Diskominfosantik Gumas – Dinas Komunikasi, Informatika, Persandian dan Statistik (Diskominfosantik) Kabupaten Gunung Mas (Gumas) menggelar kegiatan Sosialisasi Pembentukan Kelompok Informasi Masyarakat (KIM) Tahun 2020, yang dilaksanakan di Aula Bappeda Gumas Kuala Kurun, Kamis pagi (27/2/2020).
Kegiatan ini bertujuan untuk mewujudkan masyarakat yang aktif, peduli, peka dan memahami informasi serta memberdayakan masyarakat melalui diskusi antara anggota, supaya dapat memahami informasi yang dibutuhkan bagi kepentingan pribadi, kelompok, masyarakat dan bangsa, dan mewujudkan jaringan informasi serta media komunikasi dua arah antar kelompok/masyarakat maupun dengan pihak lainnya.
Acara dibuka oleh Bupati Gumas dalam hal ini diwakili oleh Asisten III Administrasi Umum Sekretariat Daerah (Setda) Gumas Untung, SE., MM, yang didampingi Plt. Kepala Dinas Kominfosantik Gumas Dra. Turina Baboe bersama Narasumber dari Diskominfosantik Provinsi Kalimatan Tengah (Kalteng) Elyaniae, SP serta pengurus KIM Tunjung Nyahu Provinsi Kal-Teng Yusdistira, S.Pd.
Keterangan Foto : Assisten III Setda Gumas Untung, SE, MM membuka secara Resmi Kegiatan Sosialisasi Pembentukan KIM Tahun 2020 di Aula Bappeda Gumas Kuala Kurun, Kamis (27/02/2020)
“Perlu kita ketahui setiap kelompok di dalam masyarakat, baik di pedesaan maupun perkotaan yang didalamnya terdapat aktivitas memperoleh, mengolah, dan menyebarkan informasi secara mandiri kepada anggota kelompoknya maupun anggota masyarakat lain di lingkungannya, dapat dikategorikan sebagai KIM, didayagunakan agar pemberdayaan KIM di daerah bisa dilaksanakan secara lebih aktif,” kata Asisten III Untung, SE., MM.
KIM diharapkan dapat memilih dan menyebarkan informasi yang benar, khususnya informasi yang bernilai positif.
Semoga melalui kegiatan ini membuat kesadaran masyarakat untuk membentuk KIM yang dapat berperan sebagai penyampai informasi secara riil dan akurat berjalan dinamis, dengan terbentuknya KIM di Kecamatan/Desa dan Kelurahan diharapkan mampu meningkatkan pengetahuan, kecerdasan dan ketrampilan.
Keterangan Foto : Plt. Kepala Dinas Kominfosantik Gumas Dra. Turina Baboe menyampaikan Laporan Pelaksanaan Kegiatan Sosialisasi Pembentukan KIM Tahun 2020 di Aula Bappeda Gumas Kuala Kurun, Kamis (27/02/2020)
“Saya berharap seluruh peserta dapat berperan aktif agar kim sebagai mitra pemerintah daerah dalam menyebarluaskan informasi di tingkat desa atau kelurahan, di sisi lain KIM juga bisa menjadi penampung aspirasi masyarakat desa untuk disampaikan kepada pemerintah daerah sehingga dengan terbentuknya KIM diharapkan akses informasi yang sesuai kebutuhan masyarakat kian terbuka dan mudah,” ungkapnya.
Sementara itu Plt Kepala Dinas Kominfosanti Dra. Turina Baboe dalam laporannya menyampaikan, kelompok informasi masyarakat (KIM) merupakan lembaga komunikasi pedesaan yang dibentuk oleh masyarakat dan untuk masyarakat secara mandiri dan kreatif.
Keterangan Foto : Para Peserta Kegiatan Sosialisasi Pembentukan KIM Tahun 2020 di Aula Bappeda Gumas Kuala Kurun, Kamis (27/02/2020)
Peserta yang mengikuti kegiatan tersebut sebanyak 80 orang yang terdiri dari Camat Se-Kabupaten Gunung Mas dan Kepala Desa / Lurah dari Kecamatan Kurun dan Kecamatan Tewah, Sanggar Seni Kuala Kurun dan Tewah serta beberapa Komunitas/Ormas yang ada di Kuala Kurun.
