Gunung Mas – Pada malam penutupan Kegiatan MTQ XXIX Tingkat Provinsi Kalimantan Tengah Tahun 2018 yang diselenggarakan di Stadion H. M. SANUSI Kabupaten Pulang Pisau dihadiri oleh masing-masing Kepala Daerah ataupun yang mewakili juga sederetan beberapa Pejabat penting lainnya di tingkat Kabupaten/Kota dan Provinsi Kalimantan Tengah tersebut secara resmi ditutup oleh Plt. Sekretaris Daerah Provinsi Kalimatan Tengah Fahrizal Fitri yang dalam hal ini mewakili Gubernur Kalimantan Tengah dalam sambutannya dibarengi Penyerahan Piala Kepada Kota Palangka Raya yang menjadi Juara Umum MTQ Tingkat Provinsi Tahun 2018 diterima langsung oleh Wakil Walikota Palangka Raya Dr. Mofit Saptono didampingi oleh Isteri. (20/04/2018)
Kabupaten Gunung Mas meskipun tidak mampu keluar sebagai Juara Umum namun boleh berbangga dengan membawa pulang Trophy Kemenangan yang patut kita apresiasikan yaitu sebagai Juara I Cabang Tilawah Al-Qur’an Golongan Qira’at Al-Mujawwad (Qari) + Uang Pembinaan Sebesar Rp, 9.000.000 beserta 6 (enam) trophy lainnya plus uang pembinaan dari beberapa cabang yang dilombakan.
Drs. H. Muhamad Rusdi selaku Ketua LPTQ Kabupaten Gunung Mas saat dibincangi mengatakan ada banyak kelemahan dan keterbatasan kemampuan yang kita rasakan dalam event tersebut yang tentunya tidak kita miliki seperti daerah lain yang sudah maju, terutama dari segi kualitas juga pembinaan yang maksimal tentunya sehingga mampu bersaing dalam kompetisi seperti halnya Kota Palangka Raya yang menjadi Juara Umum saat ini. “LPTQ Kabupaten Gunung Mas sendiri nantinya akan terus berupaya melakukan pembinaan dengan cara berkoordinasi dengan LPTQ Provinsi untuk membantu membenahi apa saja yang menjadi kekurangan dan menangani persoalan yang LPTQ kabupaten belum bisa ditangani dalam rangka persiapan untuk menghadapi MTQ tingkat Provinsi Kalimantan Tengah yang akan datang agar Kabupaten Gunung Mas tidak tertinggal jauh dari kabupaten yang lain yang sudah lebih dulu maju”, ucapnya.
Dan itu akan menjadi pekerjaan rumah bagi LPTQ Kabupaten Gunung Mas kedepan dalam pencarian bibit-bibit baru yang berprestasi juga belajar dari pengalaman yang telah didapat agar dapat mengukir prestasi yang lebih baik lagi dan mengaharumkan Nama Kabupaten Gunung Mas dalam setiap kompetisi.
Gunung Mas – Komisi Pemilihan Umum (KPU) menggelar Rapat Pleno Terbuka Rekapitulasi Daftar Pemilih Sementara Hasil Perbaikan Tingkat Kabupaten dan Penetapan Daftar Pemilih Tetap Pemilihan Bupati dan Wakil Bupati Tahun 2018.
Rekapitulasi di tingkat kabupaten ini merupakan tahapan awal rangkaian proses rekapitulasi hasil penghitungan pengumpulan data Pemilihan Bupati dan Wakil Bupati 2018. Acara berlangsung di aula Kecamatan Kurun, Rabu (18/04/2018), dan dibuka oleh Ketua KPU Gunung Mas Stepenson.
Pada sambutannya, Stepenson mengatakan agenda hari ini adalah rekapitulasi hasil penghitungan pengumpulan data masing-masing Kecamatan pertama Pilkada Kabupaten Gunung Mas. Dalam Rapat Pleno akan dilakukan penghitungan Rekapitulasi sementara, dan setelah semuanya jelas dan pasti, maka akan dibuat jadi Rekapirulasi tetap.
