oleh diskominfosp | Nov 24, 2019 | Info Grafis
Diskominfo, SP Gumas – Dalam rangka peringatan Hari Kesehatan Nasional (HKN) Ke – 55 dan Pergerakan Masyarakat Hidup Sehat Dinas Kesehatan Kabupaten Gunung Mas (Gumas) menggelar senam sehat bersama gerakan Masyarakat hidup sehat (Germas) bagi masyarakat Kota Kuala Kurun dan sekitarnya.
“Sekda Gunung Mas Drs. Yansiterson, M.Si
menyambut baik atas terselenggaranya kegiatan tersebut diperingati
setiap tanggal 12 November dalam suatu rangkaian kegiatan, baik
ditingkat pusat maupun daerah,” ucapnya saat membacakan sambutan
tertulis Bupati Gunung Mas di taman kota, Jumat (22/11/2019) pagi.
HADIAH
: Sekda Gunung Mas Drs. Yansiterson, M.Si menyerahkan hadia utama
kepada, Safira Jalan Dam Sakata Juri Kurun Sebrang dalam rangka HKN ke
55, jumat (21/11/2019).
Kegiatan tersebut dihadiri pejabat
Forkompimda, Kepala Dinas Kesehatan dr. Maria Efianti, Kepala SKPD,
perwakilan rumah sakit dan puskesms dari 12 kecamatan di Gumas.
Kadis Kominfo SP Gumas Drs. Dihel, M.Si melakukan tanda tangan komitmen tidak meroko tidak kosumsi alkohol.
Dalam peringatan Hari kesehatan dia
menjelaskan, adapun strategi pembangunan melalui 3 pilar, yaitu
paradikma sehat, penguatan akses pelayanan kesehatan, dan penyediaan
biaya melalui jaminan kesehatan nasional, melalui program Gerakan
masyarakat hidup sehat (Germes), program Indonesia sehat dengan
pendekatan keluarga (PIS-PK), program Nusantara sehat (NS) dan program
JKN.
“Saya berharap, generasi sehat yang kita
perjuangkan bersama, dapat menjadi SDM unggul yang akan mengisi 100
tahun Indonesia merdeka, saat bonus demografi nanti mengantarkan
Indonesia menjadi Negara yang maju, makmur dan sejahtera,” katanya.
Sehat menjadi hal yang sangat penting sekali. Karena kalau tidak sehat, tentu kita tidak bisa menjadi bangsa yang produktif.
“Menerapkan hidup sehat, dimulai dari
kita sendiri, melalui gerakan masyarakat hidup sehat, yang meluputi
peningkatan kesehatan fisik, pangan sehat dan berbagai gizi, peningkatan
kualitas lingkungan serta edukasi, juga peningkatan pencegahan dan
deteksi dini penyakit,” pungkasnya.
oleh diskominfosp | Nov 24, 2019 | Info Desa
Diskominfo, SP Gumas – Festival Tandak Intan Kaharingan ke VIII
Tahun 2019 tingkat Kabupaten Gunung Mas (Gumas), yang dilaksanakan di
GPU Damang Batu Kuala Kurun resmi di tutup oleh Sekretaris Daerah
Kabupaten Gunung Mas, Kamis (21/11/2019) malam.
Dari 12 Kecamatan di Kabupaten Gunung
Mas mengikuti Festival Tandak Intan Kaharingan tersebut, Kecamatan Kurun
juara umum pertama. Disusul tempat kedua Kecamatan, Kahayan Hulu
Utara, dan ketiga Kecamatan Miri Manasa.
Sekda Gunung Mas Drs. Yansiterson, M.Si
mewakili Bupati mengatakan, secara pribadi dan pemerintah Daerah
Kabupaten Gunung Mas mengucapkan selamat kepada juara umum FTIK ke VIII
tahun 2019. Bagi yang belum mendapatkan predikat juara jangan berkecil
hati.
“Kepada Kecamatan yang masih belum
mendapatkan predikat juara, kita harapkan ini bisa menjadi motivasi pada
saat FTIK ke IX 2021 mendatang agar lebih baik lagi,” ujarnya.
