Dinkes Gelar Rapat Penyusunan Rencana Operasional Germas

Dinkes Gelar Rapat Penyusunan Rencana Operasional Germas

Diskominfo, SP Gumas – Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Gunung Mas (Gumas) melalui Tim Pembina Gerakan Masyarakat Hidup Sehat menggelar rapat penyusunan rencana operasional germas. Ini dilakukan sebagai wujud peran serta dalam meningkatkan derajat kesehatan masyarakat, khususnya di Kabupaten Gumas.

“Pelaksanaan penyusunan rencana operasional germas ini kita lakukan untuk meningkatkan kualitas pembangunan Sumber Daya Manusia (SDM), dalam hal ini khususnya bidang kesehatan,” ucap Asisten I Setda Gumas Ambo Jabar, di Ruang Rapat Lantai I Kantor Bupati, Rabu (30/10) pagi.

Dia menuturkan, germas merupakan salah satu wujud dukungan pemerintah daerah dalam rangka meningkatkan derajat kesehatan masyarakat yang optimal, sehingga akan berdampak pada kesehatan yang terjaga, tercipta lingkungan yang bersih.

“Apabila dalam kondisi sehat, maka produktivitas masyarakat akan meningkat, dan menurunnya beban pembiayaan pelayanan kesehatan, karena meningkatnya penyakit dan pengeluaran kesehatan,” ujarnya.

Dia mengatakan, germas merupakan suatu tindakan sistematis dan terencana yang dilakukan secara bersama-sama oleh seluruh komponen bangsa dengan kesadaran, kemauan, dan kemampuan berperilaku sehat, untuk meningkatkan kualitas hidup.

“Untuk itu, pelaksanaan germas harus dimulai dari keluarga, karena merupakan bagian terkecil dari masyarakat yang membentuk kepribadian,” tuturnya.

Melalui germas, lanjut dia, diharapkan seluruh lintas sektor dan lapisan masyarakat dapat bergandengan tangan untuk mewujudkan pola hidup sehat. Kepada SOPD yang tergabung dalam tim pembina germas, untuk merencanakan tindak lanjut germas tingkat kabupaten serta komitmennya dalam mendukung setiap tahap dan kegiatan.

“Kami harapkan dukungan seluruh lintas sektor serta komitmen semua dalam mendukung germas, dan menjadi sebuah pilihan dalam mewujudkan derajat kesehatan yang lebih baik,” terangnya.

Sementara itu, Plt Sekretaris BP3D Kabupaten Gumas Beben Martinus mengatakan, penyusunan rencana operasional germas ini bertujuan agar terlaksana penguatan kebijakan germas hidup sehat di lintas sektor, mensinergikan program dan upaya pembinaan, serta pengembangan pelaksanaan germas.

“Kegiatan rencana operasional germas ini diikuti oleh peserta sebanyak 33 orang, yang terdiri dari lintas sektor di Pemkab Gumas,” pungkasnya.

“meningkatkan akses masyarakat terhadap air minum dan sanitasi yang berkelanjutan”

“meningkatkan akses masyarakat terhadap air minum dan sanitasi yang berkelanjutan”

Gunung Mas – Badan Perencanaan, Penelitian, dan Pengembangan Daerah (BP3D) Kabupaten Gunung Mas (Gumas) menggelar sosialisasi Program Penyediaan Air Minum dan Sanitasi Berbasis Masyarakat (Pamsimas) III tahun 2016-2019. Ini merupakan kelanjutan program pamsimas I (2008-2012) dan pamsimas II (2013-2016).

“Sosialisasi pamsimas III ini bertujuan untuk meningkatkan akses masyarakat terhadap air minum dan sanitasi yang berkelanjutan, di wilayah desa dan pinggiran kota,” ucap Asisten II Setda Gumas Yohanes Tuah, di Aula Kantor BP3D setempat, Senin (28/10) pagi.

Dia mengatakan, pamsimas III merupakan instrumen pelaksanaan dua agenda nasional, untuk meningkatkan cakupan penduduk terhadap pelayanan air minum dan sanitasi layak berkelanjutan yakni, air bersih untuk rakyat serta sanitasi total berbasis masyarakat.