Kadis Dukcapil Barthel, SE,M.Si mengatakan pemilih pemula akan dihitung lebih ketat, karena tugas dan tanggung jawab Dukcapil dalam mendata harus diprioritaskan, karena kesulitan dalam pembuatan kelengkapan pemilih pemula yang kurang kesadarannya dalam kepengurusan data kependudukannya.
Dengan pertemuan pleno ini diharapkan agar masyarakat lebih memperhatikan tanggung jawabnya dalam melengkapi data kependudukannya demi menghindari pemalsuan suara yang bersifat tidak resmi dalam pilkada yang akan dilaksanakan 27 juni 2018 mendatang.
“Apabila kepengurusan perekaman penduduk tidak selesai pencetakan, maka Dinas Dukcapil siap mengeluarkan surat keterangan dengan syarat surat penertiban yang dikeluarkan atau diperintah dari KPU dan hanya berlaku pada masa Pilkada berlangsung,” terangnya.
Press Release Bidang Pengelolaan Informasi Publik.
Gunung Mas – Wakil Ketua I Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Gunung Mas (Gumas) Punding S. Merang meninjau kondisi Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Kuala Kurun. Saluran drainase rumah sakit penting untuk segera dibenahi. “Memang saya lihat, yang mendesak adalah pembenahan drainase. Kalau ini terlambat, dikhawatirkan jalan yang menghubungkan antar bangsal bisa terputus,” ucap Punding, Senin (16/4).
Selain drainase, kata Punding, pembenahan yang harus segera dilakukan adalah atap di salah satu ruangan yang bocor. Untuk pembenahan tersebut, DPRD siap membantu menganggarkan. Dengan demikian, pelayanan terhadap masyarakat akan semakin maksimal. “Itu yang menjadi harapan kita semua,” tegas Politikus Partai Golongan Karya (Golkar) ini. Sementara itu, Direktur RSUD Kuala Kurun Rina Sari melalui Kasi Keperawatan Rachmat Tambun menuturkan, RSUD Kuala Kurun juga memerlukan penambahan ruangan perawatan, khususnya untuk kelas 3.
“Penambahan ruangan perawatan kelas 3 sangat perlu, mengingat sekarang ini sudah banyak masyarakat yang terdaftar menjadi peserta BPJS, baik kesehatan maupun ketenagakerjaan,” terangnya. Dia pun berharap adanya pengangkatan tenaga perawat Pegawai Tidak Tetap (PTT) untuk diusulkan menjadi pegawai negeri sipil (PNS). ”Saat ini perawat PTT di RSUD Kuala Kurun berjumlah 76 orang, sedangkan perawat PNS ada 23 orang,” tukasnya.
Gunung Mas – Dinas Pengendaliaan Penduduk dan Keluarga Berencana baru-baru ini menggelar kegiatan yaitu Pertemuan Advokasi Pembangunan Berwawasan Kependudukan yang dilaksanakan di aula kantor Badan Perencanaan, Penelitian dan Pengembangan Daerah (BP3D) Rabu (18/4/2018) yang secara resmi dibuka oleh Asisten I (Ass I) Kesejahteraan Rakyat Setda Kabupaten Gunung Mas Drs. Ambo Jabar, M.Si dalam hal ini mewakili Bupati Gunung Mas.