Saya berharap kepada lembaga
pengembangan tandak intan Kaharingan (LPT-IK) Kabupaten Gunung Mas untuk
lebih memaksimalkan programnya, memperhatikan dengan serius upaya
pengembangan dan pembinaan dalam rangka menghadapi Festival Tandak Intan
Kaharingan tingkat Provinsi di Kota Palangka Raya tahun 2020 yang akan
datang.
“Saya atas nama Pemerintah Kabupaten
Gunung Mas, mengucapkan terima kasih kepada segenap panitia
penyelenggara yang telah melaksanakan Festival Tandak ke VIII ini dengan
baik, semoga Tuhan Yang Maha Esa selalu menyertai kita semua,”
pungkasnya.
Penutupan Festival Tandak Intan
Kaharingan ke VIII tersebut, turut dihadiri Wakil Ketua I DPRD Gumas
Bhinarta, Forum Koordinasi Pimpinan Daerah Kabupaten Gunung Mas dan tamu
undngan lainnya.
oleh diskominfosp | Nov 24, 2019 | Berita Kabupaten
Diskominfo, SP Gumas – Dinas Kesehatan Kabupaten Gunung Mas menggelar acara Rapat Kerja Kesehatan Kabupaten Gunung Mas (Gumas) tahun 2019. Yang di buka oleh Sekda Gunung Mas Drs. Yansiterson, M.Si, didampingi Kadis Kesehatan Provinsi Kalteng Suyuti Syamsul, Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Gunung Mas dr. Maria Efianti.
“Tema rapat kerja bidang kesehatan tahun
2019 adalah berjuang bersama mewujudkan sumber daya manusia Kabupaten
Gunung Mas yang unggul, melalui pencegahan dan penanggulangan stunting,
serta gerakan masyarakat hidup sehat,” ujar Drs. Yansiterson, M.Si saat
membacakan sambutan tertulis Bupati Jaya Samaya Monong, di GPU Tampung
Penyang, Kamis (21/11/2019).
Untuk mewujudkan hal itu, maka
pembangunan upaya kesehatan menuju ke arah pembangunan kesehatan, dari
yang bersifat, sesuai dengan kebutuhan dan tantangan kesehatan.
“Langkah dan utama memerangi stuting, merupakan tanggungjawab kita bersama, dalam menyiapkan generasi yang unggul, bebernya.
Dia menuturkan, program prioritas
pembangunan kesehatan, yang dilaksanakan melalui program Indonesia
sehat, dengan pendekatan keluarga (PIS-PK). Seiring dengan itu maka
diluncurkan gerakan masyarakat hidup sehat (GERMES).
Tujuan adalah, agar masyarakat
berperilaku sehat, sehingga berdampak pada kesehatan yang terjaga,
terciptanya lingkungan yang bersih, dan produktifitas masyarakat
meningkat.
“Beliau memberi apresiasi dan terima
kasih, pada pihak-pihak yang berjuang dalam pembangunan di bidang
kesehatan, di Kabupaten Gumas, yang telah memberikan kontribusi cukup
besar, dalam peningakatan derajat kesehatan masyarakat,” tuturnya.
Dia berharap kepada jajaran kesehatan,
melalui program Indonesia sehat, dengan pendekatan keluarga (PIS-PK)
agar secara pro aktif melakukan kunjungan keluarga, melaksanakan upaya
program preventif dan deteksi dini, sehingga masalah kesehatan termasuk
stunting, dapat dicegah dan dilakukan intervensi secara dini.
“Melalui momentum rapat ini, marilah
kita berjuang bersama mewujudkan sumber daya manusia unggul dan
Kabupaten Gunung Mas maju, melalui pembangunan kesehatan, khususnya
menurunkan stuting dan melaksanakan germes masyarakat hidup sehat,”
terangnya.
Kepala Dinsa Kesehatan Maria dr. Maria
Efinti menjelaskan, Rapat kerja kesehatan Kabupaten Gunung Mas
(RAKERKESKAB) merupakan forum pertemuan penyelenggara kesehatan, dimana
diharapkan akan terjadi pertemuan informasi dan penyusunan kebijakan di
bidang kesehatan.
