KPU Musnahkan Surat Suara Yang Rusak dan Kelebihan

KPU Musnahkan Surat Suara Yang Rusak dan Kelebihan

Kuala Kurun – Pemusnahan Surat Suara yang rusak dan kelebihan dilakukan secara bersama-sama melibatkan TNI, POLRI, Kejaksaan, Kesbang Pol serta pihak terkait lainnya, bertempat di halaman kantor KPU Gunung Mas (Gumas), Senin (15/4/2019).

Ketua KPU Stepenson mengatakan “Pemusnahan ini serentak dilakukan di seluruh Indonesia, jumlah surat suara yang rusak 2.077 lembar, sedangkan surat suara yang lebih berjumlah 3.220 lembar”

“Semua jenis surat suara dari Presiden, DPRI, DPDRI, DPRD Provinsi DPRD Kota serta tiga dapil di DPRD Kabupaten Kota”

“Berdasarkan surat edaran Sekjen KPU pusat, kita sudah selesai melakukan itu, satu hari sebelum hari pemungutan suara itu dilakukan pemusnahan,” terang Stepenson.

Berdua lebih baik dari pada seorang diri

Berdua lebih baik dari pada seorang diri

Palangka Raya – Komisi Pelayanan Pemuda dan Remaja (KPP/R) Resort GKE Kuala Kurun, menyelenggarakan kunjungan kasih ke Panti Asuhan Imanuel Jalan.  Diponegoro NO. 3 Palangka Raya dalam rangka perayaan paskah Tahun 2019  Sabtu, (14/04/2019).

Tujuan dari kunjungan ini yakni, adanya kebersamaan antara Pemuda Resort Kurun dan pihak Panti Asuhan, mengingat kembali pengorbanan Yesus Kristus mati dan disalibkan untuk keselamatan kita serta wisata Rohani ke Bukit Karmel Tangkiling.

Ibadah bersama, yang dipimpin oleh Pdt. Lita, S.Th, diawali dengan game tentang kebersamaan, dalam tim semua anggota KPP/R dan anak-anak dari panti asuhan membaur bersama.

Dalam khotbah yang disampaikannya, ada keterkaitan dengan permainan. Dari Pengkhotbah 4:9-10 Berdua lebih baik dari pada seorang diri, karena mereka menerima upah yang baik dalam jerih payah mereka.

Dalam permain itu penting adanya kebersamaan, kita tidak bisa jalan sendiri dalam kehidupan ini. Kerena tantangan pasti ada dalam kehidupan, seperti permainan tadi karena kita tidak konsen akhirnya jadi salah tetapi ada teman yang mengingatkan.

”Tuhan mau kebersamaan yang baik dalam kumpulan orang-orang yang benar menuju tujuan yang sama, berjalan ke arah yang sama dan berisi orang yang peduli  satu sama lain, tidak mementingkan diri sendiri serta ke hal yang positif, baik dan membangun,” Kata Pdt. Lita, S.Th.

Ketua KPP/R Resort GKE Kuala Kurun, Ringkai mengatakan “untuk memaknai kesengsaraan kematian dan kebangkitan Tuhan Yesus dalam kehidupan kita. Jemaat Kristen, hingga saat ini percaya bahwa Yesus disalibkan, mati dan dikuburkan, dan pada hari yang ketiga bangkit dari antara orang mati”

”Paskah merayakan hari kebangkitan tersebut dan merupakan perayaan yang terpenting karena memperingati peristiwa yang paling sakral dalam kehidupan Yesus, seperti yang tercatat didalam kempat Injil di Perjanjian baru,” ujar Ringkai.

Ketua Perayaan Paskah Tri Susanto mengatakan “Kepada ade-ade semua panti asuhan jangan pernah berhenti, mencapai cita-cita, kita tidak pernah minta dilahirkan seperti apa. Kita tidak pernah minta karir kita, karir kita sekarang ini seperti apa. Kita bisa menentukan masa depan kita yang kita raih itu bagaimana” .

“Peningkatan Kuantitas dan Kualitas SDM Media Massa”

“Peningkatan Kuantitas dan Kualitas SDM Media Massa”

Kuala Kurun– Sebanyak dua puluh orang yang berasal dari SMAN-1 Kurun mengikuti pelatihan jurnalistik PWI Gunung Mas Tahun 2019 bertempat di GPU Tampung Penyang Kuala Kurun, Jumat (12/04/2019) pagi.

