oleh diskominfosp | Jul 28, 2019 | Info Forkopimda
Diskominfo, SP Gumas – Bupati Gunung Mas menghadiri HUT Ke-73 Bhayangkara tahun 2019, di halaman Polsek Kurun Jalan Patendu No. 108 Kuala Kurun, Rabu (10/7/2019) pagi.
Dengan mengusung tema “Dengan Semangat Promoter, Pengabdian POLRI untuk Masyarakat, Bangsa dan Negaara.
Kapolres Gunung Mas AKBP. Yudi
Yuliandin, S.I.K., M.Si saat membacakan pidato Presiden RI Ir. H. Joko
Widodo menyampaikan, kerja keras dan pengabdian Polri, telah dirasakan
hasilnya oleh seluruh masyarakat Indonesia. Situasi dalam negeri
sepanjang tahun 2018 dan 2019 terpelihara dengan baik.
Selanjutnya dalam pengelolaan
organisasi, Polri telah meningkatkan akuntabilitas dan transparansi,
laporan keuangan Polri meraih opini Wajar Tanpa Pengecualian dari Badan
Pemeriksaan Keuangan selama 6 tahun berturut-turut.
“Berbagai capaian tersebut saya harapkan
tidak membuat institusi Polri cepat berpuas diri. Namun sebaliknya,
menjadi motivasi dan inspirasi untuk terus meningkatkan kinerja dan
memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat,” uajarnya.
Saat upacara usai dia menambahkan,
terkait acara tambahan pemberian penghargaan kepada Babinkamtibmas
terbaik, terutama untuk merangsang mereka, para Babinkamtibmas kita ini
supaya lebih aktif lagi mendekat kepada masyarakat, berbaur dengan
masyarakat serta dengan semangat promoter pelayanan kepada masyarakat
bangsa dan negara lebih maksimal lagi.
Kemudian hadiah yang diberikan kepada
siskamling juga memberikan rangsangan kepada mereka, kepada masyarakat
supaya lebih aktif lagi. Karena seluruh tugas ini tidak bisa kita
laksanakan dengan sepenuhnya oleh Polri tanpa dukungan masyarakat lebih
jauh kita tidak ada apa-apanya.
Harapannya supaya membuat pos kamling –
pos kamling yang lain yang belum ada ataupun belum maksimal, agar bisa
diperankan lagi secara maksimal, dengan adanya pos kamling yang ada
ditempat kita persatuan dan kesatuan akan semakin terjalin dengan baik.
Jaya S. Monong mengucapkan Selamat HUT Bhayangkara ke-73 pada jajaran Polres Gunung Mas.
“Saya mengucapkan terima kasih kepada Kapolres Gunung Mas dan jajarannya, yang telah melakukan penilaian untuk pos kamling kita yang mendapat penghargaan yang terbaik, tentunya harapan kita ke depan melalui penilaian yang telah dilakukan, supaya tetap di pertahankan lagi, fungsi dari siskamling kita”, Ujar Bupati Jaya S. Monong.
Tutrut hadir Ketua Pengadilan Negeri Kabupaten Gunung Mas Darminto Hutasoit, S.H, MH, Ketua Pengadilan Agama Aliudin, Pabung 1016/PLK Mayor Catur Prasetio Nugroho, yang mewakili Kejari Gunung Mas Kasi Datun Hamidun, SH, Camat Kurun Holten, SE, Kapolsek Se Kabupaten Gunung Mas, Tokoh Masyarakat tokoh Agama, serta undangan lainnya.
Bidang Pengelolaan Informasi Publik.
oleh diskominfosp | Jul 28, 2019 | Info Grafis
Diskominfo, SP Gumas – Bupati Gunung Mas (Gumas) Jaya S. Monong menginginkan semua keluarga di Gumas adalah keluarga yang terencana, keluarga yang bahagia.
“Perencanaan dalam membangun keluarga itu sangat penting untuk mewujudkan keluarga yang bahagia. Kalau terencana, semuanya akan lebih mudah, semuanya akan menjadi baik,” kata Jaya S. Monong dibincangi Minggu (7/7), terkait kehadirannya pada puncak Hari Keluarga Nasional ke-26 di kota Banjarbaru, Provinsi Kalimantan Selatan (Kalsel), Sabtu (6/7/2019).
Bupati Gumas Jaya S. Monong menuturkan,
perencanaan keluarga diawali saat pasangan suami isteri memulai hidup
baru dengan merencanakan jumlah kelahiran. Jumlah kelahiran yang
direncanakan akan mewujudkan ibu yang sehat serta anak yang juga sehat
dan cerdas.