“Melalui program ini, akan mampu menghasilkan infrastruktur air minum dan sanitasi berskala kecil dengan pembiayaan yang relatif rendah dan kualitas konstruksi yang baik. Untuk itu, para pelaku program diharapkan dapat meningkatkan dampak positif yang dihasilkan dari program pamsimas,” ujarnya.

Dia menuturkan, sasaran yang ingin dicapai melalui program pamsimas III adalah, tambahan penduduk mengakses sarana air minum aman dan berkelanjutan, mengakses sanitasi yang baik, masyarakat desa  mampu menerapkan program stop buang air besar sembarangan (SBS), mengadopsi perilaku program cuci tangan pakai sabun (CTPS).

“Kami juga ingin Pemerintah Kabupaten (Pemkab) memiliki dokumen perencanaan daerah bidang air minum dan sanitasi, serta mempunyai peningkatan di bidang air minum dan sanitasi,” terangnya.

Ada beberapa strategi yang diterapkan dalam program Pamsimas III, yakni mengubah perilaku masyarakat untuk hidup bersih dan sehat melalui pembangunan sistem penyediaan air minum (SPAM) dan sanitasi berbasis masyarakat, mengarusutamakan pendekatan penbangunan berbasis masyatakat dalam pembangunan SPAM dan sanitasi, serta penguatan peran pemerintah desa untuk membina dan mengawasi penyelenggaraan SPAM, meliputi pengembangan dan pengelolaan termasuk dukungan pembiayaan.

“Kontribusi desa-desa, masyarakat, serta pihak-pihak yang peduli dengan air minum dan sanitasi sangat diharapkan untuk dapat menyukseskan program pamsimas III,” tuturnya.

Sementara itu, Plt Sekretaris BP3D Kabupaten Gumas Beben Martinus mengatakan, program pamsimas III bertujuan untuk meningkatkan jumlah masyarakat kurang terlayani termasuk berpendapatan rendah di wilayah pedesaan, sehingga dapat mengakses pelayanan air minum dan sanitasi 100 persen yang berkelanjutan.

“Selain itu, untuk meningkatkan penerapan nilai-nilai dan perilaku hidup bersih dan sehat, dalam rangka pencapaian tujuan pembangunan berkelanjutan,” katanya.

Dia menambahkan, ada beberapa kriteria desa sasaran program pamsimas III, yakni belum pernah mendapatkan program pamsimas, cakupan akses air minum aman masih rendah, cakupan akses sanitasi layak masih rendah, prevalensi penyakit diare yang ditularkan melalui air dan lingkungan masih tergolong tinggi, memiliki potensi sumber air baku.

“Sejauh ini, antusias desa dalam mengikuti program pamsimas ini cukup besar. Bagi desa-desa yang berminat untuk mengikuti program ini, harus dapat mengikuti semua aturan yang telah ditetapkan oleh pemerintah pusat, terkait persyaratan yang diperlukan untuk dapat mengikuti program ini,” tukasnya.

Ketua Pengadilan Negeri Kelas II Gumas “Alih Tugas”

Ketua Pengadilan Negeri Kelas II Gumas “Alih Tugas”

Diskominfo, SP Gumas – Bertempat di GPU Tampung Penyang Kuala Kurun pada kamis pagi (31/10/2019), Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Gunung Mas (Gumas) menggelar pengantar alih tugas Ketua Pengadilan Negeri (PN) Kuala Kurun Kelas II Darminto Hutasoit menjadi Wakil Ketua Pengadilan Negeri Sampit Kelas I.B.

Dalam pidatonya Darminto Hutasoit mengatakan selama pengabdian kurang lebih 10 bulan, banyak bantuan dari Pemkab Gumas meliputi gedung dan kendaraan untuk menunjang operasional PN Kuala Kurun, “begitu banyak kenangan yang kami dapat dalam kurun waktu 10 bulan, banyak kenangan yang di dapatkan di Gumas”, ujarnya.