“Kegiatan rapat kerja kesehatan Gumas
tahun 2019 ini, dihadiri oleh seluruh kepala puskesmas dan para
pengelola program di puskesmas, peserta dari Dinas Kesehatan Kabupaten
Gunung Mas. Jumlah peserta yang mengikuti RAKERKESKAB sebanyak 200
orang,” katanya.
Dai berharap akan menjadi forum yang
efektif untuk mengimplementasikan kebijakan dan program-program yang
mendukung visi – misi Bupati serta evaluasi program pembangunan
kesehatan terutama dalam percepatan Eliminasi Tuberkulosis, penurunan
stunting, penurunan AKI dan IKB, cakupan mutu imunisai peningkatan
pencegahan dan pengendalian PTM serta akan dilakukan evaluasi
program-program kesehatan.
“Bagi yang berjalan dengan baik
dipertahankan dan ditingkatkan, sedangkan program kesehatan yang belum
tercapai dapat dicari penyebab dan solusi,” pungkasnya.
oleh diskominfosp | Nov 24, 2019 | Berita Kabupaten
Diskominfo, SP Gumas – Pemerintah Kabupaten Gunung Mas (Guimas) menggelar rapat Koordinasi Pengendalian (RAKORDAL) program pembangunan Dearah Kabupaten Gunung Mas Masa Triwulan III Tahun Anggaran 2019, acara tersebut dipimpin oleh Sekda Gunung Mas Drs. Yansiterson, M.Si, didampingi oleh Asisten II Ir. Yohanes Tuah, M.Si, Kepala BP3D Drs. Salampak.
Rapat Koordinasi Pengendalian (RAKORDAL) program pembangunan Dearah Kabupaten Gunung Mas Masa Triwulan III Tahun Anggaran 2019.
“Pada kesempatan ini kembali saya
sampaikan bahwa tujuan pelaksanaan RAKORDAL ini adalah untuk mengetahui
sampai sejauh mana realisasi pendapatan dan capaian pelaksanaan program
dan kegiatan pembangunan Triwulan III Tahun 2019, baik realisasi
keuangan maupun fisik pelaksanaan pembangunan Tahun Anggaran 2019 yang
bersumber dari APBD maupun APBN di Kabupaten Gunung Mas,” ujar
Yansiterson di Aula BP3D, Kamis (21/11/2019).
Ini menandakan bahwa perhatian terhadap
kewajiban untuk mencapai target yang telah ditentukan masih kurang
sehingga semua Perangkat Daerah harus melaksanakan kegiatan yang sesuai
dengan rencana penganggaran baik dari Triwulan I s.d. Triwulan IV di
dalam DPA SKPD-nya masing-masing.
Dia menuturkan, Kajian pembangunan
penting dilakukan untuk mendapat dukungan aspek ilmiah dan akurasi
pelaksanaan program kegiatan. Data Realisasi Pendapatan dan Belanja
Langsung maupun Tidak Langsung baik Fisik maupun Keuangan digunakan
sebagai bahan analisa dan evaluasi lebih lanjut serta adanya kesamaan
pandangan dalam mengatasi permasalahan yang dihadapi sehingga akhirnya
terbangunnya tekad bersama dalam meningkatkan sinergisitas pelaksanaan
pembangunan di Kabupaten Gunung Mas, melalui pelaksanaan berbagai
kegiatan yang lebih berkualitas, bermutu, tepat sasaran dan bermanfaat.
“Dalam beberapa hari ini kita akan
mengakhiri Tahun Anggaran 2019, oleh sebab itu kegiatan hari ini sangat
penting untuk melakukan evaluasi akhir dari setiap program kegiatan SKPD
baik yang menyangkut anggaran pendapatan maupun belanja,” tuturnya.
Untuk itu pada saatnya nanti ada
pemaparan terkait pencapaian kinerja program pembangunan, kinerja
keuangan, kinerja pendapatan serta pengeluran dan penggunaan dana desa.
“Beliau berharap, masing-masing SKPD
terkait dapat mencermatinya dan mendiskusikannya serta mencari solusi
setiap permasalahan atau kendala yang ada,” terang Yansiterson.