“Dia menjelaskan, tidak masalah anak
lebih dari dua, asalkan diatur, dan saat hamil, asupan gizi untuk ibu
hamil tercukupi dengan baik. Begitu juga halnya saat anak lahir, asupan
gizinya terpenuhi dengan baik agar anak menjadi sehat dan pintar, sesuai
dambaan suami isteri,” tukas Jaya.
Tidak hanya mengatur kelahiran, dia juga
menginginkan keluarga-keluarga di Gumas dapat memiliki ketahanan
keluarga yang baik serta keluarga yang sejahtera.
“Ketahanan keluarga di dalamnya ada kemampuan mental spiritual, ada sumber daya manusia yang baik yang didapat melalui pendidikan serta kesejahteraan keluarga yang didapat melalui kegiatan usaha yang dilakukan suami istri. Kami (Jaya-Efrensia) menginginkan keluarga-keluarga di Gunung Mas menjadi keluarga yang sehat, sejahtera, baik sumber daya manusianya, baik pula kehidupan spiritualnya,” ujar Jaya.
Sementara itu, Kadis Pengendalian Penduduk dan KB Gumas Isaskar menyatakan keluarga salah satu sumber kekuatan untuk membangun Gumas.
“Kemajuan Daerah ini tidak terlepas dari peranan keluarga. Keluarga yang sehat, keluarga dengan sumber daya manusia serta kehidupan spiritual yang baik menjadi motor penggerak peningkatan kemajuan Gunung Mas. Melalui program Keluarga Berencana, keluarga yang sehat dan sejahtera akan terwujud,” tutup Isaskar.
Bidang Pengelolaan Informasi Publik.
oleh diskominfosp | Jul 28, 2019 | Berita SKPD Terkait
Diskominfo, SP Gumas – Kepala Dinas Kesehatan (Kadinskes) Kabupaten Gunung Mas (Kab. Gumas) dr. Maria Efianti mengharapkan tenaga kesehatan di Gumas bekerja dengan tulus, iklas dan bahagia.
“Teman-teman tenaga kesehatan sudah
memilih profesi sebagai tenaga kesehatan, maka jalankan tugas dan
kewajiban dengan disiplin, kesabaran, cinta kasih, keikhlasan, ketulusan
dan bahagia,” kata Maria, Senin (8/7/2019).
“Kalau tugas dan kewajiban dikerjakan
dengan bahagia, pasiennya pun akan bahagia dan mendapatkan kembali
kesehatannya, karena kesehatan pasien selain dari obat juga dari sikap
dan tutur kata tenaga kesehatan yang baik,” ujar dr. Maria Efianti.
Yang tidak boleh dilupakan oleh tenaga
kesehatan di Gumas, lanjut pejabat yang dekat dengan media, harus tetap
menjaga profesionalisme. Tenaga kesehatan harus bekerja secara
profesional sesuai dengan standar yang ada.
“Menjaga profesionalisme dengan terus
menerus mengupdate pengetahuan dan keterampilan karena untuk tenaga
kesehatan ada yang namanya registrasi yang dilakukan tiap periode
tertentu,” imbuhnya.
Untuk bisa teregistrasi sebagai tenaga
kesehatan, lanjut dia, ada beberapa ranah yang harus dipenuhi antara
lain ranah pengabdian, ranah pengetahuan yang di dalamnya termasuk
pendidikan berkelanjutan dengan mengikuti seminar, workshop, pelatihan
dan sebagainya.
Menyoal jumlah tenaga kesehatan di
Gumas, mantan Direktur BLUD RSUD Kurun itu menuturkan tenaga kesehatan
PNS (Pegawai Negeri Sipil) ada lebih 500 orang, dan tenaga kesehatan
PTT (Pegawai Tidak Tetap) 300 orang lebih. Puskesmas ada 17. Puskesmas
rawat inap ada 6, yakni di Sepang, Kampuri, Tewah, Tumbang Miri, Tumbang
Talaken dan Tumbang Jutuh. Pustu (Puskesmas Pembantu) ada 46, serta
Polindes (Pondok Bersalin Desa) dan Poskesdes (Pos Kesehatan Desa).