“Di Gumas ada kedamaian hati yang kita dapatkan disini, begitu juga silaturahmi dengan tokoh masyarakat”, tambahnya.

Dalam kesempatan yang sama Bupati Gumas Jaya Samaya Monong, juga menyampaikan kesannya bahwa selama ini terjalin koordinasi sangat baik antara Pemkab Gumas dan PN, dan “secara khusus untuk menunjang pelayanan di PN kami memang masih banyak kekurangan”, ucap Jaya.

Foto : Bupati Gumas Jaya S Monong berfoto bersama Unsur Forkopimda Gumas / (foto : Arh)

“Selamat bertugas ditempat yang baru, harapan kami, karena bapak begitu cepat promosi, jangan lupa dengan kami di Gumas. Tentunya kalau ada waktu dan kesempatan, pungkasnya.

Turut hadir Kajari Gumas, Ketua Pengadilan Agama, Dandim 1016 PLK, perwakilan Polres Gumas juga tamu undangan yang hadir.

Press Rilis Bidang Pengelolaan Informasi Publik.

BPJS Kesehatan Gumas “Goes To Customer “ Tahun 2019

BPJS Kesehatan Gumas “Goes To Customer “ Tahun 2019

Diskominfo, SP Gumas – Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Kesehatan Kabupaten Gunung Mas bersama Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Gunung Mas (Gumas) menggelar Kegiatan “Goes To Customer 2019”, bertemakan Inovasi BPJS Kesehatan Untuk Kemudahan, Kepastian, dan Kecepatan Layanan Peserta Program Jaminan Kesejahteraan Nasional – Kartu Indonesia Sehat (JKN-KIS), yang dilaksanakan di Gedung Damang Batu Kuala Kurun, Kamis pagi (31-10-2019).

Kegiatan yang dibuka oleh Asisten I Bidang Pemerintahan & Kesejahteraan Rakyat Setda Gumas Drs. Ambu Jabar, M.Si yang mewakili Sekretaris Daerah Kabupaten Gunung Mas menyambut baik kegiatan tersebut mengatakan ”kegiatan ini sebagai wahana kita untuk melakukan evaluasi atas pelayanan Program JKN-KIS, dimana kita sebagaimana yang diamanatkan oleh Undang-Undang bahwa seluruh warga Indonesia wajib menjadi kepesertaan BPJS Kesehatan melalui JKN-KIS “, ujarnya.

Foto : Kepala Cabang BPJS Kesehatan Gumas Lawine Alang saat menyampaikan Laporan Panitia dalam Kegiatan BPJS Kesehatan Goes To Customer Tahun 2019 di Kuala Kurun (31/10/2019).

Untuk Kabupaten Gumas kepesertaan Program JKN-KIS baru mencapai 73 persen saja dari jumlah penduduk Gumas, sehingga masih ada 36 persen yang belum masuk dalam kepesertaan Program JKN-KIS,” itu yang akan menjadi pekerjaan rumah bagi kita bersama secara khusus BPJS Kesehatan Gumas”, ucap Ambu.

Dalam Laporan Kegiatan yang disampaikan oleh Kepala Cabang BPJS Kesehatan Gumas Lawine Alang mengatakan “kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan dan pemahaman bagi peserta JKN-KIS baik terhadap prosedur, hak dan kewajiban sebagai peserta, baik alur maupun mekanisme pelayanan, juga untuk memberikan informasi, program serta aturan terkini dari program BPJS Kesehatan yang belum di sosialisasikan”, jelasnya.

Foto : Asisten I Setda Gumas Drs. Ambu Jabar, M.Si berfoto bersama dengan Seluruh peserta kegiatan beserta para Narasumber dalam Kegiatan BPJS Kesehatan Goes To Customer Tahun 2019 di Kuala Kurun (31/10/2019)

Kegiatan tersebut dihadiri oleh berbagai kalangan antara lain dari Penerima Bantuan Iuran (PBI) APBN/APBD, ASN, Pegawai Swasta Badan Usaha (BU), Penerima Pensiunan PNS dan Swasta juga Peserta Mandiri (PBPU).

