ketenagakerjaan. Untuk itu, pihaknya gencar turun ke lapangan untuk mensosialisasikan apa saja program yang ada di dalam BPJS Ketenagakerjaan.

”Kami pun sudah ada kerjasama dengan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Gumas dalam hal mendaftaran BPJS Ketenagakerjaan. Melalui sosialisasi ini, para peserta yang hadir bisa memperkenalkan program BPJS kepada pelaku usaha lainnya,” ujar Agung.

Sementara itu, Kepala Distranakerkop dan UKM Kabupaten Gumas Letus Guntur mengatakan, sosialisasi ini diikuti oleh para pelaku usaha UKM di Kelurahan Kuala Kurun dan Tampang Tumbang Anjir.

”Sangat penting bagi para pelaku usaha untuk mendaftarkan karyawannya ke dalam BPJS Ketenagakerjaan, karena apabila terjadi hal-hal yang tidak diinginkan seperti kecelakaan kerja, maka mereka akan mendapatkan tanggungan dari BPJS Ketenagakerjaan,” tuturnya.

Dia menuturkan, sosialisasi seperti ini sangat bermanfaat bagi para pelaku usaha, sekaligus dalam rangka mengindentifikasi bidang usaha yang digeluti oleh para pelaku usaha.

”Dengan terdaftar di BPJS Ketenagakerjaan, maka karyawan akan mendapatkan jaminan keselamatan dalam bekerja. Untuk mekanisme pendaftarannya, nanti kita atur bersama dengan BPJS Ketenagakerjaan,” tukasnya.