Diskominfosantik Gumas – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Gunung Mas (Gumas) melalui Dinas Pertanian (Distan) yang bekerjasama dengan Balai Pengkajian Teknologi Pertanian (BPTP) Kalimantan Tengah (Kalteng), melakukan gerakan penananam perdana jagung hibrida, di lokasi kelompok tani (poktan) Biwit Jaya, Kelurahan Tewah, Kecamatan Tewah.
”Kami sangat menyambut baik kerjasama
antara BPTP Kalteng dengan distan, dalam rangka mendukung pengembangan
jagung hibrida. Melalui penanaman perdana ini, para petani akan dapat
lebih meningkatkan pemanfaatan lahan yang ada, sebagai upaya mendukung
pencanangan smart agro,” ucap Wakil Bupati Gumas Efrensia LP Umbing,
Kamis (27/2) pagi.
Di tahun 2020 ini, Kabupaten Gumas
memiliki target sasaran tanam jagung hibrida seluas 500 hektare. Dari
pemerintah daerah akan memberi bantuan, berupa biaya persiapan lahan
serta sarana pendukung produksi pertanian seperti pupuk, kapur, dan
herbisida. Bantuan ini sangat penting dalam upaya peningkatan produksi
pengembangan tanaman jagung hibrida.
”Dengan adanya bantuan itu, kami ingin
hasil usaha tani dapat meningkat dan memberikan dampak yang baik untuk
kesejahteraan keluarga tani. Untuk itu, sangat diharapkan keseriusan
mereka dalam memanfaatkan sarana produksi yang diberikan, sesuai dengan
asas tepat waktu, tepat tempat, dan tepat sasaran,” tuturnya.
Saat ini, lanjut dia, ada beberapa
program prioritas di bidang pertanian yakni, peningkatan kesejahteraan
petani, ketahanan pangan, pemasaran hasil produksi, penerapan teknologi,
produksi, sarana dan prasarana pertanian, pemberdayaan penyuluh,
produksi ternak, serta produksi perkebunan.
”Salah satu upaya yang kami lakukan
untuk menyukseskan program prioritas itu, yakni melalui peningkatan
produksi jagung. Ini akan tercapai jika usaha tani jagung memiliki
ketersediaan air, lahan tidak mudah tergenang, tenaga kerja tersedia,
dan varietas jagung yang ditanam berumur pendek,” terangnya.
Sementara itu, Kepala Dinas Pertanian
Kabupaten Gumas Rody Aristo Robinson mengatakan, pengembangan tanaman
jagung hibrida dalam masa pemantapan lahan. Tersebar di tujuh kecamatan
yang memiliki potensi, yakni Kurun 148 hektare, Sepang 10 hektare,
Mihing Raya 25 hektare, Tewah 55 hektare, Rungan Hulu 15 hektare, Rungan
26 hektare, dan Manuhing 170 hektare.
”Agar target sasaran tanam jagung
hibrida tersebut bisa tercapai, kami akan mengoptimalkan lahan pertanian
yang sudah tersedia, perluasan areal tanam, dan peningkatan indeks
pertanaman,” ujarnya.
Dia pun mengimbau kepada seluruh poktan, agar lebih mengaktifkan seluruh
anggota untuk semakin giat dalam mengelola lahan pertaniannya, sehingga
dapat memberikan peningkatan dalam sasaran tanam maupun produktivitas
pertanian di Kabupaten Gumas.
”Tentu juga diperlukan keterlibatan
masyarakat dalam menyukseskan program pemerintah di bidang pangan,
khususnya swasembada pangan berkelanjutan,” pungkasnya.
Diskominfisantik Gumas – Wakil Bupati Gunung Mas (Gumas) Efrensia LP Umbing resmi melantik pejabat (Pj) Kades Kepala Desa (Kades) Kecamatan Rungan Barat, Pj Kades Tumbang Langgah Gelvin dan Pj Kades Tumbang Bahanei Abdul Jalil Pakaja.