“Peningkatan sarana prasarana kesehatan tiap tahun kita lakukan. Sarana prasarana yang ada kita pelihara, kalau memungkinkan dikembangkan. Daerah yang belum ada sarana prasarana kesehatannya akan dibangun. Peralatan kesehatan yang ada kita lakukan pemeliharaan serta kalibrasi, dan pengadaan untuk peralatan kesehatan yang masih kurang,” jelasnya.
Bidang Pengelolaan Informasi Publik
oleh diskominfosp | Jul 28, 2019 | Info Grafis
Diskominfo, SP Gumas – Pemerintah Kabupaten Gunung Mas (Gumas) menggelar Rapat Evaluasi dan Revisi Rencana Aksi Pencegahan Korupsi melalui Inspektorat Kabupaten Gunung Mas bertempat diruang rapat lantai I Kantor Bupati Kabupaten Gunung Mas, Senin (8/76/2019) pagi.
Rapat Evaluasi dan Revisi Rencana Aksi
Pencegahan Korupsi dibuka oleh Sataf Ahli Bupati Gunung Mas Bidang
Politik, Hukum dan Pemerintahan dr. Makmur Ginting, M.Kes, dalam
sambutannya menurutnya kegiatan rapat ini sangat penting untuk kita
kedepan. Sebenarnya yang kita kerjakan ini bukan barang baru supaya
hasilnya lebih terjamin maka dibuat sistem pengontrolan yang lebih
terpusat dan secara online.
Progresnya setiap waktu setiap bulan
bisa dilihat aplikasi seperti ini, untuk mengevaluasi diri kita seberapa
jauh kita sudah melakukan kegiatan yang sudah kita laksanakan selama
ini, tetapi hasilnya masih belum maksimal, terpaksa diambil alih oleh
KPK untuk preasure lebih serius selama untuk kemajuan kita bersama.
“Dengan demikian waktu demi waktu tidak
akan mungkin ada lagi akan bisa terlewatkan dan manfaatkan dengan baik.
Sehingga semuanya itu berjalan seirama mulai dari kita Eksekutif sampai
ke Legislatif, kadang-kadang bukan kendala pada kita tetapi kendalanya
di area lain yang ada penekanannya disini menjadi lebih baik, contoh
perencanaan penganggaran APBD ini semua dilihat oleh semua orang,”
ujarnya.
Inspektur Kabupaten Gunung Mas Luis
Eveli, SSTP., M.A.P menjelaskan, berkaitan dengan surat Komisi
Pemberantasan Korupsi Republik Indonesia Surat KPK RI Bidang Pencegahan
Nomor : B/3295/KSP.00/10.16/04.16/03/2019 tanggal 9 April 2019, perihal
Update Progres Rencana Aksi Pemberantasan Korupsi Terintegrasi melalui
Aplikasi MCP Korsupgah, bahwa Pemerintah Kabupaten Gunung Mas perlu
membuat rencana Aksi Strategi Nasional Pencegahan Korupsi (Stranas PK)
Tahun 2019-2020 serta perlu adanya Revisi Rencana Aksi Dearah Pencegahan
dan Pemberantasan Korupsi Terintegrasi melalui Aplikasi Monitoring
Center for Prevention (MCP) Korupsi KPK.
“Munculnya rencana aksi KPK, ini tidak
barang baru karena memang sebetulnya indikator rencana aksi yang
didorong oleh KPK ini sebetulnya jauh hari sudah berjalan semenjak tahun
2004-2005, dulu kegiatan ini dilaporkan pertiga bulan ke Kepala Staf
Presiden (KSP), namun beriring waktu sampai dengan 2017 awal, ternyata
program yang dibuat Pemerintah ini untuk mengantisipasi khusnya dalam
hal pencegahan korupsi tidak berjalan efektif pada saat dipegang oleh
KSP,” ungkapnya.
Saat ini berdasarkan program dari KPK,
KPK membuat program yang ada kaitannya dengan pencegahan korupsi yaitu
monitoring melalui Aplikasi Monitoring Center for Prevention (MCP).
Aplikasi ini sebetulnya mengadopsi kegiatan yang sudah berjalan di KSP
tadi termasuk indikator-indikator instansi terkait. Pengambilannya
selama ini tidak efektif hanya dilaporkan melalui BP3D tiga bulan
sekali. Hampir setiap daerah tidak terlalu serius meningkatkan keinginan
dari pemerintah sehingga 2017 kegiatan ini murni di over take dari
staf Kepresidenan dikelola oleh KPK.