Sementara itu, Kepala Badan Perencanan,
Penelitian dan Pengembangan Daerah (BP3D) Kabupaten Gunung Mas Salampak
menuturkan, penyelenggaraan Rakordal ini dimaksudkan untuk mengendalikan
dan mengevaluasi pelaksanaan APBD Tahun. 2019 dan rencana aksi
pembangunan Tahun. 2020, apa saja kendala yang dihadapi, bagaimana
solusi dan upaya-upaya pemecahannya serta pihak yang bertangungjawab dan
dapat membantu dalam menyelesaikan masalah tersebut supaya program dan
kegiatan yang direncanakan dapat berjalan dengan baik.
”Untuk mengetahui secara langsung
realisasi fisik dan keuangan APBD secara keseluruhan sampai dengan
tanggal 31 oktober 2019 baik belanja tidak langsung maupun belanja
langsung seluruh perangkat daerah, serta menginventarisir berbagai
masalah yang berpotensi menghambat pelaksanaan kegiatan, berikut jalan
keluar yang harus ditempuh,” Pungkasnya.
oleh diskominfosp | Nov 24, 2019 | Info Grafis
Diskominfo, SP Gumas – Bupati Gunung Mas Jaya Samaya Monong, didampingi Waki Bupati Gunung Mas Efrensia L.P Umbing dan Sekretaris Daerah (Sekda) Yansiterson melakukan acara penen jagung hibrida tahun 2019. Pada lahan kelompok tani (poktan) Sentol Jaya di area sekata juri Kurun Sebrang.
“Panen jagung hibrida merupakan
perencanaan hal yang sangat krusial, karena peningkatan kinerja
pembangunan pertanian hanya dapat dicapai apabila didahului dengan
peningkatan kualitas perencanaan yang disusun secara terpadu dalam
kerangka pembangunan pertanian nasional ujar Jaya, Rabu (20/11/2019).
Sektor pertanian dalam arti luas harus
menjadi sektor terdepan dalam upaya mengentaskan kemiskinan, perannya
tidak hanya dari segi peningkatan pendapatan dan penciptaan lapangan
kerja namun juga menjaga stabilitas haraga pangan yang didukung oleh
penyedia stok pangnan.
“Dengan adanya panen jagung hibrida ini,
akan meningkatkan pemanfaatan lahan kering dan lahan sawah. Disini
tentu juga diperlukan keterlibatan masyarakat, untuk turut serta dalam
program pemerintah di bidang pangan, khusnya menyukseskan swasembada
pangan,”ucapnya.
Sementara itu, Kepala Bidang Tananam
Pangan dan Holtikultura Yeremia, mengatakan, pengembangan sektor tanaman
pangan merupakan salah satu strategi kunci dalam memacu pertumbuhan
ekonomi pada masa yang akan datang. Selain berperan sebagai sumber
penghasilan devisi yang besar, juga merupakan sumber kehidupan bagi
sebagian besar penduduk Indonesia.
Pengembangan tanaman jagung hibrida di
Kabupaten Gunung Mas tahun 2019 dengan luas lahan 360 Hektar.
Pengembangan tersebut terbagi di 6 Kecamatan wilayah Kabupaten Gunung
Mas yang memiliki potensi.
“Kecamatan Kurun dengan luas lahan 169
Hektar, Kecamatan Sepang luas lahan 38 Hektar, Kecamatan Mihing Raya
dengan luas lahan 38 hektar, Kecamatan Tewah dengan luas lahan 91
hektar, Kecamatan Rungan Hulu dengan luas lahan 25 hektar, Kecamatan
Rungan dengan luas lahan 76 hektar,” bebernya.
Kendala yang dihadapi oleh petani pada
pengembangan jagung hibrida tahun 2019 disebabkan musim kemarau yang
mengakibatkan terjadinya kekeringan dan pertumbuhan tanaman tidak
optimal karena sulitnya sumber air.
“Dikatakannya, tinggintya serangan
organisasi pengganggu tumbuhan seperti ulat penggerak batang dan tikus.
Belum adanya pasar yang jelas menyebabkan minat dari petani untuk
menanam jagung relatif rendah, hal ini di karenankan pada saat petani
panen tidak adanya kerjasama antara petani dan perusahaan,” pungkasnya.