Pada saat membacakan sambutan Bupati Gunung Mas Drs. Ambo Jabar, M.Si mengatakan “penduduk adalah orang dalam mitranya sebagai diri pribadi, anggota keluarga, anggota masyarakat, warga Negara, dalam himpunan kuantitas. Di Kabupaten Gunung Mas sendiri, berusaha memperhatikan pembangunan berwawasan kependudukan yang menekan pada peningkatan kualitas sumber daya manusia, yang dilakukan melalui pendidikaan dan kesehatan, dan saat ini sedang dilakukan upaya peningkatan kualitas manusia melalui kelompok kerja BKB holistic, dengan harapan semoga tujuan dari pembangunan berwawasan kependudukan yang menekankan pada pembangunan daerah, dimana perencanaan berasal dari bawah, yang disesuaikan dengan kebutuhan dan kondisi masyarakat lokal, dan melibatkan seluruh lapisan masyarakat,” ucapnya.
Dalam pertemuan tersebut Kepala Dinas Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana Kabupaten Gunung Mas Isaskar, SH., M.Si memberikan penjelasan terhadap Advokasi pembangunan berwawasan kependudukan, jumlah penduduk di Kabupaten Gunung Mas saat ini berdasarkan dari Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil berjumlah 137.795 jiwa, dengan jumlah kepala keluarga 40.008 KK.
“Tujuan kita dilaksanakannya kegiatan ini adalah untuk menyampaikan persoalannya kepada seluruh peserta agar bisa menyamakan persepsi tentang pembangunan berwawasan kependudukan. Persoalan yang dihadapi sekarang adalah perkawinan usia anak yang tinggi dan data sangat terakhir hasil survei gizi di Gunung Mas stunting paling tertinggi,” jelas Isaskar,SH., M.Si.
Turut hadir Ketua (TP-PKK) Apristini S. Dohong, Kepala BKKBN Provinsi Kalteng yang mewakili, para Pimpinan Vertikal Kabupaten Gunung Mas, Kepala OPD, tokoh masyarakat, tokoh agama, serta undangan lainnya.
Gunung Mas – Akibat seringnya hujan deras yang melanda wilayah kecamatan Kurun, Kabupaten Gunung Mas, menyebabkan volume air di Sungai Rawi meluap dan mengakibatkan jembatan Sei Rawi 2 yang menghubungkan desa Tumbang Miwan dan Tewang Pajangan kembali putus.
Jembatan tersebut putus pada selasa (17/4/18), terang kepala desa kades Tewang Pajangan Mulyadi yang didampingi ketua Badan Permusyawaratan Desa (BPD) pada saat dibincangi pada kediamannya Selasa (17/4/18).
Ia mengatakan jembatan terputus namun bukan berarti akses jalan desa Tewang Pajangan – Tumbang Miwan terhalang karena masih ada jembatan Sei Rawi 1.
Jembatan Sei Rawi 2 ini pun sebenarnya sudah beberapa kali putus dan diperbaiki, sejak beberapa tahun lalu dan sifatnya hanya jembatan darurat. Pemerintahan desa Tewang Pajangan dan Tumbang Miwan pun telah melakukan koordinasi dan komunikasi terkait penanganan jembatan Sei Rawi 2 dengan instansi terkait
Dari instansi terkait, kedua pemerintah desa tersebut diminta untuk menyampaikan surat resmi, ”untuk surat permohonan dari pemerintah desa Tewang Pajangan “kita sampaikan hari ini namun sebelumnya kita juga tidak menyangka jembatan tersebut putus hari ini,” tambahnya
Sementara itu, BASPKT III Polsek Kurun Bripka Hidayatullah yang turut memantau langsung kondisi jembatan Sei Rawi 2 bersama rekannya Briptu Agus meminta kepada Kades dan BPD Tewang Pajangan agar selalu mengingatkan warga terhadap bencana banjir dan tanah longsor, mengingat hujan dengan curah tinggi masih kerap kali terjadi.
Anggota DPRD Gumas, Lily Rusnikasi meminta kepada instansi terkait agar segera mengambil sikap, mengingat jembatan ini sering digunakan para pelajar dari desa Tumbang Miwan menuju SMP-N 2 Kurun yang terletak di desa Tewang Pajangan.
Press Release Bidang Pengelolaan Informasi Publik.