Yang menjadi narasumber adalah Ketua Tim Pengaduan Pelayanan BPJS di RSUD dr. Doris Silvanus Kota Palangka Raya Neneng Adriyani.

Turut hadir juga dari pihak perbankan yaitu Bank Kalteng (BPK), Bank Rakyat Indonesia (BRI), dan Bank Mandiri.

Press Rilis Bidang Pengelolaan Informasi Publik

Rakor Tim Inovasi Kabupaten (TIK) Program Inovasi Desa (PID) tahun 2019 Digelar

Rakor Tim Inovasi Kabupaten (TIK) Program Inovasi Desa (PID) tahun 2019 Digelar

Diskominfo, SP Gumas – Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DPMD) Kabupaten Gunung Mas (Gumas) menggelar  rapat koordinasi (rakor) Tim Inovasi Kabupaten (TIK) Program Inovasi Desa (PID) tahun 2019.

“Rakor ini bertujuan untuk meningkatkan kapasitas dan kualitas pelayanan dan pengelolaan program, oleh pelaku program, pembangunan, pemberdayaan masyarakat, serta meningkatkan pengetahuan dan keterampilan masyarakat desa, dalam upaya memperoleh akses serta kualitas pelayanan pendidikan dan kesehatan,” ucap Kepala DPMD yang juga Ketua Pokja TIK Kabupaten Gumas Yulius Agau, di Aula BP3D setempat, Rabu (23/10).

Inovasi dalam praktik pembangunan dan pertukaran pengetahuan, yang dipetik dari hasil kerja desa-desa. dukungan teknis dari penyedia jasa layanan teknis secara profesional.

Beliau menuturkan, ada beberapa hal mendasar dalam PID yakni inovasi dalam praktik pembangunan dan pertukaran pengetahuan, yang dipetik dari hasil kerja desa, serta dukungan teknis dari penyedia jasa layanan teknis secara profesional.

“Kedua unsur ini kita yakini akan memberikan kontribusi signifikan terhadap pemenuhan kebutuhan masyarakat melalui pembangunan, yang didanai dari APBDes khususnya dana desa,” ujarnya.

Dilanjutkan dia, keberadaan PID diharapkan dapat menjawab kebutuhan desa terhadap layanan teknis yang berkualitas, merangsang munculnya inovasi dalam praktik pembangunan, dan solusi inovatif untuk menggunakan dana desa secara tepat dan seefektif mungkin.

Kami berharap rakor ini dapat menjadi forum diskusi bersama, agar kita semua dapat kembali menyusun strategis teknis implementasi kegiatan program dan mempertegas komitmen, fungsi, dan peran bersama sebagai bagian upaya kita untuk terus mendukung dan mensukseskan program pemerintah, demi mewujudkan kesejahteraan dan kemajuan masyarakat khususnya di Kabupaten Gumas.

Kepada Kecamatan yang telah melaksanakan kegiatan Bursa Inovasi Desa (BID) agar Camat, Pendamping Desa dan TPID agar mohon bantuan dan kerjasamanya untuk dapat mendampingi dan mengkomitmenkan apa yang telah ditulis dalam kartu komitmen agar dilaksanakan dan dianggarkan dalam APBDesa Tahun 2020,” ujarnya.

Ditempat yang sama, Koordinator Pokja PPID TIK Herianto mengatakan, rakor ini bertujuan untuk menjembatani kebutuhan pemerintah desa dalam mencari solusi untuk penyelesaian masalah, serta inisiatif kegiatan pembangunan desa dalam rangka penggunaan dana desa yang lebih efektif dan inovatif.

“Yang mengikuti Rakor ini berjumlah 95 peserta, terdiri dari TIK PID berjumlah 24 orang, para camat, tim pelaksana inovasi desa 36 orang, tenaga ahli P3MD 6 orang, pendamping desa 20 orang, dan penyedia P2KTD lima orang,” terangnya.