“Pada kesempatan yang berbahagia ini,
kepada Penjabat Kepala Desa Tumbang Langgah dan Penjabat Kepala Desa
Tumbang Bahanei yang baru dilantik, Saya ucapkan selamat. Saya memahami
bahwa tugas sebagai Kepala Desa ini merupakan tugas yang cukup berat
tetapi mulia untuk memajukan dan mensejahterakan Desa yang saudara
pimpin,” ujarnya Senin (24/2/2020).
Dalam menjalankan tugas, lanjut dia
jangan sampai menyalahgunakan kewenangan sebagai Pj Kades terutama dalam
hal pengelolaan keuangan desa, selalu melaksanakan tugas dengan
berpadoman kepada ketentuan dalam peraturan perundang-undangan.
Laksanakanlah tugas saudara berdua
dengan berpedoman kepada ketentuan-ketentuan dalam peraturan perundang –
undangan Lakukanlah koordinasi dengan pihak-pihak yang berwenang yang
berkaitan dan sehubungan dengan pelaksanaan tugas –tugas Penyelenggaraan
Pemerintahan Desa, Pembangunan Desa, Pembinaan Kemasyarakatan Desa dan
Pemberdayaan Masyarakat Desa.
“Beliau menambahkan, berdasarkan laporan
dari Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa bahwa sampai dengan saat
ini Khusus untuk Penyaluran Dana Desa dan ADD Tahap I masih terdapat 2
(dua) desa yang belum menerima dana transfer tersebut yakni Desa Bereng
Jun Kecamatan Manuhing dan, Desa Sangal Kecamatan Rungan Hulu,”
ungkapnya.
Hal ini harus menjadi perhatian serius
bagi Pemerintah Desa yang bersangkutan. Kewajiban untuk melengkapi
persyaratan administrasi untuk penyaluran Dana Desa dan ADD Tahap I
hendaknya benar – benar dilengkapi sesuai dengan ketentuan perundang –
undangan dan juga sesuai fakta di lapangan.
“Dalam kesempatan yang baik ini juga saya berpesan kepada seluruh Kepala Desa dan BPD yang hadir pada saat ini agar benar – benar menyusun perencanaan dengan baik, menggunakan dana dengan efektif dan efisien, mengelola keuangan desa dengan benar dan mempertanggungjawabkan keuangan desa dengan tepat waktu dan menjunjung tinggi asas transparansi,” Tukasnya.
Diskominfosantik Gumas – Polres Gunung Mas mencanangkan program zona integritas menuju wilayah bebas korupsi (WBK) dan wilayah bebas bersih melayani (WBBM) di Mapolres Gunung Mas, Senin (24/2/2020). Pencangan ini akan meningkatkan kualitas pelayanan kepada masyarakat yang diberikan intansi pemerintah khususnya aparat kepolisian.
“Zona Integritas (ZI) di lingkungan
Polri adalah predikat yang diberikan kepada Polri yang mempunyai
komitmen untuk mewujudkan WBK dan WBBM melalui reformasi birokrasi,”
ujar Kapolres Gunung Mas AKBP Rudi Asriman.
Seperti yang kita ketahui bersama saat
ini bahwa Pencanangan Pembangunan Zona Integritas di lingkungan Polri
dilakukan bersama-sama di tingkat Mabes Polri, dilaksanakan secara
terbuka dan dipublikasikan secara luas dengan maksud agar semua pihak
termasuk masyarakat dapat memantau, mengawal dan berperan serta dalam
program birokrasi khususnya di bidang pencegahan kualitas pelayanan
publik.
Oleh sebab itu saya mengajak seluruh
elemen pemerintah yang ada di Kabupaten Gunung Mas, mari bersama-sama
kita bergandengan tangan membangun Polres Gunung Mas menuju Wilayah
Bebas Korupsi (WBK) dan Wilayah Bebas Bersih Melayani (WBK).