Dengan mengusung tema bertajuk, mencerdaskan anak bangsa mengenal pers sejak dini dan sub tema, jadikan insan perss mitra pembangunan menuju Kabupaten Gunung Mas bermartabat dan sejahtera..

Dalam laporan Ketua panitia PWI Gunung Mas Popy Oktovery mengatakan, tujuan dari kegiatan tersebut, untuk mendapatkan tenaga terampil, terlatih dan siap pakai dalam upaya peningkatan kuantitas dan kualitas SDM media massa.

”Saya berharap supaya pers dapat lebih dikenal baik fungsi dan tugas kewartawanan dapat lebih dikenal masyarakat luas, khususnya di Kabupaten Gunung Mas dan dengan adanya pengetahuan jurnalistik ini pun dapat lebih menangkal, berita Hoaks yang marak terjadi sekarang,” ujar Poppy.

Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Gunung Mas Drs. H Muhamat Rusdi dalam sambutannya mengatakan “kami mengapresiasi kegiatan pelatihan jurnalistik yang dilaksanakan oleh PWI Kabupeten Gunung Mas, dengan sasaran pelajar di Kuala Kurun”

“Seorang jurnalistik atau wartawan adalah orang yang mempunyai tugas mulia memberikan informasi yang faktual, kepada masyarakat dalam bentuk pemberitaan melalui media massa dalam bentuk Koran, radio, televisi, dan online”

“Sejauh ini, hubungan kami dengan insan pers, khususnya, PWI Kabupaten Gunung Mas telah berjalan baik dan harmonis sesuai dengan tupoksi masing-masing. Semoga kedepannya dapat lebih baik lagi”

“Kami juga mengharapkan, kegiatan pelatihan jurnalistik oleh PWI Kabupaten Gununhg Mas dapat rutin dilaksanakan, dengan ruang lingkup yang lebih luas lagi dalam rangka turut mencerdaskan masyarakat, melalui pelatihan jurnalistik”

”Saya juga berpesan, kepada peserta yang mengikuti pelatihan jurnalistik PWI Gunung Mas tahun 2019 supaya mengikuti dengan sungguh-sungguh agar dapat memahami dengan baik dan benar,” tutur Rusdi.

“Sosial, Ekonomi, dan Lingkungan, Sangat Penting Dalam Perencanaan Pembangunan Daerah”

“Sosial, Ekonomi, dan Lingkungan, Sangat Penting Dalam Perencanaan Pembangunan Daerah”

Kuala Kurun – Pemerintah Kabupaten Gunung Mas melalui Dinas Lingkungan Hidup menyelenggarakan Kick Off Meting Kajian Lingkungan Hudup Strategis (KLHS) Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah, (RPJMD) Kabupaten Gunung Mas, bertempat di Aula Rapat lantai I Kantor Bupati Gunung Mas, Rabu (10/04/2019) pagi.

Pertemuan ini dipimpin langsung oleh Wakil Bupati Rony Karlos, S.Sos, dengan dihadiri oleh peserta rapat yang terdiri dari pemangku kepentingan diantaranya, Ketua DPRD Kab. Gumas Drs. Gumer, Wakil Bupati terpilih Ir. Eprensia L P Umbing, SE.,M.Si, serta  29 OPD di lingkup Pemerintah Kabupaten Gunung Mas.

Dalam sambutannya, Wakil Bupati Rony Karlos mengatakan, “kegiatan ini merupakan internalisasi kepentingan lingkungan hidup dan prinsip-prinsip pembangunan berkelanjutan ke dalam RPJMD Kabupaten Gunung Mas”

“Tentunya ini merupakan, tahapan yang penting bagi Bupati dan Wakil Bupati Gunung Mas terpilih 2019-2024, artinya Kabupaten Gunung Mas diuntungkan. Karena dengan adanya perubahan PP 2018 pada bulan Agustus sebagian yang sudah melakukan pelantikan Kepala daerahnya mereka gelabakan menyusunnya” ucap Rony Karlos,S.Sos.

Pembangunan di daerah-daerah termasuk Kabupaten Gunung Mas selain meningkatkan keuntungan ekonomi, juga mengakibatkan kemorosotan kualitas lingkungan hidup dan persoalan-persoalan sosial di masyarakat. Karena itu, upaya kepentingan lingkungan hidup dan prisip-prinsip pembangunan berkelanjutan tiga pilar yaitu sosial, ekonomi, dan lingkungan, sangat penting dalam perencanaan pembangunan daerah.