“Untuk itu, tahun 2019 keingian KPK mendorong kembali progres dari realisasi rencana aksi KPK ini, sehingga pada hari ini sebetulnya keinginan kita, pada saatnya ditetapkan rencana aksi dan rencana strategis pencegahan korupsi, ini ditandatangani oleh Kepala Daerah dan Ketua DAD,” tukasnya.
Bidang Pengelolaan Informasi Publik.
oleh diskominfosp | Jul 28, 2019 | Berita SKPD Terkait
Diskominfo, SP Gumas – Balai Bahasa Kalimantan Tengah (Kemendikbud). bekerja sama dengan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Gunung Mas menyelenggarkan kegiatan Sosialisasi Jejaring Kemitraan Pengajar Bahasa Indonesia bagi Penutur Asing dilaksanakan di Aula Tampung Penyang Kuala Kurun, Jumat (5/7/2019) pagi.
Kegiatan sosialisasi ini merupakan
pertama bagi pelajar BIPA mengenal bahasa Indonesia sebagai lambang
identitas nasional Indonesia, pelajar BIPA memahami bahasa Indonesia
secara ligustis (ejaan fonologi, morfologi, sintaksis, dan kosakata).
Pelajar BIPA mampu menggunakan bahasa Indonesia dalam berbagai ragamnya
baik secara reseptif maupun produktif. Pelajar BIPA mampu mengapresiasi
sastra Indonesia dalam berbagai bentuknya (prosa, puisi, drama, syair
lagu).
Kegiatan sosialisasi dibuka oleh yang
mewakili Kapala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Gunung Mas
melalui Kepala Bidang Pembinaan PAUD dan DIKMAS Indra Yustina, S.Kom
dalam sambutannya mengatakan, dengan kegiatan ini nantinya akan
terbentuk Asosiasi BIPA di Kabupaten Gunung Mas, Asosiasi ini bisa
menyediakan pengajar bahasa Indonesia untuk penutur Asing, sehingga pada
akhirnya bahasa Indonesia dapat menjadi bahasa Internasional antar
bangsa terutama di dunia kerja.
Kepala Balai Bahasa Kalimantan Tengah
Drs. Wayan Tama, M. Hum menuturkan, kita berupaya untuk semua sektor
baik itu di bidang pariwisata kebudayaan dalam kita menangani
masalah-masalah orang asing yang bekerja di Indonesia agar kita
memberikan semacam pemahaman-pemahaman kepada mereka, agar mereka
menguasai bahasa Indonesia agar tidak terjadi masalah yang
disharmonisasi.
“Saat ini pengajaran Bahasa Indonesia
mulai dilirik dan diminati oleh warga negara lain, terutama yang berada
di zona asia-pasifik. Saat ini lebih dari 22 negara menjadikan BI
sebagai bahasa kedua mereka,” ucapnya.
Dikatakannya, Sebagai sebuah sistem,
bahasa Indonesia harus dipandang sebagai salah satu kesatuaan yang utuh.
Oleh karena itu, bahan ajar tata bahasa diintegrasiksn dengan bahan
ajar aspek lain, begitu juga sistem tulis (ejaan). Aspek belajar bahasa
lisan (menyimak dan berbicara) serta aspek belajar bahasa tulis (membaca
dan menulis) dilakukan secara terintegrasi pula.
Di dalam negeri untuk menguatkan bahasa
Indonesia bagi pekerja orang asing, diberbagai negara kita sudah
melakukan kegiatan yang sama mendirikan lembaga-lembaga yang mengajarkan
bahasa Indonesia itu di luar negeri.
Keterkaitan dengan pihak terkait para
pemangku kepentingan yang semestinya bisa terlibat yang pertama wilayah
Kabupaten, minimal Bupati yang bisa bekerja sama agar membuat semacam
regulasi, setiap pekerjaan asing yang bekerja di wilayah Kabupaten yang
bersangkutan, wajib tersertifikasi tentang penguasaan bahasa Indonesia.
“Langkah pertama untuk menindaklanjuti kegiatan sosialisasi ini adalah adanya payung hukum, setelah payung hukum itu kita mencari data base pendataan di Gunung Mas, di mana wilayah orang asing itu banyak disitu akan kita garap, kalau sudah terbagun data base, kami akan mendirikan Asosiasi, dari Asosiasi kami akan menjaring kerja sama, sehingga tidak susah-susah harus datang ke Kabupaten Gunung Mas tinggal kami melakukan monitoring,” Jelasnya.
Bidang Pengelolaan Informasi Publik.