“Dengan adanya pencangan ini ungkap AKBP
Rudi Asriman diharapkan Program Zona Integritas Polres Gunung Mas dapat
memenuhi kriteria dari Tim Penilai yang akan memeriksa pada hari Rabu
26 Februari 2020,” imbuhnya.
Bupati Gunung Mas Jaya Samaya Monong
sangat bangga sekali dan mendukung, karena ketika pembangunan Zona
integritas ini yang dibangun oleh Polres Gunung Mas dengan jajarannya,
itu menunjukan dukungan luar biasa untuk pelayanan publik di Gunung Mas
ini.
“Dukungan konkritnya dari Pemerintah
daerah Kabupaten Gunung Mas saya langsung menyetujui pembangunan berupa
gedung fisik yang diperlukan untuk persyaratan wilayah zona integritas
menuju wilayah bebas korupsi (WBK) dan wilayah bebas bersih melayani
(WBBM),” pungkasnya.
Pada pencangan itu hadir Bupati Gunung
Mas Jaya Samaya Monong, Kapolres Gunung Mas AKBP Rudi Asriman Ketua
Pengadilan Negeri Kuala Kurun Rudi Ruswoyo, Kejari Gunung Mas Anthoni,
Ketua DPRD Gumas Akerman Sahidar, Pabung 1016/PLK Mayor Inf Wiyanto,
Ketua MUI H Fahmi, Ketua FKUB Pdt. Edison B Kuni, Tokoh Agama Hindu Ode
serta pihak terkait lainnya.
Diskominfosantik Gumas – Sosialisasi Wawasan Kebangsaan digelar oleh Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) Kabupaten Gunung (Gumas) bertempat di GPU Tampung Penyang, Senin (24/2/2020).
Kepala Badan Kesatuan Bangsa dan Politik Muhamad Rusd mengatakan, perkembangan yang terjadi di tengah kehidupan berbangsa dan bernegara saat ini terdapat fenomena yang cukup memprihatinkan, baik disadari atau tidak fenomena tersebut telah menjadi sebuah ancaman serius bagi kelangsungan hidup berbangsa dan bernegara.
“Seperti yang telah kita sepakati bersama bahwa Pancasila adalah Idiologi Bangsa kita, Idiologi yang tidak bisa ditawar-tawar lagi sebagai pandangan hidup dalam berbangsa dan bernegara, karena didalam Pancasila terkandung nilai-nilai yang akan memberi tuntunan dalam membentuk karakter bangsa kita, yang tentunya akan berbeda dengan bangsa-bangsa lain di dunia,” kata Muhamad Rusdi.
Ditambahkan, tantangan bagi kita semua pada saat ini yaitu mencegah masuknya idiologi lain yang daapat mempengaruhi Nilai-nilai Idiologi Pancasila maka dari itu saya sampaikan, untuk menghadapi tantangan tersebut marilah kita bersama-sama mengaktualisasikan kembali nilai-nilai yang terkandung dari sila-sila Pancasila dan mengamalkan dalam kehidupan bermasyarakat, berbangsa dan bernegara.
“Beliau mengajak semua peserta untuk mengikuti kegiatan ini sampai selesai, dan diharapkan agar dapat menjadi motivator juga menjadi pelopor dalam memelihara keamanan dan kerukunan dalam keberagaman ras, suku, etnik dan budaya demi kejayaan Negara Kesatuan Republik Indonesia khususnya Kabupaten Gunung Mas,” terangnya.
Sementara itu, Kepala Bidang Idiologi, Wawasan Kebangsaan, dan Ketahanan Ekonomi Sosial Budaya dan Agama Tenung selaku ketua panitia mengatakan, kegiatan ini bertujuan memberikan bekal, pengetahuan dan kemampuan kepada peserta agar dapat memahami pentingnya wawasan kebangsaan dan semangat bela Negara demi keutuhan NKRI.
Peserta yang mengukuti sosialisasi berjumlah 40 (empat puluh) peserta terdiri dari siswa siswi SMA Negeri 1 Kurun SMK 1 Kurun dan SMA Katholik Serta dari unsusr generasi muda yang ada di Kecamatan Kurun.
“Sebagai narasumber yang menyampaikan materi adalah Kepala Badan Kesbangpol Gumas HM. Rusdi dan PABUNG 1016/PLK Mayor Inf. Wiyanto,” pungkasnya.