Dengan hadirnya FKPD pada hari ini, yaitu menggakomodir tiga hal, yakni aktif memberikan informasi data yang diperlukan, komitmen untuk aktif dalam kegiatan pokja, konsisten dalam pendampingan tim pokja dalam menyelesaikan proses KLHS RPJMD minimal drafnya kita terima satu bulan kedepan ini,” terangnya.

Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Gunung Mas Ir. Kalvin A Sahay dalam laporannya mengatkan, bahwa kegiatan ini merupakan tahap awal dari seluruh kegiatan penyusunan KLHS, KLHS ini dibiayai pada DPA SOPD Dinas lingkungan Hidup Kabupaten Gunung Mas.

Pada kegiatan KLHS ini, kita mencoba menginventarisir seluruh kegiatan dan peran aktif seluruh kepala Prangkat Daerah, karena dari sinilah berangkatnya nanti peran aktif kepala SOPD dalam memberikan data sehingga data yang diberikan akan diintegrasikan di dalam penyusunan KLHS dan RPJMD. Tanpa data yang akurat dan kongkrit mungkin akan terlewatkan kegiatan masing-masing SOPD.

Kegiatan tersebut didampingi oleh para ahli, Dr. Asep Sofyan, M.T (ITB Bandung), Lukas, S.Pi., M.Si. (UPR), Dr. Ir. Yusurum, Jagau, M.Si. (UPR) Ir. Wawan N., MT, Dinas PUPR Prov. Kalimantan Tengah, Fatkhurohman (Koordinator lanskap Katingan Kahayan USID Lestari) Hendrik Segah, Ph. (GGGI), M. Taswin Munier (GGGI), Pimpinan Borneo Natuira Foundation (BNF).

Usulan Yang Kami Sampaikan Sebanyak Rp 30 Juta Perkelompok UPPKS

Usulan Yang Kami Sampaikan Sebanyak Rp 30 Juta Perkelompok UPPKS

Gunung Mas – Terobosan baru dilakukan Dinas Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (Disdalduk KB) Kabupaten Gunung Mas (Gumas) untuk meningkatkan pemberdayaan ekonomi keluarga. Mereka membentuk dan mengusulkan bantuan Corporate Social Responsibility (CSR) untuk 20 kelompok Usaha Peningkatan Pendapatan Keluarga Sejahtera (UPPKS) ke Perusahaan Besar Swasta (PBS).

”Pembentukan dan usulan bantuan CSR terhadap 20 kelompok UPPKS di 12 kecamatan tersebut sangat penting, untuk meningkatkan ekonomi dan penghasilan keluarga,” ucap Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Gumas H Gumer, di Ruang Rapat Lantai I Kantor Bupati, Rabu (10/4) siang.

Agar bisa maksimal, lanjut dia, diminta kepada Perusahaan Besar Swasta (PBS) yang beroperasi di Kabupaten Gumas, untuk berkontribusi sebagai wujud kepedulian. Caranya dengan memberikan sebagian bantuan CSR kepada 20 kelompok UPPKS yang mayoritas merupakan ibu rumah tangga (IRT).

”Berdasarkan Undang-Undang (UU) Nomor 52 tahun 2009 tentang Perkembangan Kependudukan dan Pembangunan Keluarga, apa yang telah dilakukan Disdalduk dan KB dalam melakukan terobosan pembentukan kelompok UPPKS sangat kita apresiasi. Hal ini pun harus didukung penuh oleh PBS,” tuturnya.

Politikus Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) ini mengatakan, memang PBS yang beroperasi di daerah ini datang untuk mencari keuntungan, namun alangkah lebih baik mereka juga memperhatikan, berkontribusi, dan peduli terhadap masyarakat sekitar.

”Kami harapkan dengan bantuan yang seperti ini, akan mampu meningkatkan perekonomian dan penghasilan masyarakat yang tergabung dalam kelompok UPPKS,” tuturnya.

Legislator dari daerah pemilihan (dapil) III mencakup Kecamatan Tewah, Kahayan Hulu Utara, Damang Batu, dan Miri Manasa ini mengakui, usulan kepada PBS telah disampaikan. Ini sudah melalui beberapa tahapan, yakni rekomendasi dari kepala desa (kades), camat, hingga ke Bupati Gumas yang membuat surat pengantar kepada PBS tersebut.

”Usulan yang kami sampaikan sebanyak Rp 30 juta per kelompok UPPKS. Mereka nantinya bisa berusaha di bidang ekonomi produktif, artinya cepat laku dijual sehingga mereka memperoleh keuntungan. Kami berharap semua PBS peduli untuk membantu kelompok UPPKS itu,” pungkasnya.